The Owner Of Sealed Sword

The Owner Of Sealed Sword
Siapa?


__ADS_3

Tang….


Tang… sudah 30 menit sejak pertarungan ini dimulai.


“Tidak


buruk juga, aku akui kemampuanmu” ucap Naufal.


Aku tidak


memperdulikan apa yang dia katakan, tapi yang jelas aku sudah kelelahan.


“Gawat, jika begini terus lama-kelamaan aku yang akan kalah,” ucapku dalam hati.


“Ada apa Arya, kenapa kau menghindar terus?” ucap Naufal.


“Aku harus mencari kelemahannya, tapi kecepatannya sulit untuk aku imbangi,”ucapku dalam


hati.


Aku


terus-menerus menghindari serangannya itu..


Tang… bruk…


Aku sudah


mulai kehabisan stamina dan membuatku ambruk.


“Ehh, mana


kesombonganmu yang tadi?” tanya naufal.


Aku berusaha


untuk bangkit lagi.


“Memangnya


dia bisa apa melawan, Naufal.”


“Betul,


dia hanyalah maniak penyendiri.”


Saat aku


mendengar kalimat mereka membuatku hilang semangat. Tapi….


“Itu semua


tidak benar,” teriak seseorang.


Seketika suasana


menjadi hening. Aku mencoba untuk bangkit perlahan dan memalingkan wajahku


menuju sumber suara,


“Ayana?”


ucapku pelan


“Bukankah kau


sudah janji Arya, jadi kumoho berjuanglah.” teriak Ayana


“Benar,


aku sudah berjanji padanya,” ucapku sambil berusaha menyeimbangkan badan


“Bersiaplah


Naufal, kali ini aku akan serius dan akan mengalahkanmu,” ucapku penuh percaya


diri


“Kau mau


bilang selama ini kau tidak serius!” gertak Naufal


“Akan aku


tunjukan kekuatanku sebenarnya,” ucap Naufal


HAKAKEN


RYUSEN


** (Serangan yang dimana memfokuskan ujung pedang**


pada satu titik dan menusuk targetnya).


“Akhirnya,”


ucapku dalam hati sambil tersenyum.


Aku memegang


pedangku dengan kedua tangan kearah depan dengan posisi horizontal sembari


berkata,“Aliran pedang kedua tangkisan kematian.”


KATANOMIGAMI.


(Serangan


yang dimana pedang berada di depan dengan posisi horizontal dan mengincar leher


lawan).

__ADS_1


Cling…


pedangku mendarat pada leher Naufal. Sedangkan semua penonton terdiam tak


percaya.


“pemenangnya


adalah, Arya” ucap guru tendo sambil mengangkat tanganku.


Disaat itu


tiba-tiba saja Ayana berlari kearahku dan memelukku.


“Eh?”


ucapku terkejut.


“Syukurlah kamu menang duel, kupikir tadi kamu akan kalah,” ucap Ayana.


“Tidak akan, karena aku sudah berjanji padamu kan…”balasku.


“Benar


juga, karena Arya adalah orang yang akan menepati janjinya,” ucap Ayana sambil


tersenyum.


Saat itu


juga aku terpukau oleh senyumannya.


Setelah itu


Aku dan Ayana seperti biasa menunggu bus di halte. Selagi menunggu bus aku


mencoba membuka pembicaraan.


“Ayana,


kenapa kau bertunangan dengan Naufal?” tanyaku.


“Eh, em…


bisa dibilang kami dijodohkan oleh orang tua kami. Perjodohan ini sudah menjadi


tradisi di keluargaku bahkan sudah ada sejak nenek belum lahir didunia ini.” Balas


Ayana.


Tak lama


kemudian bus yang mengarah ke halte dekat rumah kami sampai. Aku dan ayana masuk


dan bergegas mencari tempat duduk. Saat perjalanan tak disangka sangka.


Boom…..


mengendalikan kemudi.


