The Romantic Story With an Idol

The Romantic Story With an Idol
Chapter 36 : Kerjasama


__ADS_3

Author Prov


Donghae heran melihat Hyeri tiba-tiba melamun dan tidak menghiraukannya. Kemudian Donghae melambaikan tangannya dihadapan wajah Hyeri, “Hey, Hyeri. Kamu denger gak?”


Hyeri pun tersadar dari lamunannya, “Uh, ya?”


“Gimana kalo aku menyatakannya pas di hari ulang tahunnya? Menurutmu, dia bakal menolakku gak?” tanya Donghae. “Aku gak tau… Dia juga gak pernah cerita tentang perasaannya…” jawab Hyeri.


Donghae : “Begitu… Ah, udah sampai dirumahmu nih.”


Hyeri : “Ah, bener. Kalo gitu trima kasih, Donghae udah mengantarkanku sampai depan rumah…”


Hyeri langsung turun dari mobil. Donghae pun juga. Ia membantu Hyeri mengeluarkan barang-barangnya dari dalam mobil. Setelah itu, ia masuk kembali ke mobil untuk pulang. Hyeri pun memberikan ucapan selamat tinggal, “Hati-hati, Donghae…” Donghae tersenyum dari balik kaca mobil sambil melambaikan tangan pada Hyeri.


Hyeri masuk ke dalam rumah dengan sedih. Barang-barang yang ia bawa dijatuhkannya begitu saja ke lantai ruang tamu lalu lari ke kamar. Mama Hyeri yang sedang menonton TV bingung melihat tingkah anaknya.


Di kamar Hyeri


Hyeri menangis tengkurap di kasur dengan bantal yang menutupi wajahnya. Mama Hyeri yang khawatir melihat anaknya pun masuk ke kamar. Hyeri dengan sigap langsung pura-pura tidur menyamping membelakangi mamanya. “Mungkin dia kecapekan…”gumam sang mama.


Sang mama akhirnya keluar dari kamar lalu membereskan koper dan belanjaan Hyeri yang tergeletak di ruang tamu. Setelah memastikan mamanya sudah pergi, ia membuka mata dan menangis sejadi-jadinya dibawah selimut dan bantalnya.


Hyeri Prov


Apa kali ini cinta pertamaku benar-benar kandas? Kupikir perasaan ini sudah hilang… Tapi kenapa… kenapa harus dia yang disukai Donghae?! Kenapa??? Apa aku harus ikhlas merelakannya untuk Yoona? Sementara saat ini…hatiku sakit…


Author Prov


Keesokan harinya, aktivitas berjalan seperti biasa. Hari-hari pun berlalu,Yoona sudah pulang dari pulau jeju dan kembali ke kampus.


Di Daekyung University


Yoona dan Irene sedang duduk memandang para mahasiswa bermain basket di lapangan olahraga sambil menyedot minuman yang mereka beli dikantin.


Irene : “Kudengar, ada anak baru dari London kuliah disini dan dia adalah adik tingkat kita.”


Yoona menoleh, “Benarkah?”


Irene : “Dan kamu tau, dia adalah adik perempuannya Jessica Jung.”


Yoona : “Jessica si model kampus kita itu?”


Irene mengangguk, “Ya, dan aku udah lihat orangnya. Beda banget sama kakaknya. Tapi, wajar sih… Jessica kan oprasi plastik.”


Yoona : “Memang adiknya gak oprasi plastik?”

__ADS_1


Irene : “Kurasa enggak. Dia malah terlihat mirip sama kamu.”


Yoona : “Benarkah?!”


Salah satu mahasiswi bernama Tiffany tiba-tiba lewat di depan mereka, “Yoona, ada kembaranmu.” katanya sambil menunjuk Krystal yang berdiri didepan pintu kelas. “Dia lebih cocok menjadi adikmu dibanding Jessica.” lanjut Tiffany.


Irene : “Benar kan? Semua orang menganggap kalo dia adikmu. Tapi, ngapain dia berdiri disana? Seperti menunggu seseorang…”


Kemudian datanglah sang kakak Jessica bersama kedua temannya. Ia melihat Krystal dan langsung menghampirinya. Kedua temannya yaitu Taeyeon dan Yuri pun mengikutinya.


