
" Saya harap setelah ini tidak akan ada lagi kejadian yang seperti ini "
" Baik Bu .." jawab mereka semua penuh hormat
Sedari tadi ponsel Alice terus bergetar tapi ia abaikan karena ingin menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu .
Dan di sini lah Alice sekarang, berdiri di podium dan di tonton oleh ratusan mahasiswa dan mahasiswi beserta rektor dan dewan penting lain nya.
" Perkenalkan nama saya Alice Olivia hansen saya adalah pemilik dari universitas ini ".
" Saya mohon maaf yang sebesar besar nya atas ada nya tindakan bullying dan juga beberapa dosen yang bersikap kurang sopan pada kalian
Dan kepada korban saya meminta maaf atas nama pribadi dan universitas
Dan untuk para pelaku mereka sudah saya singkirkan dari universitas ini dan saya jamin ini tidak akan terjadi lagi hal semacam itu , sekarang kalian bisa kembali belajar dengan tenang ....
Dan saya juga ingin minta maaf kalau ada dari kalian yang pernah menjadi keisengan kejahilan dan kenakalan adik saya Arleon ...
Sekali lagi maaf dan terimakasih "
Dan sorak ramai pun terdengar dari penonton menjadi penutupan semua
Drt ....
Drt ....
Drt ...
Drt ...
" Ada apa Luc ..."
__ADS_1
" Bisa kerumah sakit sekarang , keadaan Danniel sedang gawat , ia menabrak pembatas jalan kemarin .."
" S!!t ..." umpat Alice
" Language Al "
Klik ...
Panggilan terputus karena Alice sudah berlari menuju parkiran dan menjalankan mobil nya dengan cepat
Setelah tiba di rumah sakit dan bertanya kepada receptionist di mana letak kamar Danniel , Alice langsung bergegas menuju kamar VVIP yang menjadi kamar pria itu.
Setiap langkah Alice berdoa semoga pria itu baik baik saja , ia sangat khawatir sekarang , banyak pikiran buruk tentang kondisi pria itu membuat Alice bertambah khawatir.
Setelah menemukan ruang inap terdengar keributan dari dalam tanpa basa basi Alice langsung membuka pintu nya
Dan apa yang Alice lihat sungguh mengerikan
pria dengan kepala yang terdapat perban , di wajah nya terdapat beberapa luka goresan kecil , leher serta kaki terpasang gips .
Benar benar di luar dugaan bukan.
FLASHBACK END
*
" Jadi cerita nya kamu beneran mau bunuh diri .."
" Pulang sana .." usir Danniel ketus
" Ngusir aku nih , ke kanak kanak kan sekali " jahil Alice sambil mencolek pundak Danniel
__ADS_1
" Aku mau istirahat , silahkan keluar pintu nya ada di sana "
" Obat tablet atau pilih obat yang di suntik " tanya Alice dengan datar
....
-_-
" Oke fine "
Alice mengambil suntikan yang sudah di siapkan oleh perawat tadi . Lalu memegang pinggang Danniel untuk di miring kan
" Hei ... Hei ... Hei ... Kamu mau ngapain " Danniel bertambah panik ketika celana nya ingin di plorotkan .
" Ini nama nya pelecehan seksual , jangan di suntik ! Oke aku minum obat nya "
Argh ....
" To latte " ucap Alice bangga karena sudah berhasil menyuntikkan pria itu.
" ini nama nya penganiayaan " ucap Danniel marah
" ya .... Ya ... Ya ... Ya ... Terserah " sahut Alice sambil memutar bola mata nya malas
" sini tangan nya biar aku pasangin lagi jarum infus nya .. "
Pinta Alice sambil duduk di pinggir ranjang pasien yang sangat bandel ini
" Tidak usah " tolak Danniel
" Coba sini tatap aku ..." ucap Alice dengan nada lembut
__ADS_1
Pria itu masih saja tak bergeming
Alice lalu memegang lembut wajah Danniel yang tak mau menatap nya membelai lembut rahang pria itu , sehingga kini mata pria itu menatap langsung netra kecoklatan milik nya