
Di saat yang bersamaan, L berjalan dari arah berlawanan. Hyeri yang tidak fokus melihat kedepan kemudian bertabrakan dengan L yang membuatnya hampir terjatuh kebelakang. Dengan spontan tangan L menyanggah tubuh Hyeri. Seketika mereka saling bertatapan selama beberapa detik. Awalnya Hyeri hanya menatap wajah L tapi kemudian tatapannya beralih fokus pada bibir L. Batin Hyeri bergejolak, “Bibir itu…ternyata sexy ya...”
L kemudian sadar dan reflex melepaskan tangannya dari tubuh Hyeri membuat Hyeri terjatuh dan mengerang kesakitan, “Aw, bokongku…” sambil memegang bokongnya.
Hyeri Prov
Apa yang kupikirkan?! Bisa-bisanya aku berpikir mesum seperti itu! Bodoh! Bodoh!
Apa karna ciuman itu? Gak, itu kan cuma kecelakaan gak bisa dibilang ciuman. Lagian dia juga gak membahasnya, mungkin dia pura-pura lupa. Kalo gitu, aku juga deh pura-pura lupa sama kejadian itu. Mungkin seharusnya aku bener-bener melupakannya biar gak gugup kayak gini.
Oh iya… bokongku! Sakit sekali… Kejem banget sih dia menjatuhkanku!
Author Prov
L tidak menggubrisnya dan berlalu pergi meninggalkan Hyeri dalam diam.
Hyeri segera memungut dokumen-dokumennya yang berserakan di lantai akibat terjatuh. Lalu ia pun berdiri dan meneriaki L, “Hey, kamu! Dasar kejam! Menjatuhkan orang seenaknya, gimana kalo orang itu lagi hamil, pasti langsung keguguran! Dasar gak punya perasaan!”
Ocehan Hyeri sontak membuat orang-orang di sekitar mereka memperhatikan.
L menghentikan langkahnya. Ia berbalik, lalu mendekat menghampiri Hyeri dan bertanya, “Jadi, sekarang kamu lagi hamil?” “Ee…enak aja! Tentu aja gak lah, nikah aja belum!” jawab Hyeri dengan gugup. Kemudian L mencondongkan wajahnya kedepan, semakin dekat pada wajah Hyeri dan menatapnya tajam hingga membuat Hyeri semakin gugup. “Kalo gitu, aku gak salah dong menjatuhkanmu?” tanyanya pelan. “Itu… tetep aja salah! Kalo sampe patah tulang gimana coba?! Kamu mau tanggung jawab?!”
“Ada apa ini? Kalian bertengkar lagi?” terdengar suara Hoya di antara orang-orang yang memperhatikan mereka dari kejauhan. Tidak hanya Hoya, tapi member infinity lain juga melihat kejadian tersebut. Mereka pun menghampiri Hyeri dan L.
Sungkyu : “Kalian gak malu bertengkar disini? Semua orang memperhatikan tau.”
Hyeri dan L langsung melihat orang-orang di sekitar mereka, bahkan ada yang sambil berbisik-bisik. Sebenarnya Hyeri malu diperhatikan orang-orang tapi karena sudah telanjur memarahi L didepan umum, ia pun melanjutkan aksinya dengan berbohong mengeluh bahwa kakinya sakit. Hyeri lalu memegang kaki kanannya,
__ADS_1
“Aduh, kakiku sakit… tadi aku dijatuhin sama dia.” adunya sambil menunjuk L. “L Kenapa kamu sekejam itu?” tanya Sungkyu heran. L langsung mengelak, “Dia bohong! Tadi kakinya masih baik-baik aja kok.”
Dongwoo : “Tapi bener kamu kan yang menjatuhkannya?”
L : “Itu... Tadi dia menabrakku dan dia jatuh sendiri.”
Hyeri : “Bohong! Kalian lihat sendiri kan kejadian tadi? Benar kan dia yang menjatuhkanku?” (bertanya pada orang sekitar). Orang-orang tersebut mengiyakan. “Ah, benar kan! Banyak saksinya!” kata Hyeri sambil menjulurkan lidah mengejek L. L jadi semakin geram. “Udah, jangan ribut disini. Kita selesaikan di tempat lain aja yang sepi.” ajak Woohyun.
Di ruang latihan
L duduk di kursi kayu di tengah ruangan. Sementara 6 member infinity berdiri mengelilingi L dan menginterogasinya layaknya seorang terdakwa. Tapi L dengan cueknya memandang mereka tanpa rasa bersalah.
Sungkyu : “Jadi L, kutanya sekali lagi, apa bener kamu yang melakukannya?”
L : “Melakukan apa?”
L mendelik, “Enggak!”
Hoya : “Tapi sudah banyak saksinya.”
L : “Mereka smua gak tau apa-apa.”
Sungyeol : “Jadi, kamu tetep gak mau ngaku, hah?!”
L : “Untuk apa mengakuinya kalo emang aku gak melakukannya.”
Woohyun : “Tapi Hyeri kesakitan.”
__ADS_1
L kemudian berdiri dan berteriak, “Bohong! Bohong! Oh, jadi kalian lebih percaya sama perempuan yang baru kalian kenal itu daripada aku yang udah bertahun-tahun bersama kalian?!” Para member terdiam.
Hyeri yang daritadi duduk di sudut ruangan, berdiri tegak dan juga ikut berteriak sambil menunjuk L, “Hey, kamu yang berbohong!”
L menunjuk hyeri, "Lihat! Dia bisa berdiri tegak! Itu berarti dia bohong kakinya sakit!"
Hyeri langsung gelagapan dan memegang kaki kanannya kembali serta mengeluh, "Masih sakit kok... aduh..."
L geram. Ia mengepalkan tangan kemudian mendekat dan mengayunkan tinjunya hendak memukuli Hyeri. Hyeri sontak memejamkan mata dan menutupi wajahnya dengan sebelah tangannya untuk menghalangi pukulan L. Sebelum itu terjadi, para member dengan sigap mencegah L. Hyeri menurunkan tangannya. Tampak Hyeri sangat ketakutan saat itu.
Di dalam pikirannya, bagaimana seorang pria tega memukul wanita hanya karena kebohongan kecil? Sungjong yang saat itu iba pada Hyeri, mencoba menenangkannya.
Dongwoo : “Hey, man! Jangan melakukan kekerasan disini. Apalagi dia cewek.”
L : “Bodo amat, mau dia cewek atau cowok, aku akan tetep pukul dia! Dia harus dikasih pelajaran!” (sambil mencoba hendak meninju).
Sungkyu : “Berhenti, L. Kita selesaikan masalah ini baik-baik.”
Sungyeol : “Caranya?”
L pun menurunkan tangannya.
Sungkyu : “L, mulai sekarang kamu harus di samping Hyeri dan bantuin dia sampe kakinya sembuh.”
L mendelik, “Apa?!”
Sungkyu : “Gimana? Setuju?”
__ADS_1
Para member mengatakan setuju. L dan Hyeri shock mendengarnya.