Yoona : “Dia menunggu kakaknya. Kalian benar, mereka gak mirip.”


Di depan kelas


Jessica : “Ada apa?”


Krystal : “Ini bekal dari kakek.”


Taeyeon dan Yuri tertawa. “Hari gini masih dibawakan bekal?” ejek Yuri. “Hey, kamu udah dewasa. Malu tau.” kata Taeyeon. Mendengar perkataan kedua temannya itu membuat Jessica kesal dan malu.


Jessica : “Memangnya aku anak kecil apa? Buatmu saja.”


Krystal : “Tapi kakek sengaja membuatkannya untukmu. Lagian aku juga udah punya satu.”


Jessica melipat tangannya, “Kamu makan aja semuanya. Pokoknya, aku gak mau!”


Di lobby Woolem Entertainment


Jam istirahat, Hyeri berjalan sambil menunduk menyembunyikan matanya yang sedikit bengkak akibat menangis semalam. Hingga akhirnnya ia menabrak seseorang didepannya yang tidak lain adalah L.


L : “Hey, kalo jalan itu lihat kedepan bukan kebawah.”


Hyeri mengangkat kepala dengan raut wajah sedih menatap L. L tertawa keras sambil menunjuk wajah Hyeri, "Waktu itu mata panda, sekarang mata bengkak hahaha."


Hyeri : “Puas kamu?!” (sambil berjalan melewati L).


Tawa L berhenti lalu ia menoleh kebelakang melihat Hyeri yang berjalan dengan lesu, “Kenapa dia? Gak biasanya…” gumam L.


Tiba-tiba terdengar suara Suzy yang berada tak jauh darinya, “Hey, L!” panggilnya. Rupanya Suzy diam-diam memperhatikan mereka sejak tadi.


Di taman Woolem Entertainment


L dan Suzy duduk di kursi panjang taman.


Suzy : “Aku kesini sengaja ingin menemuimu.”

__ADS_1


L Prov


Suzy jauh-jauh kesini hanya untuk menemuiku? Kukira dia mau menemui Woohyun. Apa karna ciuman itu, dia jadi suka padaku?


Author Prov


Suzy : “Bolehkah aku tanya sesuatu?”


L menaikkan sebelah alisnya, “Apa itu?”


Suzy : “Tapi kamu harus jawab jujur.”


L : “Baiklah, lagipula aku gak pernah berbohong padamu.”


Suzy : “Apa kamu menyukai Hyeri?”


L mendelik, “Apa?! Kenapa kamu bisa berpikir kalo aku meyukainya?”


Suzy : “Jadi… itu gak bener ya?”


L : “Tentu saja. Waktu itu Moonsoo, sekarang kamu. Itu semua gak bener dan gak akan mungkin terjadi. Dia dan aku bagaikan langit dan bumi. Lagipula dia jauh sekali dari tipeku.”


Suzy : “Benar juga. Kalian slalu bertengkar kalo ketemu.”


L : “Aku juga membencinya.”


Suzy : “Kenapa?”


L : “Karna dia slalu membuatku susah.”


Suzy Prov


Ini kesempatan bagus. Mungkin L bisa bekerjasama denganku. ~kekeke~


Author Prov


Suzy : “Aku juga.”


L : “Kenapa? Dia kan temanmu.”


Suzy melipat tangannya, “Itu dulu. Sekarang, aku gak menganggapnya sebagai temanku lagi sejak dia merebut posisiku di perusahaan ini. Hey L, gimana kalo kita bekerjasama?”


L mengernyit, “Kerjasama?”


Suzy : “Iya, kamu pengen kan dia gak berada disekitarmu lagi? Gimana kalo kita mengeluarkannya dari perusahaan ini?”

__ADS_1


L tersenyum sinis, “Ide bagus. Dengan begitu, ia gak akan mengganggu kehidupanku lagi. Ah, aku punya rencana…”


L lalu membisikkan rencananya pada Suzy. Suzy pun mengangguk setuju.


__ADS_2