The Owner Of Sealed Sword

The Owner Of Sealed Sword
Siapakah yang akan menang?


__ADS_3

“Hei manusia, ada perlu apa kamu sampai menerobos ke


kastilku?” tanya gadis roh pedang.


Tangan dan seluruh tubuhku gemetaran karena ucapannya, gadis


berambut panjang berwarna merah dan diikat serta warna mata merah darah.


“Jadi dia roh artifactku,” ucapku dalam hati sambil memegang


erat tangan kanan ku yang terluka.


Tak… tak….


Gadis roh itu berjalan mendekatiku.


Wush….


Ayunan pedangnya yang mengarah pada leherku.


“Cepat jawab pertanyaanku manusia hina tanpa tata karma!”


tegas gadis roh pedang.


Aku menelan ludah dan mulai berbicara,”Aku ingin menjalin


kontrak denganmu,”.


Gadis roh itu tidak menjawab dan membuat suasana hening yang


mencekam.


“Kenapa dia hanya diam saja, apakah aku akan gagal?” ucapku


dalam hati sambil memejamkan mata.


“Pufthh... hahahaha… manusia ingin menjalin kontrak


denganku?, apa kamu sedang bercanda? Hahaha….” Ucap gadis roh itu tidak bisa


menahan tawa.


“Eh?” ucapku kebingungan.


Sambil menarik pedangnya kembali ke sarung pedangnya dia


tertawa sambil berkata,“Hahaha… lucu sekali, membuatku tidak bisa berhenti


tertawa,”


“Aku kebingungan dengan sikapnya, tapi setidaknya dia


menarik kembali pedangnya kembali ke sarung pedangnya.” ucapku dalam hati.


“Fyuh… akhirnya bisa bebas juga,” ucapku pelan sambil


menghela nafas.


Aku menatap gadis roh itu, Tak seperti pertama kali


melihatnya muncul dengan tatapan tajam dan aura pembunuhnya yang pekat. Kali


ini dia seperti gadis biasanya yang tidak bisa berhenti tertawa karena


mendengar lelucon.


“Jadi, apakah kamu mau menjalin kontrak denganku?” tanyaku.


“Iya aku mau,” jawab gadis roh.


“Beneran,” teriakku terkejut.


“Dengan satu syarat, kamu bisa mengalahkanku melalui duel

__ADS_1


pedang,” ucap gadis roh.


“Eh,” balasku terkejut.


Wush… tang… tang….


Gadis itu melempar sebuah pedang tipis kepadaku.


Aku terkejut dengan syarat yang dia berikan, aku berjalan


mencoba mengambil pedang yang dia lempar dan mengambilnya. Kulihat sebentar


bentuk pedang itu, terlihat jelas bahwa pedang yang dia berikan adalah pedang


biasa.


“Apa-apaan ini dia memberiku katana, sedangkan dia menggunakan


pedang roh,” ucapku dalam hati kesal.


Sementara itu….


Wush….


Ayana dan kak Ria melompati gedung-gedung menuju ke hutan tanpa berhenti


sedikitpun.


“Ayana, setelah ini kita pergi kearah mana?” tanya kak Ria.


“Belok kanan dalam 10 meter,” balas Ayana.


Boom….


Sebuah ledakan besar terjadi seketika, kami beruntung bisa menghindarinya.


“Ayana, kamu tidak apa-apa?” tanya kak Ria.


“Ughuk… ughuk… aku tidak apa-apa, kak Ria” balas Ayana.


menghindari serangan lawan walaupun mempunyai kecepatan lebih dari hantaran


listrik.” Ucap laki-laki misterius yang muncul dari asap.


“Bukankah kamu terlalu berlebihan Rockl,” ucap gadis yang


berdiri dibelakangnya.


"Maaf-maaf, tapi melihat seseorang hancur tak tersisa itu sangat menyenangkan hahahhaha...." balas pria itu.


"Kalian!" teriak kak Ria geram


Lalu....


Aku yang bertanding pedang dengan roh, Ayana dan kak Ria


yang berusaha melawan musuh misterius yang tiba-tiba muncul begitu saja.


Tang… tang….


Suara benturan pedang dengan pedang terus menerus sampai-sampai membuat


dentuman yang sangat keras.


“Aku terus menerus menyerangnya dengan kekuatan penuh, tapi


dia tidak terluka dan dia tak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Dia seperti


sudah membaca semua pergerakanku,” ucapku dalam hati.


“Apa hanya segini kekuatan manusia yang ingin menjalin


kontrak denganku?” ucap gadis roh itu megejek.

__ADS_1


“Berpikirlah Arya, Ayana dan kak Ria pasti sedang berusaha


keras disana. Sedangkan aku, megalahkannya saja aku tidak bisa,” ucapku pelan.


Tubuhku yang melemah, dikarenakan rohku yang mulai kehabisan


tenaga. Pada dasarnya roh yang keluar dari tubuh memerlukan sebuah tenaga untuk


menjaga rohnya agar tidak berpisah dari tubuh, jika sampai roh terpisah dari


tubuh sepenuhnya maka bisa dibilang orang itu akan mati tetapi rohnya masih


hidup dan mengalami keabadian yang hampa.


Tang….


Seruangan kuat gadis roh itu membuatku terpental kebelakang.


Brak….


Aku menghantam dinding kastilnya.


Tang… tang….


Pedangku terlepas dari tanganku dan jatuh ketanah.


“Kuat sekali, ayolah Arya berpikirlah,” ucapku dalam hati.


“Ahh… aku sudah bosan, manusia kotot yang menerobos kastilku


harus dibunuh!” teriak gadis roh itu sambil mengeluarkan aura pembunuh yang


mencekam.


“Tekanan auranya yang besar membuatku tak bisa bergerak,


bagaimana ini aku harus segara menemukan cara! Kumohon berpikirlah, Arya!”


ucapku dalam hati.


“Aku akan membunuhmu!” teriak gadis roh.


**SUKAIPIASU


(Serangan yang dimana memfokuskan pedang pada satu titik menggunakan kedua


tangan, gerakan lurus tanpa berbelok untk menusuk hati lawan. Bukan hanya


tusukannya saja yang menggerikan tapi angin yang di belah oleh jurus ini


merupakan yang paling berbahaya, saat pengguna jurus bergerak lurus dia


menabrakkan angin dengan posisi yang sesuai untuk menciptakan tameng angin di


sekitar musuh agar jika musuh mencoba untuk lari maka angin yang digunakan


tameng itu akan menyayat tubuh hingga tak tersisa**).


“Tidak, ayolah Arya berpikir… ketemu!” ucapku dalam hati.


Klak… klakk….


Suara hentakan kakiku yang berusaha untuk berdiri demi menyeimbangkan tubuhku.


“Percuma saja lebih baik kamu diam dan mati!” teriak gadis


roh.


Aku berusaha menyeimbangkan tubuhku lalu melihat gadis roh


itu dengan aura membunuh lalu tersenyum dan berkata,”Biar kubuktikan seni membunuh yang


sebenarnya, aku mengorbankan indraku jadi terimalah kekuatanku ini.”

__ADS_1


"Aku tahu dampak dari menggunakan kekuatan ini, dengan membuang semua indraku selama seminggu. tetapi yang menghilang bukanlah indra yang ada pada tubuh melainkan pada rohku saja, maka dari itu aku berani bertaruh!" ucapku dalam hati dengan semangat membara.


JIKAN KONTORA.


__ADS_2