The Owner Of Sealed Sword

The Owner Of Sealed Sword
Teman ataukah lawan?


__ADS_3

cahaya matahari pagi yang


menyilaukan membuatku terbangun dari tidur yang nyenyak. aku perlahan berusaha


membuka mata.


"ini dimana?" Tanyaku


"kamu berada di rumah sakit,


arya" balas seseorang


aku sedikit terkejut dan segera


mengarah pada sumber suara


"eh, ternayata ayana toh"


ucapku


"kamu kira siapa


huhu..."ucapnya mengejek


"berisik, aku harap ini


mimpi,"balasku kesal


kreeekkk...... pintu kamar yang


kutinggali terbuka, dan tiba tiba


"aryaa...... syukurlah kamu sudah sadarkan diri"ucap kak ria sambil berlari memelukku


"kak ria lepaskan, aku gk bisa


bernafas"ucapku


setelah itu dia melepasku.


"ughuk.... ughuk.... kak ria


sialan " ucapku kesal


"maaf" balasnya


"ara.. ada ayana disini. akan


kuperkenalkan diriku sekali lagi namaku Kazekaki Ria, aku adalah kakak


perempuannya arya salam kenal" ucap kak ria


“eh.. salam kenal, nama saya


sakurane ayana teman sekelasnya salam kenal” balas ayana terkejut


“teman kah….”ucap geram kak ria


sembari menyebarkan hawa pembunuh


“Kami berdua tidak berani menjawab,


aku tidak tau apa yang dipikirkan kak Ria. Tapi jika begini terus, berpikirlah arya


*berpikirlah”*ucapku


Aku melihat lihat sekitar


“ah...ketemu” ucapku


“uwah… kakak membawa makanan ya


hahaha.”ucapku


“hah!” seru kak ria kesal


“apakah tidak berhasil” ucap ayana


“aku tidak tau” balasku


Suasana hening yang cukup lama ini seperti


sebuah pertanyaan yang belum terjawab.


“adikku memang teliti ya, sebentar aku


siapkan makanannya” ucap kak ria


Sementara kak ria menyiapkan


makanannya kami berdua dapat bernafas lega.


“yang tadi hampir saja” ucapku


“iyh benar benar menakutkan” balas


ayana


“ngomong-ngomong kapan aku


diperbolehkan pulang?”tanyaku kepada ayana


“kata dokter jika kamu sadar sudah


di perbolehkan pulang” ucap ayana


“begitu ya” balasku


Setelah kami makan, kami bergegas


merapikan barang barang dan  pulang ke rumah. Sambil menunggu bus di


halte aku membuka pembicaraan.


“oh iya kenapa kamu menjalankan misi


itu, ranking mu kan masih A, kenapa mengambil misi rank S+  bukankah itu terlalu berbahaya” ucapku


“itu bukan urusanmau kan” ucap ayana


marah


“eh”balasku terkejut


“kenapa ayana begitu marah aku kan


hanya bertanya. Apa apaan ini kenpa aku melihatnya seperti sedang kesusahan,


kenapa dia begitu marah” ucapku bingung


“eh.. maaf aku berbicara kasar”ucap


ayana


“ah.. gak apa apa kok, lagipula


akunya aja terlalu memaksa” balasku


“tidak, akulah yang salah kamu hanya

__ADS_1


menghawatirkanku tapi a…” sebelum ayana menyelesaikan perkataannya


“oii… kalian berdua,” ucap kak ria


“gawat, ayo ayana” ucapku sembari


menarik tangan ayana


“eh”ucap ayana bingung


Kami hampir saja ditinggal oleh


supir bus, tapi untungnya kami bisa naik.


“fiuh… syukurlah masih sempat”bisikku


“anu.. arya, bisa lepaskan tanganmu”


ucap ayana


“eh… maaf”balasku


“hoi kalian berdua, cepat cari tempat


duduk” bentak kak ria


“iya” kami tersentak kaget dan


mencari tempat duduk


Citt……. kami sampai ke halte


“ahh… ayo kita pulang” ucap kak ria


semangat


Kami berdua mengangguk, dikarenakan


kejadian tadi membuat kami berdua malu. Kami berdua berjalan tanpa mengeluarkan


sepatah katapun sampai kami berada didepan rumah kami masing-masing.


“mungkin aku akan masuk dan segera


mandi” ujarku


“arya. tunggu” ucap ayana


“ehh, ada apa?” tanyaku kebingungan


“soal waktu itu, makasih ya..” ucap


ayana tersenyum


Aku terpukau oleh senyumannya itu.


