
" Ini kan lagi musim hujan mom , bisa bisa nya pernikahan ka Vin berubah menjadi becek " sahut Alice
" Benar juga ..." sahut Delvin
" Sebaik nya kamu bicarakan sama calon istri mu , mau pesta pernikahan seperti apa , nanti biar mommy dan Kaka ipar mu yang mengurus semua nya ". Ujar Dion menengahi.
" Ya begitu lebih baik "
Di tengah pembicaraan saling bersahutan itu Alice terus memperhatikan Dady dan juga Abang nya yang terlihat sedang tidak baik baik saja .
" Apa ka Domanic , dan Abang sedang ada masalah" tanya Alice sambil menatap kedua orang itu secara bergantian , membuat semua nya diam karena pertanyaan Alice Di luar pembahasan mengenai acara pernikahan.
" Tidak ada princess , hanya masalah kantor biasa , tidak usah di difikirkan " jawab Domanic dengan tersenyum tipis.
" Kalau kakak " desak Alice
" Kaka hanya sedikit lelah sayang ..." jawab Aldi.
Alice hanya mengangguk pura pura percaya.
Semua sudah masuk ke kamar masing masing Termasuk Alice , Alice Tengah berjalan mondar mandir sambil menghubungi Danniel tetapi sayang nya no itu tidak aktif , membuat Alice sedikit khawatir.
Mungkin besok Alice akan mendatangi perusahaan Alexander William company untuk menemui pria itu.
__ADS_1
*
Dan benar saja pada saat jam makan siang Alice keluar dari perusahaan nya ingin pergi menemui Danniel akan tetapi baru saja ia mengendarai mobil nya ada panggilan masuk dari nomer yang tidak di ketahui menghubungi nya.
" Hallo selamat siang , apa benar ini dengan ibu Alice ..?"
" Iya saya sendiri "
" Apa anda wali dari mahasiswa yang bernama Arleon "
" Iya benar "
" Bisakah anda datang ke kampus Sekarang juga , karena Arleon terlibat perkelahian dengan mahasiswa lain nya"
Rasa nya Alice ingin ngumpat anak itu ada ada saja kelakuan nya .
Dia langsung berbelok menuju ke kampus yang sekarang sudah resmi menjadi milik nya , walaupun tidak banyak orang yang mengetahui.
Kalau Domanic mendapatkan beberapa hotel dan juga punya perusahaan sendiri.
Aldi meneruskan perusahaan keluarga.
Delvin mendapatkan rumah sakit dari alm kakek dari pihak keluarga Dion.
__ADS_1
Dan Alice sendiri di berikan sebuah universitas milik alm kakek dari pihak Viona, sebelum nya Viona lah yang mengurus nya sekarang sudah resmi berpindah tangan menjadi milik Alice.
Kedatangan Alice menjadi pusat perhatian bagaimana tidak , gadis itu datang menggunakan mobil dengan harga lima puluh milyar , sebuah Buggati Veyron berwarna hitam.
Di tambah dengan kecantikan yang Alice miliki , di tunjang dengan tubuh sempurna dengan tinggi bak model super papan atas .
Banyak nya pasang mata pria yang memperhatikan Alice dengan tatapan lapar bahkan para wanita turut memperhatikan gadis itu.
Alice berjalan dengan elegan terkesan sangat dingin melangkah menuju salah satu dekan yang sudah ia hafal letak nya.
" Selat siang ..." sapa Alice ketika membuka pintu
Di sana sudah ada seorang pria kira kira yang sudah berumur kepala tiga tahunan yang sedang duduk di balik meja
Dan ada wanita paruh baya menggunakan hijab duduk di sebelah pria dengan wajah yang penuh lebam
Juga ada gadis yang terlihat berpakaian cukup seksi untuk sekedar di kampus.
Dan si pelaku utama Arleon sedang duduk santai sambil memainkan ponsel nya.
" Silahkan duduk Bu ...." ucap pria yang menelepon Alice tadi
Alice lalu duduk tetap di sebelah Leon .
__ADS_1
" Jadi bisakah anda jelaskan ada apa ini " tanya Alice datar.