
" Aku anggap sebagai pujian " sahut bella tak tahu malu
" Ada perlu apa anda datang ke sini " tanya Danniel datar
Tanpa basa basi Bella duduk di pangkuan Danniel
" Hanya ingi bertemu dengan mu " bales Bella dengan suara yang sedikit mendesah.
" turun " desis Dennis tajam
Tok .... Tok ... Tok
Lalu pintu terbuka
" Ops ... Sorry " ucap suara yang baru saja membuka pintu.
Seolah tidak terganggu sama sekali dengan apa yang ada di depan nya , ia terus berjalan menghampiri dua orang di sana .
Danniel terkejut melihat siapa yang datang , bahkan seolah tidak sadar kalau di pangkuan nya terdapat seorang wanita cabe cabean.
Jantung nya serasa mau loncat , melihat Alice datang menemui nya , ada rasa hangat dan bahagia di dada nya.
Gadis itu terus berjalan mendekati lalu menaruh sebuah paper bag di meja kerja milik nya.
__ADS_1
" Aku hanya ingin menyerahkan ini , titipan dari Queen kata nya , dia khawatir dengan keadaan mu" sarkas Alice lalu berbalik pergi meninggalkan nya dengan gaya nya yang anggun namun terlihat angkuh. Bahkan Alice memberikan tatapan cemoohan nya untuk wanita yang sedang berada di pangkuan Danniel.
Seakan tersadar dengan keadaan setelah pintu ruangan nya di tutup setelah Alice pergi
" Argh" umpat Danniel kencang lalu mendorong Bella hingga terjatuh.
" Sudah ku peringatkan untuk tidak macam macam "
Plak. ..
Plak. ...
Danniel menampar Bella dengan kencang lalu mencekik leher wanita itu.
Danniel lalu membenturkan kepala Bella ke tembok.
" Jangan pernah datang ke sini lagi atau perusahaan ayah mu akan aku hancur kan " ancam Danniel dengan tajam
Bella ketakutan sekaligus kesakitan akibat di tampar dan kepala nya di benturkan ke tembok , seperti nya ia sudah salah target .
Danniel lalu keluar dari ruangan dengan sangat tergesa gesa hanya untuk mengejar Alice .
Danniel tidak menemukan Alice padahal diri nya sudah berlari sangat kencang untuk mengejar Alice , bahkan kini ia sudah berada di lobby tetapi seperti nya ia terlambat Alice sudah pergi.
__ADS_1
Nafas nya memburu , ia takut Alice akan semakin menjauh , membuat diri nya tak mempunyai kesempatan lagi.
" Jelang sialan !" desis danniel lihat saja apa yang akan ia lakukan.
Diri nya memutuskan akan kembali lagi ke dalam ruang nya dengan langkah yang lelah.
Pasti Alice berfikir macam macam dengan apa yang ia lihat tadi , hubungan diri nya dengan Alice bukan nya membaik malah semakin kacau.
Danniel mengacak kembali rambut nya yang sudah berantakan , hingga langkah nya berhenti melihat apa yang ada di depan
Gadis itu ada di sana berjalan sambil memegang cup minuman sesekali tertawa dengan asisten nya sendiri.
" Bagas" lagi lagi Danniel mendesis tajam
Sialan bisa bisa nya gadis itu tertawa renyah dengan pria lain sementara diri nya kacau begini.
" Dari mana kalian " tanya Danniel datar ketika sudah berada di depan ke dua orang ini .
" Dari kantin , Bagas traktir " sahut Alice ramah sambil menunjuk kan cup di tangan nya.
Danniel menghembuskan nafas nya agar tidak lepas kendali , ia mengambil dompet yang berada di saku belakang , lalu mengeluarkan beberapa lembar uang yang berwarna merah .
" ambil buat ganti " lalu Danniel menarik tangan Alice membawa nya ke lift untuk naik ke atas ruangan nya.
__ADS_1
Bagas hanya menatap bingung dengan lembaran uang merah yang berada di tangan nya.