“arya?”Tanya ayana kebingungan


“eh, ga apa apa kok lagipula aku


hanya berniat membantu saja” balasku


Setelah dua menit kami berdiam diri


aku membuka pembicaraan


“kalo tidak ada apa- apa aku masuk


ya” ucapku


“tunggu” ucap ayana


“ada apa ini, kenapa wajahnya memerah


“maukah kamu…”


“jadi rekanku” ucap ayana


Aku membalikkan badanku, “bodoh bodoh


bodohh”


Teriakku dalam hati sembari


membenturkan kepalaku


“eh, arya apa yang kau lakukakan?” Tanya


ayana


“tidak apa apa kok” ucapku sambil


berlagak sok kuat


“oh begitu, jadi kamu mau kan jadi


rekanku?” Tanya ayana sekali lagi


“apakah aku harus menerimanya?, tapi


aku juga harus menyembunyikan identitasku. Tapi jika aku menjadi rekannya setiap


kali dia melakukan misi aku bisa melindunginya” ucapku


“arya?”tegur ayana


“eh, maaf aku sedikit melamun”balasku


“kenapa aku ragu ragu begini. Eh ayana,


apakah dia pernah memasang wajah sedih seperti itu.yosh aku tak akan


membiarkannya sedih”ucapku


“aku mau kok” ucapku dengan tegas


”syukurlah kau mau menerimanya,


untuk kedepannya mohon bantuannya yah arya” ucap ayana  sambil tersenyum


“iyh” balasku


“sampai jumpa disekolah, arya”


ucapnya gembira


Setelah itu aku masuk kerumah mandi,


makan malam lalu pergi menuju kamar.


Krekk…. Aku membuka pintu kamar


Wuussshhhh…. Tiba tiba sebuah anak


panah melesat menuju tembok belakangku.


“apa yang terjadi?” ucapku kebingungan


Aku berbalik badan dan menganmbil

__ADS_1


anak panah itu.


“eh, ini asli. siapa yang


melakukannya”ucapku bingung


Aku melihat sebuah kertas yang


diikatkan pada anak panah itu dan mengambilnya. Aku membuka kertas itu terdapat


sebuah tulisan.


(jangan pernah menurunkan


kewaspadaanmu, kau pasti bingung  kenapa


aku mengirimnya melalui anak panah ini. Pokoknya yang jelas berhati hatilah.)


“siapa yang mengirim ini, tapi yang


dikatakan pengirim ini memang benar sebelum aku kehilangan kesadaran waktu itu


aku merasakan aura pembunuh yang kuat sedang mengintai” ucapku


“kali ini tidak akan kubiarkan


seseorang terbunuh karena diriku yang lemah” ucapku


Srekk.. srekk…


“kenapa vidionya rusak seperti ini,


padahal aku ingin melihat dia melepaskan kekuatannya itu” ucap gadis misterius


“hei sudah kukatakan, ambil rekaman


yang jelas dan tidak seperti ini komandan. Kamu pasti tau akibatnya kan


hihihihi’ ucap gadis itu mengancam


“maafkan saya putri, tolong jangan


bunuh saya.” Ucap komandan itu memohon ampun


“hah?, setelah kau mengirimkan video


rusak seperti ini aku akan memaafkanmu?” ucap gadis itu


Gadis itu berdiri dari kursinya.


“Kumohon ampuni saya putri, saya


berjanji akan mendapatkan video yang bagus”, ucap komandan sambil bersujud


dihadapan gadis itu


Gadis itu berjalan menuju sang


komandan dan menginjak kepalanya


“kau pikir aku akan memaafkanmu


hihiiiihiii……” ucap gadis itu


“kumohon ampuni saya putri”balas


komandan sekali lagi memohon ampun


Gadis itu berpura pura tak


mendengarkannya dan terus menginjak injak kepala komandan itu berulang-ulang


dan lama-kelamaan injakan dari gadis itu semakin kuat


“ampuni saya putri, ini sakit sekali


jika diteruskan bisa bisa saya akan mati” ucap komandan itu merintih kesakitan


“memang itu yang aku inginkan,


karena kamu telah gagal melaksanakan misi ini jadi matilah” balas gadis itu


Saat gadis itu ingin menginjaknya


lagi


Prok… prokk… prok….


“seperti biasa ya si putri, ternyata


julukan putrid sadis bukan bualan saja” ucap seseorang


“tidak perlu sewaspada itu” kemudian


sesosok keluar dari kegelapan


“ara.. ara.. ternyata si professor”


ucap gadis itu dengan nada mengejek


“ aku membawa yang kau inginkan,


karena aku sudah menduga bahwa akan gagal”balas professor


Sebuah kaset dimasukkan kedalam dvd


dan memutar sebuah rekaman


“aliran pedang pertama tebasan


seribu”


RYUSEN HENKEN


“Aliran pedang ketujuh”


 KAMAITACHI


Krek… srek…… video itu berhenti


“maaf saya hanya bisa mengambil


sebagian dari pertarungannya”ucap professor


“tidak apa apa ini sudah cukup”balas


gadis itu


“aahhhh sungguh tatapan mata yang


indah, membuatku ingin segera menjadikannya budakku” ucap gadis itu


“kau yang disana lebih baik tunjukan


dirimu” tegur gadis itu


“tidak, aku tertangkap hahahha… lama


tak berjumpa putri”

__ADS_1


“kau si topeng rubah!” ucap gadis


itu terkejut sekaligus kesal


__ADS_2