
cahaya matahari pagi yang
menyilaukan membuatku terbangun dari tidur yang nyenyak. aku perlahan berusaha
membuka mata.
"ini dimana?" Tanyaku
"kamu berada di rumah sakit,
arya" balas seseorang
aku sedikit terkejut dan segera
mengarah pada sumber suara
"eh, ternayata ayana toh"
ucapku
"kamu kira siapa
huhu..."ucapnya mengejek
"berisik, aku harap ini
mimpi,"balasku kesal
kreeekkk...... pintu kamar yang
kutinggali terbuka, dan tiba tiba
"aryaa...... syukurlah kamu sudah sadarkan diri"ucap kak ria sambil berlari memelukku
"kak ria lepaskan, aku gk bisa
bernafas"ucapku
setelah itu dia melepasku.
"ughuk.... ughuk.... kak ria
sialan " ucapku kesal
"maaf" balasnya
"ara.. ada ayana disini. akan
kuperkenalkan diriku sekali lagi namaku Kazekaki Ria, aku adalah kakak
perempuannya arya salam kenal" ucap kak ria
“eh.. salam kenal, nama saya
sakurane ayana teman sekelasnya salam kenal” balas ayana terkejut
“teman kah….”ucap geram kak ria
sembari menyebarkan hawa pembunuh
“Kami berdua tidak berani menjawab,
aku tidak tau apa yang dipikirkan kak Ria. Tapi jika begini terus, berpikirlah arya
*berpikirlah”*ucapku
Aku melihat lihat sekitar
“ah...ketemu” ucapku
“uwah… kakak membawa makanan ya
hahaha.”ucapku
“hah!” seru kak ria kesal
“apakah tidak berhasil” ucap ayana
“aku tidak tau” balasku
Suasana hening yang cukup lama ini seperti
sebuah pertanyaan yang belum terjawab.
“adikku memang teliti ya, sebentar aku
siapkan makanannya” ucap kak ria
Sementara kak ria menyiapkan
makanannya kami berdua dapat bernafas lega.
“yang tadi hampir saja” ucapku
“iyh benar benar menakutkan” balas
ayana
“ngomong-ngomong kapan aku
diperbolehkan pulang?”tanyaku kepada ayana
“kata dokter jika kamu sadar sudah
di perbolehkan pulang” ucap ayana
“begitu ya” balasku
Setelah kami makan, kami bergegas
merapikan barang barang dan pulang ke rumah. Sambil menunggu bus di
halte aku membuka pembicaraan.
“oh iya kenapa kamu menjalankan misi
itu, ranking mu kan masih A, kenapa mengambil misi rank S+ bukankah itu terlalu berbahaya” ucapku
“itu bukan urusanmau kan” ucap ayana
marah
“eh”balasku terkejut
“kenapa ayana begitu marah aku kan
hanya bertanya. Apa apaan ini kenpa aku melihatnya seperti sedang kesusahan,
kenapa dia begitu marah” ucapku bingung
“eh.. maaf aku berbicara kasar”ucap
ayana
“ah.. gak apa apa kok, lagipula
akunya aja terlalu memaksa” balasku
“tidak, akulah yang salah kamu hanya
__ADS_1
menghawatirkanku tapi a…” sebelum ayana menyelesaikan perkataannya
“oii… kalian berdua,” ucap kak ria
“gawat, ayo ayana” ucapku sembari
menarik tangan ayana
“eh”ucap ayana bingung
Kami hampir saja ditinggal oleh
supir bus, tapi untungnya kami bisa naik.
“fiuh… syukurlah masih sempat”bisikku
“anu.. arya, bisa lepaskan tanganmu”
ucap ayana
“eh… maaf”balasku
“hoi kalian berdua, cepat cari tempat
duduk” bentak kak ria
“iya” kami tersentak kaget dan
mencari tempat duduk
Citt……. kami sampai ke halte
“ahh… ayo kita pulang” ucap kak ria
semangat
Kami berdua mengangguk, dikarenakan
kejadian tadi membuat kami berdua malu. Kami berdua berjalan tanpa mengeluarkan
sepatah katapun sampai kami berada didepan rumah kami masing-masing.
“mungkin aku akan masuk dan segera
mandi” ujarku
“arya. tunggu” ucap ayana
“ehh, ada apa?” tanyaku kebingungan
“soal waktu itu, makasih ya..” ucap
ayana tersenyum
Aku terpukau oleh senyumannya itu.
