
“Hei manusia, ada perlu apa kamu sampai menerobos ke
kastilku?” tanya gadis roh pedang.
Tangan dan seluruh tubuhku gemetaran karena ucapannya, gadis
berambut panjang berwarna merah dan diikat serta warna mata merah darah.
“Jadi dia roh artifactku,” ucapku dalam hati sambil memegang
erat tangan kanan ku yang terluka.
Tak… tak….
Gadis roh itu berjalan mendekatiku.
Wush….
Ayunan pedangnya yang mengarah pada leherku.
“Cepat jawab pertanyaanku manusia hina tanpa tata karma!”
tegas gadis roh pedang.
Aku menelan ludah dan mulai berbicara,”Aku ingin menjalin
kontrak denganmu,”.
Gadis roh itu tidak menjawab dan membuat suasana hening yang
mencekam.
“Kenapa dia hanya diam saja, apakah aku akan gagal?” ucapku
dalam hati sambil memejamkan mata.
“Pufthh... hahahaha… manusia ingin menjalin kontrak
denganku?, apa kamu sedang bercanda? Hahaha….” Ucap gadis roh itu tidak bisa
menahan tawa.
“Eh?” ucapku kebingungan.
Sambil menarik pedangnya kembali ke sarung pedangnya dia
tertawa sambil berkata,“Hahaha… lucu sekali, membuatku tidak bisa berhenti
tertawa,”
“Aku kebingungan dengan sikapnya, tapi setidaknya dia
menarik kembali pedangnya kembali ke sarung pedangnya.” ucapku dalam hati.
“Fyuh… akhirnya bisa bebas juga,” ucapku pelan sambil
menghela nafas.
Aku menatap gadis roh itu, Tak seperti pertama kali
melihatnya muncul dengan tatapan tajam dan aura pembunuhnya yang pekat. Kali
ini dia seperti gadis biasanya yang tidak bisa berhenti tertawa karena
mendengar lelucon.
“Jadi, apakah kamu mau menjalin kontrak denganku?” tanyaku.
“Iya aku mau,” jawab gadis roh.
“Beneran,” teriakku terkejut.
“Dengan satu syarat, kamu bisa mengalahkanku melalui duel
__ADS_1
pedang,” ucap gadis roh.
“Eh,” balasku terkejut.
Wush… tang… tang….
Gadis itu melempar sebuah pedang tipis kepadaku.
Aku terkejut dengan syarat yang dia berikan, aku berjalan
mencoba mengambil pedang yang dia lempar dan mengambilnya. Kulihat sebentar
bentuk pedang itu, terlihat jelas bahwa pedang yang dia berikan adalah pedang
biasa.
“Apa-apaan ini dia memberiku katana, sedangkan dia menggunakan
pedang roh,” ucapku dalam hati kesal.
Sementara itu….
Wush….
Ayana dan kak Ria melompati gedung-gedung menuju ke hutan tanpa berhenti
sedikitpun.
“Ayana, setelah ini kita pergi kearah mana?” tanya kak Ria.
“Belok kanan dalam 10 meter,” balas Ayana.
Boom….
Sebuah ledakan besar terjadi seketika, kami beruntung bisa menghindarinya.
“Ayana, kamu tidak apa-apa?” tanya kak Ria.
“Ughuk… ughuk… aku tidak apa-apa, kak Ria” balas Ayana.
menghindari serangan lawan walaupun mempunyai kecepatan lebih dari hantaran
listrik.” Ucap laki-laki misterius yang muncul dari asap.
“Bukankah kamu terlalu berlebihan Rockl,” ucap gadis yang
berdiri dibelakangnya.
"Maaf-maaf, tapi melihat seseorang hancur tak tersisa itu sangat menyenangkan hahahhaha...." balas pria itu.
"Kalian!" teriak kak Ria geram
Lalu....
Aku yang bertanding pedang dengan roh, Ayana dan kak Ria
yang berusaha melawan musuh misterius yang tiba-tiba muncul begitu saja.
Tang… tang….
Suara benturan pedang dengan pedang terus menerus sampai-sampai membuat
dentuman yang sangat keras.
“Aku terus menerus menyerangnya dengan kekuatan penuh, tapi
dia tidak terluka dan dia tak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Dia seperti
sudah membaca semua pergerakanku,” ucapku dalam hati.
“Apa hanya segini kekuatan manusia yang ingin menjalin
kontrak denganku?” ucap gadis roh itu megejek.
__ADS_1
“Berpikirlah Arya, Ayana dan kak Ria pasti sedang berusaha
keras disana. Sedangkan aku, megalahkannya saja aku tidak bisa,” ucapku pelan.
Tubuhku yang melemah, dikarenakan rohku yang mulai kehabisan
tenaga. Pada dasarnya roh yang keluar dari tubuh memerlukan sebuah tenaga untuk
menjaga rohnya agar tidak berpisah dari tubuh, jika sampai roh terpisah dari
tubuh sepenuhnya maka bisa dibilang orang itu akan mati tetapi rohnya masih
hidup dan mengalami keabadian yang hampa.
Tang….
Seruangan kuat gadis roh itu membuatku terpental kebelakang.
Brak….
Aku menghantam dinding kastilnya.
Tang… tang….
Pedangku terlepas dari tanganku dan jatuh ketanah.
“Kuat sekali, ayolah Arya berpikirlah,” ucapku dalam hati.
“Ahh… aku sudah bosan, manusia kotot yang menerobos kastilku
harus dibunuh!” teriak gadis roh itu sambil mengeluarkan aura pembunuh yang
mencekam.
“Tekanan auranya yang besar membuatku tak bisa bergerak,
bagaimana ini aku harus segara menemukan cara! Kumohon berpikirlah, Arya!”
ucapku dalam hati.
“Aku akan membunuhmu!” teriak gadis roh.
**SUKAIPIASU
(Serangan yang dimana memfokuskan pedang pada satu titik menggunakan kedua
tangan, gerakan lurus tanpa berbelok untk menusuk hati lawan. Bukan hanya
tusukannya saja yang menggerikan tapi angin yang di belah oleh jurus ini
merupakan yang paling berbahaya, saat pengguna jurus bergerak lurus dia
menabrakkan angin dengan posisi yang sesuai untuk menciptakan tameng angin di
sekitar musuh agar jika musuh mencoba untuk lari maka angin yang digunakan
tameng itu akan menyayat tubuh hingga tak tersisa**).
“Tidak, ayolah Arya berpikir… ketemu!” ucapku dalam hati.
Klak… klakk….
Suara hentakan kakiku yang berusaha untuk berdiri demi menyeimbangkan tubuhku.
“Percuma saja lebih baik kamu diam dan mati!” teriak gadis
roh.
Aku berusaha menyeimbangkan tubuhku lalu melihat gadis roh
itu dengan aura membunuh lalu tersenyum dan berkata,”Biar kubuktikan seni membunuh yang
sebenarnya, aku mengorbankan indraku jadi terimalah kekuatanku ini.”
__ADS_1
"Aku tahu dampak dari menggunakan kekuatan ini, dengan membuang semua indraku selama seminggu. tetapi yang menghilang bukanlah indra yang ada pada tubuh melainkan pada rohku saja, maka dari itu aku berani bertaruh!" ucapku dalam hati dengan semangat membara.
JIKAN KONTORA.