
Sementara di dalam lift Alice terus berusa tenang walaupun hati nya berdesir aneh ketika tangan nya di genggam dengan erat dan juga mata itu menatap nya dengan tajam .
" Bisa kah kamu tidak menatap ku seperti itu "
" Bisa kah kamu tidak dekat dengan pria lain " sahut Danniel tegas
" Tidak ada urusan nya dengan mu Niel mau aku dekat dengan siapa pun " sahut Alice
" Aku tidak suka Queen , tidak suka "
Pintu lift terbuka Danniel lalu membawa Alice kedalam ruangan nya.
Alice duduk dengan anggun di sofa yang tersedia dan Danniel tanpa aba aba langsung mengungkung tubuh Alice.
Jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa centi , bahkan Danniel bisa menghirup wangi tubuh Alice yang sangat ia sukai
" Sorry " ucap Danniel lalu menatap netra kecoklatan milik gadis nya.
" For what"
" For everything , maaf sudah bentak kamu dulu , maaf karna sudah menuduh kamu macam macam , maaf karna sudah tidak mempercayai mu "
__ADS_1
" Aku sudah maafin kamu , jadi bisa kah kamu menyingkir " balas Alice dengan ketus , sebenar nya ia grogi di tatap sedalam itu
Danniel lalu duduk di sebelah Alice menyadarkan tubuh nya sambil memejamkan mata nya " Apa aku masih mempunyai kesempatan ?
" Queen apa aku masih mempunyai kesempatan ..." tuntut Danniel
" Lebih baik sama perempuan yang kamu pangku tadi , she is no bad " jawab Alice dengan tersenyum mengejek
Mata Danniel terbuka sempurna , benar dugaan nya kalau Alice salah paham
" Dia hanya jelang yang mencoba merayu aku Queen, dia tiba tiba datang terus mencoba menggoda ku , belum sempat aku menyingkirkan dia kamu keburu datang , please Queen trust me "
" Beneran aku nggak bakal macam macam sama jelang itu walaupun kamu tidak datang " Danniel masih terus berusa menjelaskan, dia takut dan khawatir kalau Alice meninggal kan diri nya lagi
" Iya in aja biar cepat , aku mau balik ke kantor , itu makan siang buat kamu " tunjuk Alice kepada paper bag yang ia bawa tadi.
Danniel langsung berdiri mengambil paper bag itu lalu mengeluarkan isi nya .
" kamu masak sendiri ? Terimakasih Queen " ucap Danniel bahagia dengan senyuman yang lebar.
" Hemmmm ...." gumam Alice sambil berdiri bersiap untuk keluar dan pergi dari sini
__ADS_1
Belum sempat Alice melangkah dia di tarik oleh Danniel hingga jatuh ke pangkuan pria itu.
" Jangan pergi " rengek nya manja
Alice sedikit kaget tetapi berusa untuk biasa saja dan berusaha bersikap sesantai mungkin . Ia masih bingung dengan mood Danniel yang cepat sekali berubah .
Tadi masih marah saat melihat diri nya dan juga Bagas , terus memelas sambil memasang wajah sedih . Sekarang malah merengek manja seperti balita.
" aku susah nafas Niel " ketus Alice , di peluk dengan erat tentu saja membuat diri nya susah bernafas.
" Maaf " Sendu Danniel dengan mata yang sudah berkaca kaca , diri nya tidak suka di mars Alice.
Alice menghembuskan nafas nya kasar
" Queen jangan marah " ucap Danniel pelan , entah kenapa kemarahan Alice menjadi ketakutan sendiri bagi nya.
" Aku tidak marah , cepat makan sana , aku harus balik ke kantor"
" bisa temenin aku makan " pinta Danniel dengan wajah memelas.
Alice mengangguk singkat membuat Danniel tersenyum lalu membuka kotak bekal dengan berbinar.
__ADS_1