
Danniel menggelengkan kepala nya , mata nya sudah memerah dan berkaca kaca , apa maksud Alice dengan masa lalu dan melupakan semua nya . Ada rasa sakit teramat sangat di hati nya.
" apa aku sudah tidak memiliki kesempatan lagi " lirih nya
" untuk sekarang tidak " sahut Alice cepat dan tegas
" Aku nggak perduli !, sampai kapan pun aku akan terus mengejar kamu , sampai kamu menerima aku lagi " boleh kah Danniel ingin egois untuk kali ini.
Danniel berlalu pergi dengan perasaan campur aduk antara marah , sedih dan menyesal.
FLASHBACK END
Kini Danniel masih berkutat dengan laptop yang berada di pangkuan nya , ia bersandar di kepala ranjang sambil meluruskan kaki nya yang tertutup selimut , padahal jam sudah menunjukkan pukul 23:00 ia masih sibuk dengan pekerjaan kantor hingga sebuah panggilan dari ponsel menyadarkan diri nya ke dunia nyata.
" Hallo tuan "
__ADS_1
" Ya "
" Nona Alice Tengah berada di sebuah club malam "
" **** !! Awasi dia , jangan sampai lengah , saya ke sana sekarang ".
Setelah mengakhiri panggilan Danniel buru buru mengganti pakaian nya lalu pergi ke tempat sialan itu.
" Queen untuk apa kamu pergi ke sana " gumam nya pelan sambil menyetir .
Ia sangat khawatir sekarang , tempat itu bukan untuk seorang Alice , gadis nya terlalu manis untuk berada di tempat terkutuk itu.
" Di mana dia " tanya Danniel tegas sambil melihat ke sekeliling
" nona di sana " tunjuk nya di sebuah ruangan kaca.
__ADS_1
" Sebaik nya tuan tunggu di sini , jangan gegabah , tuan pasti tau siapa pria yang berada di dalam sana " ucap dari salah satu anak buah nya.
Tentu saja Danniel mengenal pria paruh baya di sana , seorang pengusaha ekspor impor yang terkenal sangat licik bagi kaum pengusaha dan juga mantan jendral .
Danniel terus memperhatikan Alice dari balik kaca di sana , entah apa yang mereka bicarakan , tetapi feeling nya mengatakan bukan sesuatu yang baik , tidak lama gadis nya keluar dan langsung menjadi pusat perhatian para pria brengsek itu.
Bagaimana tidak gadis nya menggunakan make up dengan lipstik merah menyala menambah kesan yang berani , di tambah baju lengan panjang berdada rendah dan hanya menutupi area pribadi , sementara itu perut datar gadis itu terekspos sempurna di tambah celana jeans memperhatikan betapa jenjang nya kaki itu yang di baluti oleh high heels .
Di sini banyak yang hanya menggunakan bra dan ****** ***** tapi tidak menutupi aura kecantikan Alice hingga banyak pasang mata memperhatikan nya.
Dengan langkah yang tegas ia langsung menarik gadis nya membawa keluar dari tempat laknat ini , di tambah dengan pakaian Alice , rasa nya ia benar benar ingin mencolok setiap mata yang berani memandang mesum gadis milik nya .
Di sini lah mereka sekarang di dalam mobil yang sudah berhenti di pinggir jalan .
" pakai " pinta Danniel sambil menyerah kan jaket yang sudah ia lepas dari tubuh nya dan memberikan kepada Alice .
__ADS_1
" Antar aku pulang ya bii... Aku sudah mulai kedinginan " ucap Alice lembut dengan tatapan sayu.
Padahal Danniel masih ingin mencerca Alice dengan segala pertanyaan tapi dengan di tatap sebegitu lembut dan suara yang begitu merdu.