
" Jangan pernah sentuh keluarga saya lagi atau anda akan tahu akibat nya!!" peringatan Alice dengan tatapan yang tak kalah tajam.
" Apa saya sedang di ancam , ha ha ha " Fernandez lalu tertawa hingga terbatuk batuk , merasa lucu karena diri nya tengah di ancam oleh anak yang masih bau kencur.
Alice tidak memperdulikan Fernandez yang tengah mempertawa kan diri nya.
Ia berdiri sambil melirik dua wanita yang berada sisi kanan dan kiri pria paruh baya itu.
Alice mengenal salah satu dari wanita yang tengah duduk di sisi kanan tua Bangka ini , sangat mengenal bahkan !
" Saya masih punya kejutan untuk anda tuan Fernandez! Dan saya peringatkan sekali lagi berhenti bermain main dengan keluarga saya!" lalu Alice pergi dengan gaya yang anggun dan angkuh sekali.
Masih berjalan melewati banyak nya manusia yang tengah menari nari mengikuti irama musik yang begitu kencang.
Tiba tiba tubuh nya di tarik di bawa berjalan dengan tergesa gesa , Alice ingin memberontak tetapi tidak jadi melihat siapa yang tengah menyeret diri nya keluar dari tempat berisik ini .
__ADS_1
Ia di masukan ke dalam mobil lalu pria itu juga ikut masuk duduk tepat di sebelah nya , lalu menjalankan mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Rahang pria itu mengeras , bahkan telapak tangan nya memutih karena terlalu erat mencengkram stir mobil.
Alice hanya duduk diam , tidak merasa terganggu sedikit pun dengan pria yang berada di samping nya , hingga mobil berhenti di pinggir jalan , bahkan butuh beberapa menit hingga pria itu berbicara karena menurun kan emosi nya terlebih dahulu.
" Kamu tahu bagaimana khawatir nya aku mendengar kamu pergi ke tempat seperti itu dengan pakaian seperti ini Queen " ucap pria itu lirih . Siapa lagi kalau bukan Danniel.
Sementara itu di tempat yang berbeda tuan Fernandez yang masih berada di club meminum banyak alkohol untuk melampiaskan semua amarah nya , hingga pria tua itu mendapatkan telepon yang membuat diri nya mengamuk , membanting semua minuman dan gelas yang berada di atas meja.
Gudang penyimpanan senjata api milik nya terbakar.
Setelah beberapa hari yang lalu ia berbicara dengan Alice , Danniel mengutus kan orang untuk selalu mengawasi pergerakan gadis nya .
Ia sangat takut kalau gadis itu kembali menghilang , katakan diri nya gila atau apa lah itu , diri nya tidak peduli , yang pasti diri nya akan selalu mengawasi kemana pun Alice pergi dan akan membuat Alice kembali ke dalam pelukan nya.
__ADS_1
FLASHBACK
Dua orang tengah duduk di kursi yang berada tepat di depan ruang rawat VVIP milik Dion.
Sebenar nya ini bukan waktu dan tempat yang tepat , tetapi Danniel sudah tidak bisa menahan diri nya lagi.
" how are you my Queen"
" as you see , I'm not good you know " Sahut gadis itu dengan nada datar
Danniel menghembuskan nafas nya kasar , ia tak suka wajah datar Alice
" So.... sorry " suara Danniel sedikit tercekat saat mengucapkan kata yang seharusnya dari dulu ia katakan kepada gadis nya.
" For what "
__ADS_1
" Untuk semua nya , maaf pernah membentak kamu , maaf karena tidak mempercayai kamu , maaf atas semua kebodohan aku dulu " ucap Danniel sedih , rasa nya ia ingin menangis sekarang.
" Aku sudah maafin kamu , itu hanya masa lalu , aku udah lupain semua nya " jawab Alice masih dengan wajah yang datar