The Owner Of Sealed Sword

The Owner Of Sealed Sword
Pertunangan


__ADS_3

Di pagi yang cerah aku bersiap-siap memakai baju dan turun kebawah lalu menuju ke dapur. Aku berjalan ke tempat meja makan dan duduk.


“Arya, kamu seharusnya bangun lebih pagi,” ucap kak Ria.


Sosok wanita tinggi dengan rambut birunya serta wajahnya yang cantik. Anak pertama keluarga Kazekaki, kak Ria merupakan seseorang yang akan memimpin organisasi yang dibuat oleh pemerintah untuk mengalahkan Nakama dengan mengandalkan sistem robot yang bernama T. Army Nakama. di masa depan yang akan menggantikan ayahnya yang bernama Kazeka Rou memimpin organisasi ini adalah Kak Ria. Tidak hanya itu kak Ria merupakan seorang Artifaction terkenal yang memiliki julukan Shadow Girl, kak Ria mendapatkan julukan itu


karena dia seorang Artifaction yang bisa memanipulasi bayangan yang ada dan


termasuk peringkat 3 dalam Artifaction berperingkat SSS.


“Cepatlah sarapan,” ucap kak Ria menyuruhku.


Aku memakan masakannya, setelah selesai sarapan aku berpamitan untuk pergi ke sekolah.


“Kak, aku berangkat,” ucapku.


“Hati-hati di jalan,” balas kak Ria.


Aku membuka pintu rumah terlihat seseorang menunguku di depan pagar rumah dan tak salah lagi dia adalah Ayana, seorang gadis idola sekolah dan juga dia adalah pacarku.


“Kamu lama sekali Arya,” ucapnya cemberut.


“Maaf-maaf, ayo berangkat,” balasku.


Aku berjalan berdampingan dengannya menuju kesekolah. Setelah kejadian itu, tidak ada tanda-tanda kemunculan Nakama beberapa hari ini. Suasana yang tenang dan damai seperti inilah impian semua orang tetapi entah sampai kapan kedamaian ini akan terus berlangsung.


Srek….


Suara pintu kelas terbuka, Saat aku membuka pintu kelas mereka semua tiba-tiba datang menghampiriku.


“Arya kamu tidak apa-apa,” ucap teman A.


“Lukamu bagaimana,” ucap teman B.


“Aku tidak apa-apa kok,” balasku terkejut.


Tanpa sadar bu guru sudah berada di dekat pintu sewaktu teman-teman kelas menanyaiku.


“Kalian cepat duduk,” tegas bu guru.


Seketika semuanya segera duduk di tempat masing-masing termasuk diriku. Dia adalah guru Matematika di kelasku sekaligus wali kelas yang bernama bu Hina, dengan wajah cantiknya yang sudah berumur 31 tahun


dikabarkan bahwa dia adalah mantan seorang Artifaction tingkat SS yang pensiun setelah

__ADS_1


melawan sang peringkat pertama di bidang Artifaction model Sniper. Rambut merah


darahnya yang mencolok dan tingi badannya yang tidak terlalu tinggi serta badannya yang ramping itulah yang membuatnya menjadi idola bagi muridl laki-laki serta guru laki-laki di sekolah ini. Sikap lemah lembutnya dan seorang penyabar itulah yang menjadi daya tarik bu Hina untuk memikat semua lelaki yang ada di dunia ini.


“Baik anak-anak kita akan memulai pelajaran hari ini, tetapi Arya dan Ayana kalian di panggil ke ruang kepala sekolah,” ucap bu Hina.


“Eh, kami berdua?” tanyaku terkejut sambil menunjuk diriku sendiri.


"Iya, kalian berdua," balas bu Hina.


Aku menoleh kearah Ayana karena kebingungan. Tanpa berkata-kata lagi aku dan Ayana keluar kelas dan segera pergi ke kantor kepala sekolah. Konon katanya  mulai dari senior-senior terdahalu dan guru-guru disini tak ada yang mengetahuinya, kecuali bu Hina yang merupakan wakil kepala sekolah yang mengetahui wajah dari kepala sekolah.


