The Romantic Story With an Idol

The Romantic Story With an Idol
Chapter 35 : Rasa Sakit Dihati


__ADS_3

Saat Ini


Siang hari, Infinity, Hyeri beserta para kru akhirnya pulang ke Seoul dengan menaiki pesawat dari bandara Jeju. Perjalanan pulang kali ini terasa lebih lama karena pesawat mereka mendarat di bandara Incheon. Pilihan jatuh ke bandara Incheon disebabkan mereka tidak mendapat tiket pesawat menuju bandara Gimpo karena jumlah penumpang pesawat yang sudah mencapai batasnya.


Di bandara Incheon


Sore hari, rombongan tersebut akhirnya tiba di bandara dengan selamat. Saat itu bandara sedang sepi sehingga infinity dapat berjalan dengan tenang tanpa dikawali bodyguard. Para kru dan manager berjalan duluan keluar dari bandara karena mobil mereka telah sampai. Bersamaan dengan itu, muncullah seorang wanita cantik dengan kopernya dari gate yang berbeda. Wanita itu memakai mini dress ketat sehingga lekuk tubuhnya yang ramping terlihat indah, kulitnya putih mulus, rambutnya panjang bergelombang, dan ia juga mempunyai mata yang bersinar. Wanita cantik itu berjalan hingga berpapasan dengan infinity dan Hyeri ketika hendak keluar dari bandara.


Rupanya L mengenalinya, “Krystal Jung?”


“Hey, L!” panggil wanita itu sambil berlari kecil menghampirinya.


Dongwoo terpesona melihat kecantikan wanita itu, “ Woah, cantik sekali…”


Sungyeol : “Aku gak tau kalo L punya kenalan cewek secantik ini.”


Member-member lain juga terpana melihat Krystal.


Woohyun : “Tapi bagiku tetep pacarku, Bae Su Ji is the best!”


“Baru sampe?” tanya L. “ Iya” jawab Krystal.


Krystal : “Kamu habis darimana?”


L : “Pulau jeju. Kami syuting MV disana.”


Krystal : “Oh… Ah, aku hampir aja lupa menyapa kalian. Annyeonghaseyo yeorobun…” (Hai semuanya).


“Annyeonghaseyo…” sapa yang lainnya bersamaan.


L lalu mengenalkan Krystal pada mereka, “Dia teman kecilku dari London. Namanya Krystal Jung.” Krystal pun memperkenalkan dirinya. Begitu juga dengan para member yang memperkenalkan diri mereka masing-masing.


Pandangan Krystal teralihkan pada Hyeri, “Kamu… siapa?”


Hyeri : “Aku…”


Sungjong : “Namanya Wang Hye Ri. Dia teman kami dan sekarang kerja di kantor Woolem Entertainment.” (sambil merangkul Hyeri).


Hyeri tersenyum mengangguk. Krystal membalas senyumannya dengan tersenyum juga.


L : “Kamu dateng sendiri kesini?”


Krystal : “Iya, aku ingin kuliah disini. Dia juga bentar lagi menyusul kesini.”


L : “Dia?! Stelah sekian lama?”


Krystal : “Dia lagi mengurusi surat-surat kepindahannya dari London kesini. Dan rencananya dia mau kerja di Seoul. Makanya, aku juga pengen melanjutkan kuliahku disini.”


L : “Dasar, kamu slalu saja mengikutinya. Nanti kamu tinggal sama siapa?”


Krystal : “Masih ada kakek dan kakakku disini.”

__ADS_1


Hyeri berbisik pada Sungjong, “Siapa yang dimaksud mereka?” “Aku juga gak tau...” bisik Sungjong.


Di depan pintu keluar bandara


Infinity dan Hyeri menaiki mobil van duluan. Tinggallah L dan Krystal yang masih diluar mobil.


L : “Mau aku antarkan?”


Krystal : “Gak usah. Aku bisa naik taksi. Meskipun udah lima belas tahun gak ketemu, sifatmu gak berubah ya. Cuma bedanya, kamu terlihat lebih keren!” (sambil mengacungkan jempolnya).


L tersenyum, “Kamu juga sudah tumbuh dewasa dan…semakin cantik.”


Krystal tersenyum malu-malu. Ia kemudian menaiki taksi yang tiba di hadapannya. Sang supir taksi menaikan kopernya ke bagasi taksi. Di taksi, Krystal menurunkan kaca mobil lalu melambaikan tangan pada L sambil berucap, “Bye!” L dengan tersenyum membalas lambaian tangan itu sembari taksi tersebut melaju pergi.


Di mobil van,


Dongwoo yang duduk disebrang L bertanya, “Hey, L. Kenapa kamu gak pernah cerita punya teman cewek secantik itu?” Sungyeol yang duduk disamping L membenarkan, “Ya, itu benar!”


L : “Untuk apa? Aku tau sifat kalian kalo melihat cewek cantik pasti kalian akan menyuruhku mebantu kalian untuk deket sama dia.”


Sungyeol : “Huuu… btw, cewek itu umur berapa? Dia seperti anak yang masih sekolah yang badannya aduhai…” (sambil memeragakan lekuk tubuh Krystal dengan tangan).


