The Owner Of Sealed Sword

The Owner Of Sealed Sword
Iblis Yang Tertidur Nakagami


__ADS_3

Saat sampai didepan rumah.


“Arya, sampai jumpa disekolah,” ucap Ayana.


“Eh.. ah, yah,” ucapku.


Kami berdua masuk kerumah masing masing.


“Aku pulang,” ucapku.


Aku melepas sepatuku dan meletakaknnya pada tempatnya.


Kuberjalan menuju kamar, saat sampai di kamar aku melompat ke kasur dan


berguling-guling ke kanan dan ke kiri.


“Ahh… kenapa perasaan malu ini masih terasa,”ucapku dalam


hati gelisah.


Aku mencari cara melupakannya, akhirnya aku berniat untuk


membuat makanan berhubung aku juga lapar. Tapi tiba-tiba bel rumah berbunyi.


Ting… ting….


“Sebentar,” teriakku sambil berjalan keluar.


“Sapa sih, malem-malem begini bertamu?”tanyaku dalam hati.


Saat kubuka pintu rumah ternyata….


“Eh, ada apa Ayana?” tanyaku.


“Boleh aku tinggal bersamamu?” tanya Ayana malu.


“Ehh….”jawabku terkejut.


“Jangan pikir yang aneh-aneh, karena orang tuaku pergi


mendadak karena pekerjaan rumahku dikunci dan aku lupa meminta kuncinya.


Lagipula aku sudah izin kak Ria,” ucap Ayana.


“Jadi begitu, kalo kak Ria setuju sih aku gak apa-apa. Kalo


begitu silahkan masuk, Ayana,”balasku.


Ayana  menurutiku dan


berjalan masuk.


“Permisi,” ucap Ayana.


“Kamu duduk disini dulu ya….” Ucapku.


Dia mengangguk lalu aku menuju dapur dan membawa makanan


menuju ruang tamu.


“Maaf membuatmu meunggu,” ucapku.


“Tidak apa-apa,” balas Ayana.


“Tidak usah terkejut, ini adalah masakanku sendiri dan


rasanya pasti enak,” ucapku  dengan


percaya diri.


“ye… belum tentu,” balas Ayana nengejek.


Tanpa lama-lama kami mulai menyantap makanan tersebut. untuk


pertama kalinya Ayana bingung dan takut, tapi lama kelamaan dia mulai memakan


semua masakanku.


“Katanya tidak enak, Ayana” ucapku meinynidir.


“Jangan salah paham dulu, aku makan masakanmu karena kasihan


melihat mukamu itu hhahaha….” Balas Ayana mengejek.


“Oh begitu,” ucapku tersenyum.


Setelah lama kami berbincang dan sudah larut malam aku


memutuskan untuk mengakhiri percakapan dan membersihkan piring-piring kotor


itu. Setelah menyelesaikannya aku memberi tahu kamar yang akan ditempati Ayana.


Ditengah dia kemas-kemas aku menuju kamarku.


Saat sampai dikamar aku langsung melompat ke kasur dan tanpa


sadar aku malah tertidur.


***DI DUNIA MIMPI***


Saat membuka mataku terdapat hamparan berwarma hijau.

__ADS_1


“Ini pasti dunia mimpi,” ucapku.


“Betul, seperti yang kaukatakan ini dunia mimpi,” balas


seseorang.


“Kamu,” ucapku terkejut.


“Ah.. merepotkan sekali, karena nama kita sama membuat kita bingung


untuk memanggil satu sama lain lebih baik berikan aku nama panggilan,” ucap


seseorang itu


“Betul juga,” balasku.


Aku berpikir untuk mencari nama yang bagus.


“Bagaimana kalo aku panggil kamu, Kaze?” tanyaku.


“Boleh juga, kamu mengambil nama itu dari nama margamu kan. Ah…


tapi biarlah,” balas Kaze.


“Maaf aku kurang pandai memberi nama,” ucapku.


Untuk beberapa menit kami hanya berdiam diri saja.


“Ada urusan apa memanggilku, Kaze?” tanyaku.


“Ah… hampir saja aku melupakannya, untuk beberapa waktu


jangan gunakan kekuatanmu itu karena segel yang dibuat kak Ria mulai hancur satu-persatu sejak kamu melepas segel pertama itu, apalagi kau akhir-akhir ini merasa pusing kandan terkadang matamu buram kan?,” balas Kaze lalu bertanya.


“Yah, akhir-akhir ini aku mengalami gejala itu,” balasku.


Pada saat itu Kaze berjalan mendekatiku dan meletakkan tangan nya padaku lalu berbisik, ”Tidak usah khawatir aku yakin kamu yang sekarangbisa mengatasinya, tapi perlu kamu ingat semakin kamu memiliki kekuatan semakin besar juga persentase iblis itu menguasai dirimu.”


Aku yang saat itu hanya terdiam, dan merasakan ketakutan


yang luar biasa.


