
Namaku adalah Nakagami Arya aku dibesarkan oleh keluarga dengan marga Nakagami, Nakagami sendiri memiliki legenda yang dimana salah satu dari keturunan tersebut akan mewarisi Artifaction yang berbeda dengan Artifaction yang lain sejak 4000 tahun yang lalu. Dikatakan berbeda karena Artifaction ini bisa merubah penampilannya
menjadi senjata-senjata yang diinginkan pengguna, mungkin Artifaction ini adalah yang terkuat tetapi Artifaction ini juga bisa membahayakan penggunanya, sekali pengguna tidak bisa mengendalikan kekuatan pedang ini maka pengguna sendirilah yang akan dikendalikan oleh pedang itu dan jika hal itu terjadi maka
kehancuran dunia akan segera tiba.
Artifaction ini memiliki wujud pedang yang Dimana memiliki
campuran warna merah darah dan hitam, julukan dari pedang ini sendiri adalah
Red Moon Destroyer dengan alasan warna dari pedang ini, kekuatan penghancur
yang luar biasa serta iblis yang tertidur di dalamnya.
Meskipun pedang ini hanya bisa digunakan oleh keluarga
Nakagami, dari ribuan tahun pewaris dari nenek moyang ini hanya ada dua orang
yang mampu menggunakan pedang ini dan yang pertama adalah Nakagami Ayato lalu
yang kedua adalah aku Nakagami Arya. Nakagami Ayato adalah ayahku dia mampu
mengendalikan kekuatan pedang ini sebesar 25% lalu diriku bisa mengendalikan
kekuatan ini sebesar 85%.
Aku dilahirkan di kota Zagatira, aku tinggal bersama orang
tuaku dan kakak laki-laki yang kusayangi namanya adalah Nakagami Aky.
Keterampilan kakak menggunakan dua pedang tidak bisa diremehkan, bahkan kakak
pernah memenangkan juara tingkat dunia dalam seni berpedang lalu juga mendapat
gelar Artifaction terkuat tetapi bukannya hanya itu saja nilai akademik kak Aky
selalu dengan nilai sempurna. Selisih umurku dengan umur kak Aky adalah 5 tahun.
tetapi meskipun kak Aky bertalenta menggunakan pedang Artifact itu tidak mau
menerimanya, yang lebih membingungkan lagi Artifact Red Moon Destroyer itu
lebih memilih diriku yang bodoh dalam berpedang dan memiliki insting yang
lambat.
Karena Artifact itu lebih memilih diriku, membuat orang
tuaku sering membanding-bandingkanku dengan kak kak Aky yang pandai. Karena hal
itu juga membuatku seperti diasingkan tidur di halaman tanpa alas, makan hanya
dengan nasi dan semua keperluanku aku harus membelinya sendiri. Tetapi
disamping itu kak Aky selalu mendampingiku entah itu disaat aku tidur, belajar
dan juga bekerja sambilan.
Lalu saat aku berumur 10 tahun aku bertemu dengan seorang anak perempuan sepantaranku yang
sedang dibuly kakak kelas, untuk pertama kali aku tidak berani melawan tapi
saat melihat anak perempuan itu menangis aku berteriak untuk menghentikan
mereka. Setelah mendengar teriakanku mereka berlari menjauh, aku tidak
mengejarnya melainkan membantunya berdiri dan membawanya ke bukit bintang,
hanya aku yang tau tempat ini dan aku juga yang menamainnya. Kunamai bukit
bintang sendiri karena dibukit ini adalah tempat terbaik untuk melihat bintang.
Saat anak perempuan itu melihat bintang dia tersenyum dengan sangat cantik,
sejak saat itu aku berteman dengannya lalu aku menemukan alasan untuk menjadi lebih
kuat.
Saat itu juga aku berlatih dengan kak Aky tetapi yang
__ADS_1
kulakukan semuanya gagal.
“Ahh… beberapa kaliku mencoba aku tetap tidak bisa menggunakan pedang dengan
baik,” ucapku jengkel.
“Hahaha… dek, apa kamu mau menyerah sekarang?” tanya kak
Aky.
“Kurasa iyh,” balasku lesu.
“Dek, ingat kata-kata kakak orang yang lahir memiliki bakat tak
sehebat orang yang tidak memiliki bakat, kamu tau kenapa?” tanya kak Aky.
“Tidak tau, kenapa?” balasku bertanya.
“Karena orang yang tak memiliki bakat selalu berjuang keras
untuk mencapai sesuatu serta hanya orang yang tak memiliki bakat lah yang
mengerti tentang arti perjuangan sebenarnya. Aku sedikit iri denganmu dek,
karena kamu termasuk orang itu berjuang untuk mendapat hasil yang diinginkan
tak peduli seberapa besar kesulitan yang kamu hadapi,” balas kak Aky.