“arya?”Tanya ayana kebingungan
“eh, ga apa apa kok lagipula aku
hanya berniat membantu saja” balasku
Setelah dua menit kami berdiam diri
aku membuka pembicaraan
“kalo tidak ada apa- apa aku masuk
ya” ucapku
“tunggu” ucap ayana
“ada apa ini, kenapa wajahnya memerah
“maukah kamu…”
“jadi rekanku” ucap ayana
Aku membalikkan badanku, “bodoh bodoh
bodohh”
Teriakku dalam hati sembari
membenturkan kepalaku
“eh, arya apa yang kau lakukakan?” Tanya
ayana
“tidak apa apa kok” ucapku sambil
berlagak sok kuat
“oh begitu, jadi kamu mau kan jadi
rekanku?” Tanya ayana sekali lagi
“apakah aku harus menerimanya?, tapi
aku juga harus menyembunyikan identitasku. Tapi jika aku menjadi rekannya setiap
kali dia melakukan misi aku bisa melindunginya” ucapku
“arya?”tegur ayana
“eh, maaf aku sedikit melamun”balasku
“kenapa aku ragu ragu begini. Eh ayana,
apakah dia pernah memasang wajah sedih seperti itu.yosh aku tak akan
membiarkannya sedih”ucapku
“aku mau kok” ucapku dengan tegas
”syukurlah kau mau menerimanya,
untuk kedepannya mohon bantuannya yah arya” ucap ayana sambil tersenyum
“iyh” balasku
“sampai jumpa disekolah, arya”
ucapnya gembira
Setelah itu aku masuk kerumah mandi,
makan malam lalu pergi menuju kamar.
Krekk…. Aku membuka pintu kamar
Wuussshhhh…. Tiba tiba sebuah anak
panah melesat menuju tembok belakangku.
“apa yang terjadi?” ucapku kebingungan
Aku berbalik badan dan menganmbil
__ADS_1
anak panah itu.
“eh, ini asli. siapa yang
melakukannya”ucapku bingung
Aku melihat sebuah kertas yang
diikatkan pada anak panah itu dan mengambilnya. Aku membuka kertas itu terdapat
sebuah tulisan.
(jangan pernah menurunkan
kewaspadaanmu, kau pasti bingung kenapa
aku mengirimnya melalui anak panah ini. Pokoknya yang jelas berhati hatilah.)
“siapa yang mengirim ini, tapi yang
dikatakan pengirim ini memang benar sebelum aku kehilangan kesadaran waktu itu
aku merasakan aura pembunuh yang kuat sedang mengintai” ucapku
“kali ini tidak akan kubiarkan
seseorang terbunuh karena diriku yang lemah” ucapku
Srekk.. srekk…
“kenapa vidionya rusak seperti ini,
padahal aku ingin melihat dia melepaskan kekuatannya itu” ucap gadis misterius
“hei sudah kukatakan, ambil rekaman
yang jelas dan tidak seperti ini komandan. Kamu pasti tau akibatnya kan
hihihihi’ ucap gadis itu mengancam
“maafkan saya putri, tolong jangan
bunuh saya.” Ucap komandan itu memohon ampun
“hah?, setelah kau mengirimkan video
rusak seperti ini aku akan memaafkanmu?” ucap gadis itu
Gadis itu berdiri dari kursinya.
“Kumohon ampuni saya putri, saya
berjanji akan mendapatkan video yang bagus”, ucap komandan sambil bersujud
dihadapan gadis itu
Gadis itu berjalan menuju sang
komandan dan menginjak kepalanya
“kau pikir aku akan memaafkanmu
hihiiiihiii……” ucap gadis itu
“kumohon ampuni saya putri”balas
komandan sekali lagi memohon ampun
Gadis itu berpura pura tak
mendengarkannya dan terus menginjak injak kepala komandan itu berulang-ulang
dan lama-kelamaan injakan dari gadis itu semakin kuat
“ampuni saya putri, ini sakit sekali
jika diteruskan bisa bisa saya akan mati” ucap komandan itu merintih kesakitan
“memang itu yang aku inginkan,
karena kamu telah gagal melaksanakan misi ini jadi matilah” balas gadis itu
Saat gadis itu ingin menginjaknya
lagi
Prok… prokk… prok….
“seperti biasa ya si putri, ternyata
julukan putrid sadis bukan bualan saja” ucap seseorang
“tidak perlu sewaspada itu” kemudian
sesosok keluar dari kegelapan
“ara.. ara.. ternyata si professor”
ucap gadis itu dengan nada mengejek
“ aku membawa yang kau inginkan,
karena aku sudah menduga bahwa akan gagal”balas professor
Sebuah kaset dimasukkan kedalam dvd
dan memutar sebuah rekaman
“aliran pedang pertama tebasan
seribu”
RYUSEN HENKEN
“Aliran pedang ketujuh”
KAMAITACHI
Krek… srek…… video itu berhenti
“maaf saya hanya bisa mengambil
sebagian dari pertarungannya”ucap professor
“tidak apa apa ini sudah cukup”balas
gadis itu
“aahhhh sungguh tatapan mata yang
indah, membuatku ingin segera menjadikannya budakku” ucap gadis itu
“kau yang disana lebih baik tunjukan
dirimu” tegur gadis itu
“tidak, aku tertangkap hahahha… lama
tak berjumpa putri”
__ADS_1
“kau si topeng rubah!” ucap gadis
itu terkejut sekaligus kesal