The Owner Of Sealed Sword

The Owner Of Sealed Sword
Apa yang harus dilakukan?


__ADS_3

Ditengah-tengah aku berlari menemui kak Ria, aku mencoba


untuk bertanya pada Kaze,


“Oi Kaze, boleh kutanya sesuatu?” tanyaku


“Soal apa,” balas Kaze.


“Jika musuh sebesar itu dan kecepatannya serangan serta daya


hancur yang luar biasa bukankah Artifactku tidak cocok unutuk pertarungan ini


bukan?” tanyaku.


“ada benarnya juga,” balas Kaze.


“Jadi apa tidak ada cara lain untuk mengalahkannya dengan


mudah?” tanyaku.


“Hanya ada satu cara,” balas kaze.


“Apa itu?” tanyaku.


Tanpa kusadari Ayana terus melihatku dengan tatapan bingung.


“Hei Arya, kamu bicara dengan siapa?” tanya Ayana.


“Eh, aku hanya berbicara sendiri kok,” balasku.


Ayana masih kebingugan tapi dia berusaha mengabaikannya dan


lebih fokus tentang bagaimana menyelamatkan ibunya. Selang beberapa saat kami


sampai ketempat kak Ria yang sedang memimpin pasukan dan jalannya formasi.


“Kak,” panggilku.


“Oh, kalian sudah sampai,” jawab kak Ria.


Aku melihat-lihat sekitar, banyak orang yang sedang


bersiap-siap untuk penyerangan. Saat aku terfoks melihat-lihat sekitar


tiba-tiba saja aku mendengar suara seseorang.


“Tolong aku,” teriak seseorang.


“Siapa?” tanyaku terkejut.


“Tolong aku,” teriak seseorang.


Aku berusaha mencari sumber suara tersebut, tapi meskipun


aku mencarinya aku belum menemukannya sama sekali lalu tak lama kemudian ada


seseorang memanggilku.


“Oi.. Arya, sadarlah ini hanya ilusi,” teriak seseorang.


“Hah?” tanyaku bingung.


“Ini hanyalah ilusi!” teriak Kaze.


Kemudian setelah Kaze meneriakiku seperti itu, aku dapat


kembali sadar. Aku segera melihat-lihat sekitar dan seperti dugaanku kami semua


terkena ilusi,


“Apa yang terjadi?” tanyaku.


“Kemampuan dari Nakama itu juga bisa menciptakan ilusi,”


balas Kaze.


“Eh…!” balasku terkejut.

__ADS_1


“Jadi siapa saja yang berhasil keluar dari ilusi itu?”


tanyaku.


“Hanya kamu dan bocah disana,” balas kaze sambil menunjuk ke


salah satu orang yang menggunakan artifact pedang.


“Dia Naufal!” teriakku terkejut.


Karena teriakanku dia menoleh kearaahku, unutk pertama


kalinya dia terkejut tapi dia berusaha untuk menemuiku.


“Hei kenapa kamu disini?, kamu bukan seorang artifact kan?”


tanya Naufal.


“Gawat bagaimana ini!, aku harus mejawab apa?” tanyaku dalam


hati bingung.


“Tenang saja, aku pinjam tubuhmu sebentar,” balas Kaze.


Tak lama setelah Kaze mengatakan itu aku berada ditempat


gelap dan terdapat layar yang sangat besar menampilkan Naufal. Untuk pertama


kali aku bingung, tapi saat aku  menyadari perkataan Kaze kemungkinan aku berada di alam bawah sadar.


“Jadi  selama ini Kaze


mengawasiku melalui sini?” ucapku kebingungan.


Sementara itu….


“Oi Arya, kenapa diam?” tanya Naufal.


“Eh maaf-maaf, kamu menyakan ku kenapa ada disini?,


alasannya hanya satu aku adalah adek dari keluarga Kazekaki jadi sudah jelas


“Oh begitu,” ucap Naufal datar.


Naufal berbalik dan pergi, setelah beberapa langkah dia


berhenti dan tiba-tiba saja dia menyerang menggunakan pedangnya.


Wush…


Angin yang diciptakan karena ayunan pedang Naufal.


“Hoi apa yang kaulakukan?” tanya Kaze.


“Sudah jelas bukan, kamu bukanlah Arya,” balas Naufal.


“Apa maksudmu?” tanya Kaze.


“Jika itu Arya, seharusnya dia menggunakan kata-kata singkat


dengan jelas. Kesalahan yang kamu lakukan adalah terlalu banyak menggunakan


kata-kata yang terlalu banyak,” balas Naufal.


“Cih dia menyadarinya, seharusnya aku menyuruh Arya saja,”


ucap kaze dalam hati.


“Lebih baik kita bertukar tubuh,” ucapku.


Tapi sebelum Kaze menyetujuinya tiba-tiba Nakama itu melepas


anak panahnya kearah kami.


“Cih, nanti akan aku menukarnya. Untuk sekarang biar aku gunakan tubuhmu untuk


menangkis anak panah itu,” ucap Kaze dalam hati.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Kaze melompat dan langsung menerjang keearah


anak panah itu.


“Aliran pedang 9 tameng baja”


TATENOKI


(Sebuah tangkisan pedang dengan cara mengubah arah serangan musuh)


Tang….


Setelah anak panah itu berubah arah ke barat terjadi ledakan besar.


“Hampir saja,” ucap Kaze lega.


Tanpa menyadarinya Kaze membongkar bahwa diriku adalah


seorang Artifaction.


“Gawat aku tanpa sengaja menggunakan nya,” ucap Kaze dalam hati gelisah.


“Apa itu tadi?, itu pasti pedang seorang Artifaction.” tegas  Naufal.


“Bagaimana ini?” tanya Kaze  dalam hati bingung.


Kaze hanya bisa berdiam diri.


“Kaze serahkan padaku,” ucapku.


“Eh,” balas Kaze terkejut.


Kaze menutup mata dan bertukar kesadaran denganku.


“Ah maaf, sepertinya kamu salah lihat,” ucapku sambil


mendekatinya.


“Tidak mungkin, aku jelas-jelas melihatmu,” balas Naufal.


“Benarkah,” ucapku.


Saat aku sudah mendekatinya aku memegang pundak dan


menyerang bagian perut untuk membuatya pingsan.


“Ughuk, apa yang kaulakukan,” ucap Naufal.


Bruk….


Setelah naufal terjatuh dan kehilangan kesadaran, aku mencoba cara yang diajarkan


kak Ria untuk menghapus ingatan. Kak Ria mengajariku karena dia tau suatu hari


pasti aka nada orang yang menyadari tentang kekuatanku.


“Untung saja aku berhasil,” ucapku lega.


Tak lama setelah itu Nakama mulai bergerak lagi.


“Kekuatanku yang sekarang pasti tidak bisa menandinginya,” ucapku.


Tiba-tina kaze muncul didepanku dan mengatakan,”Gunakan


kekuatan itu aku akan berusaha menahan iblis itu,”


“Apa maksudmu kekuatan itu,” balasku terkejut sekaligus


bingung.


“Bangkitkan Nakagami dan buatlah kontrak dengan darahmu,


tapi jika iblis itu menolak maka kamu akan mati!” tegas Kaze.


“Eh…,” ucapku terkejut.


Kami hanya bisa terdiam dan Nakama itu terus bergerak,

__ADS_1


melepaskan satu persatu anak panah dan menghancurkan kota. Aku tidak tau harus


menanggapi perkataan Kaze dan hanya bisa terdiam.


__ADS_2