The Romantic Story With an Idol

The Romantic Story With an Idol
Chapter 12 : Bibir Itu


__ADS_3

Di kampus Yoona ‘Daekyung University’


Yoona berjalan cepat sambil memeluk sebuah map di sekitar kampus. Raut wajahnya terlihat cemberut. Di sisi lain, Donghae mengejarnya dari belakang. Sepertinya mereka sedang bertengkar.


Donghae berhasil mengejar Yoona dan menarik tangannya, “Yoona, jangan ngambek lagi…”


Yoona berbalik, “Bodo! Pokoknya aku gak mau maafin sebelum kamu membantu skripsiku!”


Donghae : “Bantu apa? Aku kan udah memberikan panduan untuk mengerjakan skripsi itu. Masa aku yang harus mengerjakan semuanya? Itu sama aja membuatmu menjadi bodoh. Lagipula kalo aku yang mengerjakan semuanya, nanti pas di sidang kan ada tanya-jawab soal skripsi itu, gimana kamu menjelaskannya di depan dosen?”


Yoona : “Aku kan bisa menghapalnya.”


Donghae : “Menghapal bukan berarti kamu mengerti isi dari bagian-bagian di skripsi itu.”


Yoona : “Ya udah, kalo gitu jangan temui aku lagi!”


Yoona semakin marah dan berlari menangis.


Donghae hendak mengejar Yoona lagi tapi niatnya terurung ketika sahabat-sahabatnya (Eunhyuk dan Siwon) datang menghalangi.


Siwon : “Berhenti!”


Eunhyuk : “Stop!!! Gak usah dikejar lagi, biarkan dia sendiri dulu.”


Siwon : “Benar, tunggu emosinya reda baru kamu bicara sama dia.”


Donghae : “Baiklah…”


Eunhyuk : “Sip, kalo gitu kita makan siang yuk! Laper berat nih!


Siwon mengangguk setuju.


Donghae : “Dasar kalian ini!” (tertawa).


Mereka bertiga kemudian pergi ke restoran langganan mereka yang terletak dekat dengan kampus bernama ‘D.O Restaurant’.


D.O Restaurant merupakan rumah makan milik keluarga Do dan salah satu yang terkenal di Seoul. Banyak pelanggan datang kesana, bahkan tak jarang para artis juga memesan makanan disana. Do Kyung Soo adalah anak dari pemilik rumah makan tersebut yang biasa membantu orang tuanya memasak di dapur restoran, terkadang ia juga ikut menyajikannya ke pelanggan ketika ramai.


Di D.O Restaurant


Kyungsoo yang memakai pakaian chef menyajikan makanan kepada tiga rekannya.


Kyungsoo : “Tadaaa… ini dia kimbap spesial ala Kyungsoo.”


Eunhyuk : “Woah… ehmmm….kayaknya enak nih! Jadi gak sabar pengen makan.”

__ADS_1


Siwon : “Selamat makan!”


Eunhyuk dan Siwon mencoba kimbap buatan Kyungsoo.


Eunhyuk : “Woah…enak!”


Siwon mengacungkan jempol tangannya sebagai tanda enak.


Kyungsoo : “Thank you…” (malu-malu sambil memegang leher belakangnya).


Eunhyuk : “Makanan yang kamu buat kok bisa enak gini semua rasanya. Apa sih rahasianya?”


Kyungsoo : “Ada resep rahasianya dong. Dan pelanggan gak boleh tau, rugi nanti kami jadinya hahaha.”


Eunhyuk : “Hey, aku ini bukan orang lain. Kita kan berteman, ayolah kasih tau…” (merangkul Kyungsoo).


Kyungsoo : “No way!”


Eunhyuk : “Okey, aku gak akan memaksamu lagi.”


Eunhyuk yang sejak tadi duduk di sebelah Kyungsoo kemudian menggelitiki tubuh Kyungsoo. Siwon ikut geli melihat tingkah mereka. Kyungsoo kegelian sehingga menyuruh Eunhyuk untuk berhenti menggelitikinya. Sedangkan, Donghae yang daritadi melamun dikejutkan oleh Siwon yang duduk di sebelahnya. “Donghae!” Donghae tersentak, “Ah, kaget!”


Siwon : “Kamu masih memikirkan Yoona, ya? Tenang saja, cewek emang gitu sifatnya, cepet emosi. Nanti juga dalam beberapa hari, emosinya reda.”


Siwon : “Sudahlah, pikirkan nanti saja. Yang penting sekarang kamu makan dulu daripada naanti sakit.”


Eunhyuk berhenti menggelitiki Kyungsoo dan melihat Donghae, “Iya, itu benar. Berhentilah memikirkan Yoona.”


Kyungsoo : “Tunggu, sebelum makanannya habis, kita berfoto dulu.” (mengambil smartphonenya).


