
Kedua gadis kecil minta di pangku , tentu saja ia tidak menolak gadis gadis kecil ini sangat menggemaskan.
"Aurora sama angel duduk di kursi saja ya nak , nanti baju uncle Niel kusut " pinta Della yang langsung di tolak oleh kedua bocah itu .
" it's okay ka " Jawab Danniel
" apa kamu gugup " tanya Della
" sedikit , apa dia ada di sini ka?"
" memang kenapa kalau dia ada di sini " sahut Aurel ketus , masih memiliki dendam kesumat.
" Ya gue siap nge bucin lagi " jawan Danniel cuek.
" Heh dia sudah puny " ucap Aurel terputus karena suami nya memperingati untuk diam.
" Dia sudah punya?" tuntut Danniel sambil menaikan sebelah alis nya.
Tidak ada yang mau menjawab sampai Dion dan Viona tiba di meja mereka untuk menyapa .
" Selamat ulang tahun pernikahan nya oppa omma " ucap mereka bergantian , tanpa terkecuali , semenjak pasangan paruh baya itu memiliki cucu mereka minta di panggil oppa omma untuk orang orang Ter dekat saja .
__ADS_1
Danniel hanya duduk dan menunduk ada rasa segan dan bersalah telah menyakiti putri di keluarga HANSEN
"Danniel apa ada sesuatu di bawah sana" Tanya Viona dengan suara lembut khas milik nya .
Danniel langsung berdiri dan memeluk tubuh Viona sambil bergumam dengan pelan " Maaf , maafin Niel "
Viona tahu akan maksud pria tampan yang kini telah memeluk nya sambil berkata maaf dengan lirih " tidak apa apa kami tidak marah , kemana pergi nya pria mommy yang kuat hmm"
Danniel melepas kan pelukan sambil menggelengkan kepala nya.
" mengapa tidak pernah datang lagi ke rumah , apa kamu sudah melupakan mom dan dad"
" Kau terlihat lemah sekarang son" ucap Dion
Danniel mengangguk membenarkan ucapan pria paruh baya di depan nya itu .
" apa mom , dad tidak marah dengan Niel "
" Tentu saja kami marah , tapi itu sudah berlalu dan kami bukan orang pendendam apa lagi sama putra nya sendiri" . Jawab Viona tulus dengan senyuman yang sangat manis .
" ya sudah kami menyapa tamu lain dahulu , tetap di sini sampai acara puncak "
__ADS_1
" Pasti dad , and happy anniversary " bales Danniel sambil memeluk Dion singkat .
Danniel terus memperhatikan sekitar tetapi tidak ada tanda tanda bahwa putri bungsu Hansen hadir .
Semangat ayang terus berkobar semenjak mendapatkan undangan kini kian memudar , pasangan suami istri di atas sana bahkan sudah meniup lilin di temani anak menantu dan cucu mereka .
Seperti nya Alice benar benar tidak hadir , rasa nya Danniel ingin menangis sekarang dan berteriak menanyakan kemana gadis pujaan hati nya berada.
Hingga terdengar suara bariton Dion
" Selamat malam semua nya , terimakasih karena sudah hadir di acara ulang tahun pernikahan kami , selain itu ada sesuatu yang akan kami umumkan "
jantung Danniel berdetak dengan kencang
" kami akan memperkenalkan seseorang yang menjadi sumber kebahagiaan untuk keluarga HANSEN , dia adalah putri bungsu kami , princess Hansen "
Kini bukan cuma berdegup dengan kencang , rasa nya jantung Danniel akan segera loncat keluar.
Ia bisa melihat seorang gadis cantik Tengah berjalan menaiki podium,
Gadis itu menggenakan dress panjang tanpa lengan berwarna gold dengan punggung terbuka , make up tipis dengan lipstik berwarna peach , rambut coklat yang di biarkan tergerai indah , gadis itu sangat cantik malam ini , bahkan terlalu cantik.
__ADS_1