
Gadis yang dulu sangat menggemaskan kini menjadi sosok yang lebih dewasa dan elegan.
Danniel kembali merasakan jatuh cinta untuk kesekian kali nya untuk gadis cantik di sana.
" Dia adalah putri kami Daniella Alice Olivia hansen atau lebih di kenal sebagai Alice Olivia hansen , dia besar di Itali bersama keluarga Smit , ini sudah saat nya kami memperkenalkan putri tercinta kami kepada seluruh dunia dan ini lah dia permata hati kami " Dion dan Viona langsung memeluk Alice dengan erat.
Kini giliran Alice yang berbicara menyapa para tamu undangan.
" Selamat malam, perkenalkan nama saya Alice , senang bisa berkenalan dengan kalian semua , terimakasih " sapa Alice tanpa panjang lebar dengan senyum yang mampu menghipnotis seluruh pria .
Nafas Danniel memburu melihat Queen nya telah kembali , Queen nya ada di sana , berada tidak jauh dari nya , suara itu suara yang sangat amat ia rindukan , senyuman yang dulu selalu mampu meluluh lantakkan hati dan emosi nya , kini ia kembali melihat senyuman itu.
Tanpa sadar Danniel juga ikut tersenyum dengan smirk khas milik nya. Aku akan menjadi kan kamu tunangan ku lagi queen , tidak , tidak , akan aku pastikan kamu sebentar lagi akan menjadi nyonya Alexander William selanjut nya.
Danniel kembali tersenyum , senyuman yang sangat sulit di artikan.
Setelah memperkenalkan diri secara singkat Alice turun dari panggung menghampiri mami dan papi yang sudah menunggu nya .
__ADS_1
" Lebih hati hati karena sekarang mereka akan mengincar mu mulai sekarang " peringatan Smit
" tentu pi , kita sudah mulai menjalankan rencana ini , terlambat untuk sekedar takut " jawab Alice yakin.
" selalu waspadai orang orang di sekitar mu sayang " sahut Elena.
" iya mi , terimakasih kalian selalu ada buat Alice " tulus Alice
" Ehem... Perkenalkan saya Bramasta dari Atmaja group " sapa seorang pria yang tampan tapi sayang terlihat pendek dari seorang Alice .
Mereka berkenalan di lanjut oleh beberapa pria lain nya yang ingin berkenalan dengan Alice .
Alice kaget karena ada yang tiba tiba mencium pipi nya , ternyata pelaku itu adalah pria remaja yang sudah ia anggap sebagai adik nya sendiri , Arleon nama nya bisa juga di panggil Leon .
Dengan gemas Alice menjewer telinga pemuda itu .
" Kak , lepas malu .... " pinta Leon meringis.
__ADS_1
" Maka nya jangan bikin kaget "
" sory .... Sory ka"
Alice lalu melepaskan tangan nya dari telinga Leon yang kini sudah berubah warna menjadi merah.
Leon mendekat kan wajah nya kepada Alice lalu berbisik pelan.
" Ada perempuan di pojok kiri , memakai pakaian berwarna dress merah , dia adalah karyawan di perusahaan bang Dominic , dan dia adalah mata mata dari tua Bangka itu "
" Jangan lakukan apa pun , biar kan dia mencari makan di sini " Alice menyeringai .
Wajah yang sedari tadi tersenyum berubah menjadi datar dan tatapan nya sangat tajam , tapi walaupun bagaimana pun Alice tetap akan terlihat cantik meski memasang wajah dingin .
Alice hanya melirik sekilas di mana tempat wanita bergaun merah yang sedang berbaur dengan tamu lain nya , kita lihat sampai mana si tua Bangka itu terus mengusik keluarga nya.
" Hai Al " sapa Bagas
__ADS_1
" Hai gas , aku kira kamu tidak akan datang " balas Alice dengan tersenyum ramah