Donghae : “Aku gak mau ikutan.”


Siwon : “Kenapa?”


Donghae : “Bad mood. Kalian aja…”


Eunhyuk : “Ya, udah kita bertiga aja.” (nada kejam).


Kyungsoo, Eunhyuk, dan Siwon berpose peace sambil berhitung bersama, “Hana, dul, se!” Ckrik! Lalu Kyungsoo mengirim foto mereka melalui line pada Eunhyuk agar langsung diunggah ke instagram. Sekedar informasi, Kyungsoo gaptek soal medsos, itu sebabnya ia tidak memiliki instagram.


Malam hari di kamar Hyeri


“Hwaaaa….” tangis Yoona menggelegar seisi rumah Hyeri. Hyeri menutup kedua kupingnya menggunakan tangan, “Yoona, berhenti! Stooppp…!!!” teriak Hyeri yang mengalahkan suara tangis Yoona. Sontak Yoona berhenti menangis.


Yoona : “Kenapa berteriak sekeras itu?!”

__ADS_1


Hyeri : “Habis, kamu gak berhenti nangis daritadi. Udah sejam tau! Untung mamaku lagi pergi.”


Yoona mengusap air mata yang membanjiri pipinya dengan mengambil tissu di meja kamar.


Yoona : “Benarkah? Rasanya baru lima menit hehe.”


Hyeri : “Apanya? Aku yang denger sambil melihat jam. Lagian dari awal kamu masuk rumah udah nangis-nangis ga jelas sampe sekarang. Kenapa kali.” (sambil melipat tangan).


Yoona : “Enak aja, emangnya aku gila apa nangis tanpa alesan gitu!”


Hyeri : “Kalo gitu, kenapa?”


Yoona : “Ini semua gara-gara Donghae!”


Kemudian Yoona amenceritakan pertengkarannya dengan Donghae.


Yoona : “Pokoknya aku gak mau maafin Donghae!”


Hyeri diam saja. Ia berpikir kemudian mucullah ide dari otaknya agar Yoona dapat memaafkan Donghae.


Siang hari di Woolem entertainmet


Hyeri sedang berjalan sambil membawa dokumen dan tidak sengaja melewati ruang latihan infinity. Kebetulan pintu sedang tidak tertutup rapat sehingga ia dapat melihat aktivitas di dalamnya dari celah pintu. Terlihat 6 member infinity sedang latihan koreografi.


Di saat latihan, Sungjong melakukan gerakan yang salah, itu sebabnya ia ditegur oleh Sungkyu, “Sungjong, gerakanmu salah lagi. Ada apa, hah?” “Maafkan aku…” sesal Sungjong. “Pokoknya nanti kalo salah lagi, selesai latihan kamu harus latihan sendiri sampai benar.” Sungjong mengangguk sedih. Woohyun menghampiri, “Udahlah, jangan terlalu keras pada Sungjong. Kasihan dia…”


Sungkyu : “Dia harus ditegasin biar gerakannya gak salah lagi. Itu resikonya saat dia gak fokus.”


Woohyun : “Fokuslah, Jong.” (sambil menepuk pelan pundak Sungjong).


Sementara Hyeri melihat kejadian itu, “Kasihan Sungjong…” gumamnya.


“Apa yang sedang kamu lakukan disini?” terdengar suara senior Choi dari belakang kepalanya membuat Hyeri terkejut. Hyeri menoleh, “Ee… enggak. Sa…saya cuma kebetulan lewat disini.” jawab Hyeri terbata-bata. “Pergi dari sini dan lanjutkan pekerjaanmu.” suruh senior Choi.


“Ya, aku mengerti.” Hyeri langsung berjalan cepat, sambil sesekali menengok kebelakang berharap senior Choi tidak mengikutinya.


Di saat yang bersamaan, L berjalan dari arah berlawanan. Hyeri yang tidak fokus melihat kedepan kemudian bertabrakan dengan L yang membuatnya hampir terjatuh kebelakang. Dengan spontan tangan L menyanggah tubuh Hyeri. Seketika mereka saling bertatapan selama beberapa detik. Awalnya Hyeri hanya menatap wajah L tapi kemudian tatapannya beralih fokus pada bibir L. Batin Hyeri bergejolak, “Bibir itu…ternyata sexy ya...”


Jreng jreng jreng!!!


Mau tau kisah selanjutnya? Silahkan tinggalkan like, komentar, dan favoritkan ya agar tiap chapter yang di up akan ternotifikasi di applikasi kalian.


Oh, iya jangan lupa rate 5 bintang ya agar author makin bersemangat dan cepat dalam membuat chapter-chapter berikutnya!


Gomawo buat teman-teman yang udah membaca!

__ADS_1


__ADS_2