THE OBSESSION

THE OBSESSION
Episode 31


__ADS_3

" Queen suapin .." lagi lagi Danniel merengek manja


Sebenar nya Alice gemas dengan Danniel yang seperti ini , ia belum pernah melihat sifat manja ini sebelum nya.


Alice juga tidak kuasa menolak permintaan Danniel dengan tatapan polos bak seorang balita.


*


Hari ini Danniel senang sekali bisa bertemu dengan gadis nya , terus ia di bawakan makanan , di suapin pula , terserah para pegawai nya mau bilang apa karena melihat diri nya senyum senyum sendiri .


bahkan hingga pulang kantor sampai ke apartemen rasa senang bagi nya tidak bisa terkikis sedikit pun.


Malam ini Danniel akan putus kan Ngampel ke tempat Alice dan membawa kan Hadiah sebagai bentuk terima kasih atas bekal nya tadi siang.


Waktu nya mandi dan dandan setampan mungkin sampai membuat Alice tidak bisa berpaling dari nya.


Danniel mampir dulu ke toko bunga untuk membelikan Alice hadiah berupa bucket bunga yang sangat cantik sekali. Tidak lupa juga coklat kesukaan gadis nya.


Dengan senyum yang sedari tadi terus menghiasi diri nya , ia berjalan memasuki gedung apartemen mewah di mana gadis nya tinggal.

__ADS_1


Ia menuju lantai paling atas di mana unit gadis nya berada , ia lalu menekan tombol bell pintu setelah menemukan tempat yang di tuju


Jantung Danniel berdebar dengan sangat kencang , menunggu pintu terbuka , diri nya seperti remaja belasan tahun yang baru pertama kali pergi ke tempat pacar nya.


He he he he


Danniel terkekeh geli sendiri betapa konyol diri nya sekarang.


Tetapi semua nya hilang dalam sekejap melihat siapa yang membukakan pintu .


Wajah yang sedari tadi siang selalu di penuhi senyuman kini berubah menjadi datar dengan tatapan mata yang tajam , tangan nya terkepal , rahang nya mengeras


Pria dengan rambut acak acakan tanpa baju , memperhatikan perut sixpack yang sempurna, menggunakan celana panjang hitam dari kain sutra


Sedangkan si pria yang membuka kan pintu hanya menatap Danniel datar.


" Daddy kok lam..." terdengar suara dari dalam , suara yang sangat Danniel hapal siapa pemilik nya.


" Tunggu sebentar mami..." sahut Lucas manis sambil menyeringai menatap Danniel , pria yang membuka pintu tidak lain adalah Lucas .

__ADS_1


Danniel tidak mengerti dengan apa yang terjadi sekarang , pikiran nya menjadi kosong seketika sekarang.


Dia tidak ingin berfikir macam macam , Danniel mm memegang dada nya yang terasa sakit , seperti ada yang menusuk di sana .


Danniel berusaha menghalau semua , berbagai macam pikiran yang muncul di otak nya dengan cara memukul mukul Kepala nya.


" Ap..... Apa maksud semua ini ?"


Dada Danniel bergemuruh terasa sesak dan panas lebih baik diri nya pergi dari pada mengetahui sesuatu yang bisa membuat jantung nya meledak atau lebih parah membuat diri nya mati berdiri sekarang juga.


Danniel berjalan tertatih tatih bahkan sesekali ia meraba dinding menjadi tumpuan langkah nya yang membuat terasa berat , bahkan tangan satu lagi mencengkram dada nya dengan kuat.


Sakit , sangat sakit bahkan netra biru itu terlihat berkaca kaca menahan tangis.


Tidak ..... Tidak


Ha .. Ha .. Ha ..


Ia tertawa hambar di setiap langkah nya merasa sedeng di permainkan oleh takdir .

__ADS_1


Lebih baik diri nya menganggap ini hanya mimpi buruk , ya benar ini hanya mimpi buruk , mimpi yang sering tiap malam menghantui nya.


Dan kini diri nya tengah berada di sebuah club malam , ia menumpahkan semua nya dengan meminum alkohol secara terus menerus.


__ADS_2