The Romantic Story With an Idol

The Romantic Story With an Idol
Chapter 26 : Hari Keberangkatan


__ADS_3

Malam hari, Donghae, Siwon, dan Eunhyuk datang ke rumah Yoona untuk membantu mencarikan judul skripsi.


Di ruang tamu rumah Yoona


Mereka bertiga beserta Yoona duduk di sofa ruang tamu.


Donghae : “Yoona, apa kamu masih marah padaku?”


Yoona : : “Udah gak lagi!” (ketus).


Eunhyuk : “Jawabnya kok ketus gitu, yakin udah maafin Donghae? Kalo kamu masih marah sama Donghae, buat apa kami disini? Lebih baik, kami pulang saja.”


Lalu Eunhyuk mengajak Donghae dan Siwon dengan mengambil tas, bersiap untuk pulang.


Melihat itu, Yoona pun mencegahnya, “Tunggu!” Lalu ia menghadap Donghae dengan wajah menunduk,  “Aku minta maaf, Donghae…” ujar Yoona pelan. Donghae tersenyum, “Aku juga minta maaf, Yoona…” “Baiklah, karna kalian udah baikan, Ayo kita membantu Yoona.” Ajak Siwon. Akhirnya, Donghae mengajari Yoona. Sedangkan, Siwon juga mengerjakan skripsinya sendiri di laptop dan Eunhyuk malah asyik bermain game di smartphonenya.


Siang hari di Daekyung University


Yoona menyerahkan judul skripsinya kepada dosen pembimbing. Kemudian Dosen pembimbing itu memeriksa kemudian meng-acc-nya. Yoona sangat senang. Lalu ia mencari dan memamerkannya pada Donghae. Donghae pun turut senang.


Di ruang teater


Siwon sedang membaca naskah. Terlihat raut kebingungan di wajahnya. Ia kemudian menemui si penulis naskah (pria) yang berdiri tak jauh darinya.


Siwon : “Sepertinya ada yang salah dengan isi dialognya. Aku kan jadi pengawal, tapi kok isi dialognya memerintah semua? Bukannya pengawal harusnya yang diperintah?”


Penulis naskah : “Oh, ya ampun aku salah ketik! Harusnya kamu jadi raja, Siwon.”


Siwon terkejut, “Aku… jadi raja?!”

__ADS_1


Eunhyuk yang berada dekat dengan si penulis naskah mendengar percakapan tersebut. Ia tidak terima, lalu menghampiri mereka.


Eunhyuk : “Siwon jadi raja?! Lalu bagaimana denganku? Apa kamu juga gak salah ketik? Siapa tau aku jadi raja atau pangeran juga dari kerajaan lain gitu.”


Si penulis naskah menggeleng, “Tidak. Kamu beneran jadi pengawal, Eunhyuk. Lihat saja isi dialogmu yang slalu diperintah.”


Eunhyuk pun memeriksa naskahnya lalu memandang si penulis naskah dengan wajah cemberut.


Di ruang divisi keuangan PT. WWW


Di meja kerjanya, Hyeri menceritakan pada Seohyun bahwa ia akan berangkat ke pulau jeju bersama infinity.


Seohyun : “Benarkah?! Enak banget bisa ke pulau jeju bareng infinity. Seandainya aja aku juga bisa ikut…”


Hyeri menghiburnya, “Nanti juga ada moment kamu bisa bersama infinity kok.”


Seohyun : “Tapi kapan? Aku pengen deket sama Hoya.”


Tiba-tiba senior Choi datang menghampiri Seohyun dan Hyeri.


Senior Choi : “Besok kamu pergi sendiri ya ke pulau jeju.”


Hyeri : “Senior gak ikut?”


Senior Choi : “Gak. Saya lagi gak enak badan. Lagipula, saya sudah pesen kepada para kru untuk membantumu kalo mengalami kesulitan disana.”


