The Romantic Story With an Idol

The Romantic Story With an Idol
Chapter 47 : Reuni Orang Tua


__ADS_3

Di Mouse Rabbit


Sungkyu, Hoya, dan Dongwoo sedang duduk cemberut. Beberapa minuman yang mereka pesan telah disajikan di meja mereka.


Dongwoo : “Aku laper…”


Hoya memindahkan kopi yang berada di tengah meja pada Dongwoo, “Minum aja kopi ini sebanyak-banyaknya.”


Dongwoo : “Itu malah membuat perutku kembung, Hoya!”


Sungkyu : “Kan ada dessert, pesen saja.”


Dongwoo : “Tetep aja gak bisa membuat perutku kenyang. Lagipula gak ada yang menarik.”


Hoya : “Ini gak adil! Mereka enak-enak makan disana sedangkan kita disini cuma minum. Woohyun juga main kabur saja bersama pacarnya itu!”


Sungkyu : “Loh, katanya sudah putus?”


Hoya : “Entahlah. Gak jelas hubungan mereka.”


Dongwoo : “Pengen sih pacaran juga…”


Sungkyu : “Pacaran saja sama Hoya. Hahaha.”


Hoya mendelik, “No way!”


Dongwoo : “Aku juga no way!”


Sungkyu tertawa, “Kalian lucu sekali!”


Sore hari, L, Myungsoo, Sungjong, dan Hyeri telah selesai makan dan bersiap untuk pulang. Awalnya Myungsoo yang akan membayar semua makanan itu di kasir. Namun, L mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya.


Ia bermaksud untuk membayar sebagian makanan itu. Myungsoo pun setuju. Setelah membayar di kasir, Sungyeol, Hyeri, dan Sungjong berterima kasih pada L dan Myungsoo.


Di depan D.O Restaurant, Hyeri berjalan mendekati Myungsoo, “Uhm, permisi… aku mau mengembalikan payung ini.” kata Hyeri sambil menyodorkan payung hitam ditangannya.

__ADS_1


Myungsoo : “Kamu masih inget orang yang memayungimu waktu itu?”


Hyeri mengangguk pelan, “Terima kasih…”


Myungsoo mengambil payung itu sembari tersenyum, “Kuharap ini bukan pertemuan terakhir kita.”


Sontak Hyeri tertegun, “Uh?” Di dalam pikirannya, entah apa maksud dari perkataan Myungsoo itu.


Sungyeol : “Jadi, kalian pernah bertemu sebelumnya?”


Myungsoo : “Ya, waktu itu hari sedang hujan ketika kami bertemu. Kupikir kamu gak mengingatku karna expresimu biasa saja terhadapku.”


Hyeri tersenyum, “Kukira malah kamu yang gak mengingatku…”


Sungyeol : “Bertemu di saat hujan. Woah… romantis sekali!”


L : “Apanya yang romantis? Biasa saja. Bisa jadi itu pertanda buruk.”


Myungsoo, Sungyeol, dan Hyeri sontak berteriak pada L, “L Kim!”


Sesampainya di rumah pukul 06.00 p.m,


“Aku pulang…” seru Hyeri. Mama Hyeri keluar dari kamar dengan mengenakan pakaian rapi.


“Mama mau kemana?” tanya Hyeri.


“Ke rumah teman mama. Kamu lupa ya? Kan tadi siang mama sudah bilang padamu untuk menemani mama kesana. Ayo kita pergi sekarang!” ajak sang mama.


Hyeri pun mengeluh, “Tapi aku kan baru pulang ma…”


“Gak apa-apa. Langsung saja kesana, gak usah ganti baju.” desak mama.


Akhirnya Hyeri dengan terpaksa mengikuti kehendak mamanya.


Setengah jam kemudian, Hyeri dan sang mama tiba di depan rumah teman mamanya.

__ADS_1


Hyeri berdecak kagum melihat rumah mewah bergaya artistik tersebut dengan berbagai macam dekorasi dihalaman depannya.


Hyeri : “Woah… teman mama pejabat ya? Rumahnya mewah sekali…”


Mama : “Mama juga baru tau dia punya rumah sebagus ini…”


Hyeri menoleh, “Mama baru pertama kali kesini?”


Mama : “ Iya, tapi setau mama dia bukan pejabat. Dia adalah pimpinan sebuah hotel apa gitu… Lupa mama nama hotelnya. Pokoknya sekarang dia sudah sukses.”


Hyeri : “Woah, mama keren! Bisa punya teman sekaya ini!”


Lalu Hyeri dan mamanya memencet bel yang terdapat disamping pagar rumah tersebut.


Ting Tong! Seorang ibu muda membuka pintu pagar. “Hello, Mrs. Wang. Sudah lama kita gak bertemu. Gimana kamu bisa tau rumahku?” tanya ibu muda itu. Waktu reuni aku bertemu dengan  suamimu dan dia mengundangku kemari.” jawab mama Hyeri sembari tersenyum.


“Oh, kebetulan suamiku belum pulang. Paling sebentar lagi. Sambil menunggu, masuk yuk!”


Hyeri dan mamanya masuk dan lagi-lagi mereka berdecak kagum melihat perabotan serba mewah yang berada di ruang tamu rumah tersebut.


Kemudian seorang pria keluar dari kamarnya. Pria tersebut mengenakan kaos abu-abu lengan panjang dan celana hitam pendek serta sebuah headphone yang menggantung dilehernya.


Ibu muda itu memanggilnya lalu memperkenalkannya pada Hyeri dan mamanya, “Perkenalkan, ini anak bungsuku. Namanya Park Chan Yeol.” “Annyeonghaseyo…” sapa Chanyeol sambil membungkukkan tubuhnya. Mama Hyeri juga memperkenalkan anak tunggalnya.


Hyeri dan Chanyeol lalu berjabat tangan dan saling tersenyum satu sama lain.


“Hyeri, ngapain kamu disini?” tanya seorang wanita tiba-tiba. Sontak Hyeri menoleh ke arah suara tersebut. Rupanya suara itu merupakan suara dari wanita yang sedang berdiri di atas tangga. Hyeri pun terkejut melihatnya, “Seohyun?”


Jreng jreng jreng!!!


Mau tau kisah selanjutnya? Silahkan rate 5 bintang di halaman detil ya agar author makin bersemangat dan cepat dalam membuat chapter-chapter berikutnya!


Oh, iya tinggalkan juga like, komentar, dan favoritkan ya agar tiap chapter yang di up akan ternotifikasi di applikasi kalian.


Gomawo buat teman-teman yang udah membaca!

__ADS_1


__ADS_2