“Kira-kira seperti apa wajah kepala sekolah ya?, kalau dari acara pembukaan saat aku pertama kali mendaftar disini suara kepala sekolah seperti seorang gadis. Apa yang diinginkan kepala sekolah sampai-sampai


memanggilku?” tanyaku dalam hati sambil berangan-angan bagaimana penampilan


kepala sekolah.


“Arya kita sudah sampai di depan pintu kepala sekolah,” ucap Ayana.


Tok… tok… tok….


Ayana mengetuk pintu.


Pintu perlahan dibuka, jantungku berdetak sangat kencang karena takut apa yang akan dibahas oleh kepala sekolah. Saat pintu sudah terbuka sepenuhnya terlihat seorang gadis muda yang duduk di kursi.


“BIbi,” panggil Ayana.


“Ehhhh… bibi?, kepala sekolah adalah bibi Ayana?” ucapku dalam hati terkejut sekaligus kebingungan.


“Ayana, sudah lama tidak pernah bertemu keponakan tersayang bibi,” ucap bu kepala sekolah sambil berpelukan dengan Ayana.


Aku seperti orang ling-lung yang tidak memahami apa sebenarnya yang sedang terjadi. Setelah berpelukan lama bu kepala sekolah menghampiriku setelah menyadari bahwa aku terdiam disana.


“Apakah kamu yang bernama, Kazekaki Arya?” tanya bu kepala sekolah.


“Iyh,” jawabku singkat.


Terlihat kepala sekolah meghela nafas lalu lanjut berbicara,


“Namaku Sakurane Kana, panggil saja kak Kana,”


Aku yang kebingungan dengan sikap kak Kana hanya bisa berkata, “Iyh, baiklah kak Kana.”

__ADS_1


Setelah itu kak Kana mempersilahkan kami untuk duduk di kursi yang sudah disediakan. Kami lekas duduk dan memperbaiki sikap duduk kami.


“Baiklah langsung ke intinya saja, Arya kamu dikeluarkan dari sekolah,” ucap kak Kana dengan wajah serius.


Aku yang terkejut dan hanya bisa diam.


“Apa maksudnya ini bibi, apakah Arya pernah berbuat yang melanggar aturan!” gertak Ayana marah.


Suasana yang hening serta kemarahan Ayana membuat suasana ini semakin tidak nyaman.


“Tenang lah Ayana, karena… aku hanyalah bercanda hahahaha...,” ucap kak Kana dengan tertawa terbahak-bahak.


Kami berdua merasa kesal dan menatap satu sama lain seperti sudah mengerti apa yang ada di pikiran kita.


“Tolong lepaskan aku, aku hanya bercanda,” teriak kak Kana sambil berteriak meminta bantuan.


Karena alasan kesal aku dan Ayana mengikat kak Kana dengan tali yang ada entah darimana. Setelah beberapa saat kami berdua melepas ikatan kak Kana dan kembali duduk.


“Aku akan memindahkan kalian berdua di sekolah yang berada pada naungan keluarga Sakurane yang bernama Senketsu,” ucap kak Kana.


“Kenapa aku harus pindah bibi?” tanya Ayana.


“Karena kamu diharuskan sekolah disana, dengan memakai nama keluarga Sakurane,” balas kak Kana.


Sejenak suasana hening dan kelihatannya Ayana tidak bisa mengatakan kalau dia tidak ingin pindah sekolah.


Pada akhirnya demi memecah keheningan ini aku bertanya kepada kak Kana,


“Jika Ayana bersekolah disana karena membawa marga Sakurane, aku dipindahkan berdasarkan apa kak Kana?, aku juga bukan merupakan keluarga Sakurane,”


Kelihatannya kak Kana terkejut setelah mendengar perkataanku lalu membalas pertanyaanku, “Apa kalian tidak diberitahu kalau kalian berdua sekarang bertunangan?”


“Hah?” balas kami berdua secara bersamaan, di karena kan terkejut dengan perkataan kak Kana.


“Kalian benar-benar tidak tahu itu?” tanya kak Kana.


“Kak Ria, beraninya kamu memutuskannya tanpa bilang padaku!” teriakku.


Sementara itu....


“Haichu….” kak Ria bersin.


“Apa ada yang sedang membicarakanku?, itu mungkin hanya perasaanku saja,” ucap kak Ria dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2