Mendengar itu, Hyeri menunduk lemas. Ia resah karena ini pertama kalinya ia bekerja tanpa didampingi seniornya.


Malam hari di kamar Hyeri

__ADS_1


Hyeri sedang berkemas-kemas. Lalu tiba-tiba Yoona masuk ke kamarnya. Ia memandang Hyeri heran. “Kamu mau kemana?” tanya Yoona. “Ke pulau jeju.” jawab Hyeri sambil tetap berkemas-kemas. Yoona menginterogasinya, “Ngapain? Sama siapa? Kapan?”


Hyeri lalu duduk di kasurnya sambil melipat pakaiannya yang akan dimasukkan ke koper.


Hyeri : “Kerjalah… sama infinity dan kru lainnya. Besok aku berangkat.”


Yoona : “Kok kamu gak kasih tau aku dari kemaren-kemaren sih? Kalo tau gitu, aku bisa siap-siap juga.”


Hyeri : “Orang luar gak boleh ikut.”


Yoona : “Aku gak ikut bareng kalian. Aku kan bisa pergi kesana sendiri.”


“Maksudmu?” tanya Hyeri bingung. Yoona kemudian mengambil proposal skripsinya dan menunjukkannya pada Hyeri, “Tadaaa… Judulku di acc loh! Dan aku langsung mengerjakan bab satu tadi siang.” Hyeri lalu memeriksanya dan terkejut melihat Yoona berhasil mengerjakan bab nya sampai selesai. Yoona menagih janji Hyeri, “Jadi, kapan kamu akan membuatku berkencan dengan L?” Hyeri mengelak, “Hey, kamu belum mengerjakan skripsimu sampe akhir. Jadi, mana bisa berkencan.”


Yoona : “Maksudmu, tunggu tiga bulan lagi? Itu terlalu lama, aku keburu tua.”


Hyeri mendelik, “Mana ada orang bertambah tua dalam hitungan bulan?!”


Yoona : “Ada, aku! Kurang dari tiga bulan umurku sudah bertambah setahun. Kamu gak inget hari ulang tahunku?!” Hyeri terdiam dan membatin, “Astaga, aku lupa hari ulang tahun Yoona sebentar lagi. Kalo sampe dia tau aku melupakannya, dia pasti marah besar.”


Hyeri berbohong, “Tentu aja aku mengingatnya. Okey, aku bakal atur rencana kencan kalian.”


Yoona tersenyum puas. Ia pun pulang.


Setelah Yoona pulang, Hyeri terduduk lemas dan tidak tahu harus berbuat apa. Untungnya, ia telah selesai mengemasi barang-barangnya. Ia bahkan tidak bisa tidur nyenyak memikirkan cara supaya L mau berkencan dengan Yoona.


Keesokan harinya


Brakk! Pagi-pagi sekali sang mama membuka pintu kamar Hyeri. “Kamu mau pergi, gak? Bangun, cepat!” teriak sang mama. Hyeri spontan bangun terduduk di kasurnya. Terlihat ada lingkaran hitam di bawah matanya. Sang mama yang melihat itu pun bertanya, “Kamu semalem begadang?” Hyeri menggelengkan kepala. “Kenapa matamu jadi kayak mata panda gitu?” tanya Mama. Hyeri merespon dengan suara lemas, “Benarkah?” Sang Mama lalu menyeret tubuh Hyeri kedepan cermin. Hyeri sontak berteriak histeris melihat matanya, “Kyaaaaaaaa!!!!”

__ADS_1


Sejam kemudian, Hyeri bersiap-siap pergi. “Ada yang ketinggalan gak?” Tanya Mama. “Hmm… kayaknya udah lengkap deh. Aku pergi, ma!” pamit Hyeri. Kemudian Hyeri keluar rumah dengan memakai kacamata hitam yang dibelinya bersama L waktu di Dongdaemun. Ia memakainya dengan tujuan supaya orang-orang tidak melihat mata pandanya.


__ADS_2