“Meskipun begitu, aku akan tetap mempercayaimu Iblis yang


tertidur Nakagami,” ucap Kaze.


********************************************


“Arya, bangun kita akan terlambat lo,” teriak Ayana.


Karena teriakkan Ayana aku terbangun dari tidurku


“Sudah pagi ya,” ucapku


menuruni anak tangga. Tiba tiba seseorang mucul dari pintu dapur.


“Kamu lama sekali,” ucap Ayana cemberut.


“Ah.. maaf,” balasku.


“Cepat mandi sana, sarapan sudah siap,” ucap Ayana.


Setelah itu aku pergi ke kamar mandi, setelah mandi aku bersiap siap memakai seragam dan meuju ke dapur.


“Wah… kamu yang memasaknya?” ucapku terkejut.


“Yah…,” balas Ayana malu.


Aku segera duduk dan mengambil sepiring nasi dan mengambil ikan buatan Ayana, lalu menyantapnya. Tak disangka masakan ikan goreng biasa rasanya bisa se-enak ini, tanpa sadar aku makan dengan lahap.


“Bagaiamana, apakah enak?” tanya Ayana.


Sambil mengunyah makanan aku berkata,”Yah, ini enak sekali,”


“Syukurlah,” balas Ayana lega.


Saat menyantap makanan secara lahap tiba-tiba aku tersedak,“Ughuk… ughuk….”


“Ahahaha… makanya kalo makan pelan-pelan” ucap Ayana tertawa sambil memberikan air minum kepadaku.


Aku mengambil air minum itu dan meminumnya sampai tak tersisa.


“Terima kasih, Ayana,” ucapku.


“Tenang saja,” balas Ayana sambil tersenyum.


Setelah beres makan kami berdua pergi kesekolah bersama. Disaat


kami mau sampai gerbang sekolah ada seseorang yang berteriak.


“Selamat pagi, Ayana,” teriak seseorang.


Kami berdua menoleh kebelakang.


“Ahh.. ternyata Rina, selamat pagi,” balas Ayana.


Rina menatap kami berdua lalu berbisik ke Ayana, ”Jadi apakah ada perkembangan dengan hubungan kalian?”.


“Eh apa yang kamu katakan, Rina,” balas Ayana.


“Tidak usah malu-malu,” ucap Rina

__ADS_1


“Itu…,” ucap Ayana malu.


“Itu?” tanya Rina penasaran.


“Kami berpacaran,” bisik Ayana ke Rina.


“Wah…….. bohong kan,” teriak Rina.


“Rina, kecilkan suaramu,”


ucap Ayana


“Apa yang mereka bicarakan


sih?” tanyaku dalam hati.


Tak lama kemudian kami masuk


kedalam kelas, dan pelajaran pun dimulai.


***3 JAM KEMUDIAN***


Ding… dong.. ding.. dong….


Saatnya istirahat.


“Arya, kita ke kantin yuk,”


ajak Ayana.


“Eh… yah,” balasku.


Saat perjalanan menuju


kantin banyak anak-anak kelas lain yang membicarakan kami.


“Ehh bukankah, sejak hari


itu Ayana dan Arya semakin jadi dekat ya,”


“Iyh, tapi bukannya mereka


udah pacaran?”


“Tidak mungkin, gadis


secantik Ayana mau sama laki laki seperti dia,”


“Sepertinya aku akan jadi


bahan pembicaraan di sekolah ini,” ucapku dalam hati.


“Kenapa kamu berhenti, jika


tidak segera bel pelajaran akan segera dimulau,” ucap Ayana sambil menarik tanganku.


“Eh.. yah,” balasku bingung


Saat kami berdua sampai


dikantin kami membeli makanan dan pergi mencari tempat duduk. Saat ditengah


mencari tempat duduk kosong.


“Kalian berdua kemari,”


teriak Rina.


“Yah,” balas kami bersamaan.


Kami berjalan mengarah


tempat duduk yang disuruh Rina.


“Wahh.. kalian tambah deket


aja ya,” ucap Rina mengejek.


“Sudah cukup Rina… jangan


terus-menerus menggodaku,” ucap Ayana cemberut.


"Maaf-maaf," balas Rina


“Aku benar benar tak


mengerti apa yang mereka katakan,” ucapku dalam hati.


“Oh iya Arya, apakah kamu


sudah mengecek foto yang aku kirimkan?” tanya Rina.


“Foto?” balasku bingung.


Lalu aku mengambil handphoneku yang ada di saku celana karena kesulitan aku berdiri. Tapi saat aku berdiri tiba-tiba….


“Eh.. ada apa ini kenapa aku merasakan pusing yang berat dan


kenapa pandanganku buram,” ucapku dalam hati.


"Arya, ada apa?" tanya Ayana khawatir.

__ADS_1


Bruk…


“Arya ada apa?, Arya..!” teriak Ayana.


__ADS_2