Hoya : “Sungyeol parah pikirannya…”


Sungkyu yang duduk dibelakang Sungyeol langsung memukul kepala Sungyeol. Plak! “Hey, jangan berpikiran mesum!”


Sungyeol sontak memegang kepalanya yang kesakitan, “Cuma bercanda kok…”


Sungkyu : “Iya L, jadi berapa umurnya?”


L : “Dua puluh empat tahun.”


Woohyun menoleh, “Woah, seumur sama Suzy-ku dong.”


Dongwoo : “Dia udah punya pacar?”


L : “Sudah kuduga kamu akan menanyakan hal itu.”


Sungjong terkekeh, “Kamu mau mendekatinya, Dongwoo?”


Dongwoo : “Itu bukan urusanmu, Sungjong.”


L : “Kusarankan, sebaiknya kalian jangan berusaha untuk mendapatkannya karna dihatinya sudah ada orang lain.”


Sungyeol : “Jadi, dia udah punya pacar? Yah… sayang sekali.”


Dongwoo : “Jadi, kamu berniat untuk menyaingiku?”


Sungyeol : “Tadinya. Tapi karna dia udah punya pacar, gak jadi hehe.”


Hyeri yang sedang duduk disamping supir hanya terdiam mendengar obrolan mereka daritadi.

__ADS_1


Sore menjelang malam, Hyeri diturunkan di trotoar yang tidak jauh dari rumahnya karena mobil van tersebut langsung menuju dorm. Padahal supir sudah menawarkan untuk mengantarkannya pulang sampai kerumah. Tapi Hyeri menolaknya karena ia tidak ingin merepotkan supir yang harus putar-balik jika mengantarkannya sampai kerumah. Baru sebentar ia berjalan kaki di trotoar, ia pun mengeluh. Sepertinya ia menyesal telah menolak tawaran supir tadi, “Haiz, gimana nih? Aku gak menyangka belanjaannya sebanyak ini plus kopernya tambah berat. Rasanya aku gak kuat jika harus membawa semua ini masuk kerumah. Seseorang, please help me…” gumamnya.


Mukjizat, sepertinya Tuhan mendengar keluh kesah Hyeri. Tiba-tiba sebuah mobil datang menepi ke trotoar dan berhenti tepat disamping Hyeri. Keluarlah sesosok pria dari dalam mobil yang ternyata adalah Donghae. Hyeri menoleh heran, “Donghae?”


Donghae : "Hey, Hyeri."


Hyeri : "Sejak kapan kamu punya mobil? Setauku, kamu hanya punya motor..."


Donghae : "Ini mobil keluargaku. Motorku lagi di bengkel."


Donghae lalu melihat belanjaan yang dijinjing Hyeri, “Belanjaanmu banyak sekali. Mau kubantu?”


Hyeri : “Ya, tapi…”


Donghae tanpa basa-basi langsung mengambil semua belanjaan itu dari tangan Hyeri lalu meletakkannya di kursi belakang mobil. Begitupun juga dengan koper Hyeri yang ia masukkan kedalam bagasi mobil. Hyeri melongo melihatnya. Donghae lalu membukakan pintu depan mobil, “Masuklah, aku antarkan kamu pulang.” katanya sambil tersenyum. Hyeri mengiyakan. Ia pun duduk disamping Donghae.


Di mobil, Donghae bertanya, “Kamu habis darimana? Kenapa membeli barang sebanyak itu?”


Hyeri : “Dari pulau jeju. Itu titipan mamaku semua. Oleh-olehnya cuma dikit kok.”


Donghae : “Woah, pasti hobi mamamu adalah shopping.”


Hyeri mengangguk pelan.


Donghae : “Trus pas disana ketemu Yoona gak?’


Hyeri : “Ketemu. Kami malah jalan-jalan bareng.”


Donghae : “Syukurlah, dia baik-baik saja disana. Sekarang Yoona masih disana?”


Hyeri : “Iya, dia baru pulang besok.”


Donghae : “Owh… Hyeri, aku boleh menanyakan sesuatu?”


Hyeri : “Apa?”


Donghae : “Menurutmu, Yoona menyukaiku gak?”


Deg! Jantung Hyeri seakan berhenti sejenak. Dia bingung harus berkata apa.


Hyeri : “Kenapa…kenapa kamu menanyakannya padaku?”


Donghae : “Kamu kan sahabatnya. Dia gak pernah cerita tentang perasaannya? Misalnya lagi suka sama siapa gitu…”


Hyeri : “Iya sih… tapi…”


Donghae : “Aku menyukainya…”


Hyeri sontak terkejut, “Uh?!” Donghae melanjutkan, “Sudah lama aku menyukainya. Tapi saat itu kami masih remaja jadi aku gak berani mengatakannya. Nah, sekarang dia udah dewasa. Sebentar lagi juga dia akan berulang tahun. Aku berencana untuk mengatakannya pas di hari ulang tahunnya. Gimana menurutmu?”


Hyeri Prov

__ADS_1


Ternyata selama ini dugaanku benar, Donghae sangat menyukai Yoona. Tapi kenapa tiba-tiba hatiku sedih? Rasanya hati ini sakit mendengar Donghae akan menyatakan cintanya pada Yoona. Apa... jangan-jangan aku masih menyukainya?


__ADS_2