The Romantic Story With an Idol

The Romantic Story With an Idol
Chapter 21 : Menyamar


__ADS_3

Tiba-tiba segerombolan fangirls yang duduk di bangku SMA melihat L dari luar kaca kedai dan berteriak histeris, “Kyaaa… ada L Oppa! L Oppa!” L dan Hyeri terkejut melihatnya. L spontan menarik tangan Hyeri, “Ayo, kita pergi dari sini!” ajaknya. Hyeri yang awalnya bengong akhirnya tersadar. Mereka berdua berlari keluar dari kedai tersebut. Segerombolan fangirls itu pun mengejar mereka.


Hyeri Prov


Woah, ternyata L terkenal juga. Bahkan sampe anak SMA pun ngefans sama dia. Apa ini, tanganku digandeng olehnya? OMG! Tangannya dingin sekali...


Author Prov


L dan Hyeri berlari menuju mobil mereka.


L : "Haiz, Mobilnya terkunci! Sungyeol mana?"


Hyeri : "Sepertinya dia masih di pasar. Tadi kami berpencar mencarimu."


L : "Kuncinya?"


Hyeri : "Dibawa sama Sungyeol."


"Haiz, yang benar saja!" L kesal dan menendang ban mobil itu.


Hyeri membatin, "Woah, kakinya kuat sekali. Dia bahkan gak merasa sakit setelah menendang ban mobil itu."

__ADS_1


Kemudian L menelepon Sungyeol dan ternyata HP Sungyeol tidak aktif. "Sungyeol kemana sih?! Bahkan HP-nya gak aktif." oceh L. Hyeri melihat salah satu fangirl yang menemukan mereka. "Hey, mereka menemukan kita." kata Hyeri. Di balik cahaya sinar matahari, L mengulurkan tangannya, "Ayo, pegang tanganku erat-erat. Jangan sampe lepas." Hyeri bingung tapi kemudian dia menurutinya. Ia menyambut tangan L tersebut dan menggenggamnya dengan erat. Mereka berdua akhirnya berlari secepat kilat melewati orang-orang sekitarnya bagaikan hembusan angin.


Fangirl : "Kemana mereka?"


Fangirl lainnya : "Entahlah. Ayo tetap mencari."


Hyeri menjadi kewalahan mengikuti L. Hyeri mengeluh, "Stop! Aku lelah... Kita harus berlari sampe kapan?"


L berhenti lalu matanya tertuju pada lorong sempit disamping mereka berdiri. Lalu ia menarik Hyeri ke lorong sempit tersebut dan bersembunyi dibalik dinding. Mata Hyeri terbelalak ketika L membungkam mulutnya supaya tidak menimbulkan suara. Jantung dan nafas Hyeri mendadak berhenti selama beberapa detik. Para fangirl itu berlari melewati lorong tempat mereka bersembunyi. Setelah L memastikan sudah aman, ia menurunkan tangannya dari mulut Hyeri.


L : "Sepertinya sudah aman. Mereka gak melihat kita."


"Kamu tahan nafas ya?" tanya L sambil menahan tawa. "Ii... Itu karna shock. Habis tadi larinya kenceng banget. Nafasku sampe tersengal-sengal." L hanya tertawa. Hyeri membatin, "Baru kali ini aku melihatnya tertawa lepas. Lesung pipinya baru kelihatan ketika dia tertawa. Ternyata dia manis juga ya." Hyeri dan L kemudian keluar dari balik dinding itu yang ternyata adalah dinding dari sebuah toko accesories. Hyeri lalu mengajak L untuk masuk ke toko tersebut. "Ngapain?" tanya L. "Udah masuk aja." ajak Hyeri.


Di toko, Hyeri menunjuk sebuah masker hitam yang digantung pada L, "Cobalah." L menurutinya. Ia mencoba masker hitam itu di cermin. Hyeri merasa ada yang kurang. Ia lalu mengambil sebuah topi baseball hitam dan mengenakannya pada kepala L. "Nah, ini baru sempurna!" kata Hyeri. "Untuk samaran ya?" tebak L. "Yupz!" ujar Hyeri tersenyum. Hyeri juga mengambil topi pantai dan kacamata hitam untuk dia kenakan. Setelah membayar barang-barang itu, mereka keluar dari toko sambil mengenakannya. Salah satu fangirl berjalan ke arah mereka. Hyeri sontak menundukkan kepala. Sedangkan, L dengan santainya berjalan seperti biasa. Fangirl itu ternyata melewati mereka. Sepertinya penyamaran mereka telah berhasil.


Sore menjelang malam, L dan Hyeri berjalan dalam diam dan saling berjauhan. Langkah L terhenti ketika menemukan halte bus.


Hyeri : "Kita pulang naik bus?"


L : "Tentu saja. Kalo kamu gak mau, jalan kaki sana."

__ADS_1


Hyeri : "Gak mau! Kita balik ke tempat mobil yang diparkir tadi aja. Siapa tau Sungyeol sudah menunggu disana."


L : "Gak, itu terlalu jauh."


Hyeri : "Tapi kalo ada fangirl di bus gimana?"


L menunjuk dirinya sendiri, "Menurutmu dengan aku menyamar seperti ini, mereka masih mengenaliku?"


Hyeri : "Benar juga. Baiklah, kita naik bus aja."


Sementara di Dongdaemun, Sungyeol kembali ke mobilnya. "Huft, aku capek. Aku udah obrak-abrik tempat ini tapi tetap gak menemukan L. Kira-kira Hyeri menemukannya gak ya?" gumam Sungyeol. Sungyeol lalu mengeluarkan HP dari sakunya berniat untuk menelepon Hyeri tapi ternyata HP-nya sudah mati. "Haiz, yang benar saja HP-ku mati. Jangan-jangan batreinya habis. Apa sebaiknya aku pulang aja ya. Siapa tau mereka udah pulang duluan." gumamnya lagi. Sungyeol kemudian mengendarai mobil itu pulang ke dorm.


Di sisi lain, Hyeri dan L pulang juga dengan menaiki sebuah bus. Di bus, Hyeri dan L duduk bersebelahan. Kebetulan bus yang mereka naiki itu sepi sehingga L melepas masker dari mulutnya karena merasa kepanasan. Hyeri pun juga melepas topi pantai dan kacamata hitamnya. Beberapa saat kemudian, L tertidur. Hyeri merasa kasihan melihatnya tertidur dengan kepala menunduk. Sehingga, ia meletakkan kepala L dibahunya. Sejenak, Hyeri terpesona melihat ketampanan L saat tidur. Hingga tanpa sadar, ia mulai menyentuh wajah L mulai dari pipi, dahi, hidung, dan bibir L menggunakan jari telunjuknya.


Hyeri Prov


Kayaknya L kelelahan sampe tertidur begitu. Kalo tidur gini, dia terlihat manis. Kulitnya bagus dan bersih, eyeliner di garis matanya membuat tatapannya menjadi tajam, hidungnya mancung, dan bibirnya... Oh no! Jangan mikir macem-macem Hyeri!


Author Prov


Hyeri teringat akan ciuman itu. Ia pun segera menurunkan tangannya. Untungnya, L tidak terbangun saat itu.

__ADS_1


__ADS_2