Cit…. ciet....


 braak… Tak lama kemudian bus kami menabrak gedung.


Saat aku


mencoba membuka mataku. Betapa terkejutnya diriku, disini hanya ada hamparan


hijau yang luas sekali.


“Dimana aku?”


ucapku bingung.


Aku mencoba


menyusuri tempat itu sampai-sampai aku menabrak sesuatu.


Brak…


“Ahh… sakit,” ucapku.


Saat melihat


kedepan betapa terkejutnya aku.


“Sebuah


pintu, kenapa harus ada sebuah pintu raksasa di hamparan hijau seperti ini?”tanyaku.


Aku mencoba


melihat lihat pintu raksasa itu dan menemukan sebuah tulisan.


“apa ini?”


ucapku penasaran.


Apakah kau ingin mengetahui kebenaran dunia ini. Tetapi sekalinya kamu membuka pintu ini


kamu tidak akan bisa kembali.


“Memangnya


apa isi di dalamnya?, Apa lebih baik aku buka saja ya?” ucapku penasaran.


Karena penasaran


aku mencoba memegang gagang pintu tersebut, tapi saat aku ingin membukanya ada


seseorang yang menahanku.

__ADS_1


“Kamu!”


ucapku terkejut.


“Apapun


situasinya jangan pernah membuka pintu ini !” sentak dia


“Ini pertama kalinya aku melihat wajahnya seserius dan setakut ini, berarti pintu


ini benar benar berbahaya. Mumpung dia disini lebih baik aku Tanya jalan keluar


dari sini,” ucapku dalam hati.


“Eee… gitu


ya, kalo begitu jalan keluar dari tempat ini dimana?”tanyaku padanya.


Dia memelototiku


dengan tajam dan berkata,” matamu minus atau gimana, coba kamu lihat


kebelakangmu.”


Aku membalikkan


badanku.


“Exit”


ejaku


“eh, sejak


kapan berada disitu,” ucapku terkejut


“sudah


cepat kamu keluar dari tempat ini dan segera bangun, aku merasakan suatu hal


yang buruk akan terjadi jika ka telat bangun,” tegasnya


Untuk pertama kali aku tidak begitu mengerti suatu hal buruk


itu apa. Tapi aku baru mengingat sesuatu kalau aku terlibat insiden kecelakaan


bus. Saat aku berhasil mengingat itu aku berlari meuju pintu exit.


Aku berusaha


membuka mataku, dan mencoba bangkit. Setelah itu aku mulai membangunkan


penupang-penumpang lain dan menggendong Ayana keluar dari mobil. Beruntungnya bus


itu tidak meledak dan dapat dipadamkan api yang menyala pada dekat dekat mesin


bus.


Setelah itu


aku pamit undur diri pada pihak polisi,


Aku menggendong


Ayana pulang, saat pertama kali masuk rumahnya aku langsung diintrogasi oleh


orang tuanya. Beruntungnya diriku tak lama kemudian Ayana sadar  dan menjelaskan apa yang terjadi, lalu akupun


pulang kerumah.


Krek…


“Aku pulang,”


ucatpku.


“Eh. Tidak


ada orang?” ucapku dalam hati sambil menuju dapur.


Saat melihat


lihat dapur aku menemukan selembar kertas yang menuliskan.


Untuk beberapa


hari ini kakak tidak bisa pulang, jadi kamu jaga rumah baik-baik ya.


salam dari kakak.


“Eh,


tumben sekali berarti ini adalah sebuah misi penting” ucapku.


Aku berjalan


menuju kamar, mengambil pakaian dan pergi ke kamar mandi.


“Ahh,


paling enak berendam di air panas” ucapku.


“Untuk


kali ini aku berhasil selamat ya, sebenarnya siapa yang menembakan rudal


seperti itu.” Ucapku dalam hati


“Jangan


bersantai dulu Arya, berikutnya aku pasti akan membunuhmu”

__ADS_1


__ADS_2