Aku tak begitu mengerti dengan apa yang dikatakan kak Aky,
tapi kata-kata yang terus membekas diingatanku adalah,
Tidak perlu jadi orang yang berbakat untuk di akui sebagai yang terhebat,
Kamu hanya perlu mengerti arti perjuangan untuk menjadi yang terhebat.
(By author UwU, Btw itu motto hidup author)
Dengan susah payah aku mencapai rank SSS selama satu tahun,
aku juga mendapat peringkat ke satu di sekolah karena kakak yang tidak pernah
lelah melatihku. Semuanya berjalan begitu indah, sampai suatu ketika guru
bisa membuatku hilang kendali. Saat mendengar itu semangat yang ada dalam
diriku menghilang, aku juga tak pernah menghampiri Ayana dan berbicara
dengannya, aku juga lebih sering menghabiskan waktuku dengan menyendiri.
Disaat aku kehilangan harapan, disaat itu juga kak Aky
datang menghampiriku dan menghiburku. Kak Aky selalu menceritakan seseorang gadis
yang dia kenal terus-menerus hingga membuatku merasa bosan mendengarnya
berulang kali,.
Disaat kak Aky megetahui kalau aku sudah bosan dengan
ceritanya dia tersenyum dan berkata,
“Tidak adikku sudah bosan mendengarkan cerita kakak tersayangnya,”
Aku yang saat itu mendengarkan ucapan kakak sekitaka aku
tertawa terbahak-bahak.
“Jadi apa kamu akan menyerah begitu saja, Arya?” tanya kak Aky sambil tersenyum.
“Kurasa aku akan berjuang sekali lagi,” balasku dengan
senyuman.
Beberapa hari setelah itu, aku kembali seperti yang dulu
lagi. Aku merasakan kebahagiaan yang tak terhingga, kakak yang menyayangiku dan
temanku yang berharga. Kupikir hari-hari yang kujalani akan berjalan seperti ini untuk selamanya tetapi aku terlalu naïf.
__ADS_1
Saat itu pada hari minggu liburan kelulusan aku, Ayana dan
kak Aky pergi menuju taman bermain. Untuk beberapa saat kami menikmati kegiatan
kami aku merasa kebahagian ini akan berlangsng selamanya, tetapi tak seperti
yang kubayangkan. Kami duduk di pinggiran kolam air mancur, saat itu aku
berinisiatif untuk membeli minuman jadi menyuruh mereka untuk menungu di situ.
Saat selesai membeli minuman jantungku berdetak dengan sangat kencang dan
membuatku menjatuhkan minuman yang kubawa, rasa sakit yang luar biasa menjalar
di seluruh tubuhku.
“Aghhhhhh…!” teriaku kesakitan.
Karena teriakkan kesakitanku yang sambil memegang dadaku
membuat orang-orang mendekatiku dan mencoba membantuku.
“Ahh… kenapa pandanganku buram dan aku tidak bisa mengendalikan
tubuhku sebenarnya ada apa ini?” tanyaku dalam hati.
Disaat aku kehilangan kesadaran aku seperti terjatuh dalam
sebuah jurang yang gelap tanpa ujung, dilain sisi aku sedang mengamuk dan
membunuh banyak orang.
Disaat aku mengamuk seperti itu kakak menghampiriku dan
melawanku, tubuhku yang dikendalikan oleh iblis membuat kakak ku kewalahan.
“Hei manusia, kamu tidak akan bisa mengalahkanku,” ucap iblis.
“Kalau belum dicoba mana tau, biar kuperlihatkan jurus
andalanku,” balas kak Aky.
“Teknik berpedang Amahibiki”
KATENAKURI
(Tebasan dua bilah pedang yang berfokus pada satu titik untuk memukul mundur
musuh)
Tang…
“Kamu anggap itu sebuah serangan hahahaha... ,” ucap iblis
mengejek.
KATENOHIBIKI
(Jurus yang meningkatkan kecepatan gerak tubuh)
“Gawat!” teriak kak Aky.
Tang… wush….
Meskipun kak Aky dapat menangkisnya tapi dia tidak bisa menahan seranganku yang sedang dikendalikan iblis membuatnya terpental dengan sangat keras.
Brak…
Kak Aky menghantam 2 gedung sekaligus dengan sangat kencang.
“Agh..,” teriak kak Aky kesakitan.
“Eh, hanya segini saja?” ucap iblis.
“Tidak jangan ganggu kakak ku,” ucapku dalam hati.
Aku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa terjatuh ke
jurang tanpa dasar dan cahaya sedikitpun, tapi aku juga dapat mendengar kakakku
__ADS_1
yang bertarung demi diriku.
“Kumohon siapa saja tolong aku,” ucapku dalam hati memohon.