
Keadaan jauh dari kata baik baik saja , baju yang sudah berantakan . Rambut acak acakan , wajah putih nya berubah menjadi merah entah karena mabuk atau emosi yang masih menguasai diri nya.
Seorang wanita cantik dengan dres ketat bahkan terlihat ada beberapa tatto di tubuh nya. Wanita itu mendekati Danniel yang tengah mabuk berat.
" Seperti nya kau sudah terlalu banyak minum , lebih baik berhenti sebelum kau mati " ucap wanita itu memperingati
Ha .. Ha .. Ha..
" aku baru saja mimpi buruk ..." sahut Danniel yang sudah sepenuh nya dalam pengaruh alkohol.
" Leon sialan !!" umpat wanita itu jengkel , dengan sekali sentak wanita itu menarik tubuh Danniel menyeret nya keluar dari club , Danniel hanya mengikut dengan langkah yang sempoyongan.
Netra biru itu terbuka mengerjap , terbuka secara perlahan seakan membiasakan dengan cahaya matahari dari balik jendela yang tirai nya terbuka , kepala nya masih sangat pusing.
Diri nya bangun dengan memegang kepala nya yang terasa sangat berat sekali.
Ia melirik jam yang terpasang di dinding mata nya melotot kaget , sudah berapa lama sebenar nya diri nya tertidur ini , bahkan sekarang sudah puku 16.07 sore.
__ADS_1
Ia bergegas bangun sesekali langkah nya masih sempoyongan , kesadaran nya masih belum kembali sepenuh nya.
Ia mengambil satu tablet painkillers lalu meminum langsung dan bergegas membersihkan diri.
Saat air dari shower membasahi Kepa dan tubuh nya Danniel seakan tersadar apa yang telah terjadi semalam.
" Sialan " desis nya
Entah bagaimana diri nya bisa sampai kembali ke rumah dengan selamat , setelah mabuk berat , bukan itu masalah nya sekarang tapi kejadian yang mengguncang jiwa nya bukan lah mimpi yang dia pikirkan.
Ia bergegas menyelesaikan mandi nya lalu keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
Ia terlebih dahulu membuka pesan tersebut yang berisi beberapa foto yang membuat nya kesulitan untuk bernapas.
Terdapat tiga orang yang berbeda usia tengah berada di kebun binatang , terlihat seperti keluarga bahagia.
Nafas Danniel kembali sesak , jantung nya berdetak sangat kencang seperti tidak bisa di kendalikan
__ADS_1
Di sana ada Alice yang tengah menggendong seorang balita dan ada Lucas di sana , di samping gadis nya, walaupun foto itu di ambil dari belakang dan ada juga yang dari samping dengan jarak yang cukup jauh Danniel sungguh masih bisa mengenali nya.
Ia bergegas berganti pakaian untuk pergi mencari jawaban dari semua ini.
" Aku mohon Queen semua ini tidak benar seperti yang difikirkan ku" lirih nya pelan .
Pergi ke mansion keluarga HANSEN adalah tujuan nya , karena di sana diri nya pasti menemukan jawaban apa yang selama ini ia cari.
" Selamat datang tuan " sapa ramah salah satu maid yang sedang di depan rumah lalu membukakan pintu
Danniel langsung masuk menuju ruang keluarga tempat biasa nya anggota keluarga ini berada.
Benar saja di sana ada Viona yang sedang membaca majalah di temani salah satu menantu perempuan nya.
" Sore mom...." sapa Danniel berusaha bersikap biasa saja , sebelum pergi tadi Danniel sempat meminum pil penenang nya agar kewarasan nya tetap terjaga.
" Sore Niel...." balas kedua wanita itu.
__ADS_1
" Mom ada yang ingin Danniel bicarakan, hanya berdua " tegas nya.