The Romantic Story With an Idol

The Romantic Story With an Idol
Chapter 17 : Permainan Hyeri


__ADS_3

Author Prov


Di tengah koridor, L dan Hyeri saling bertatapan sinis. Mata mereka bertemu menyiratkan rasa kebencian satu sama lain. Entah sejak kapan Sungyeol kembali dan berdiri di antara mereka, “Ternyata kalian sudah bertemu. Mulai hari ini, aku menerima mandat dari Sungkyu untuk berada disamping kalian, mengawasi!” katanya sambil bergaya hormat bak tentara militer. L dan Hyeri menatap heran pada Sungyeol.


Sungyeol : “Jadi Hyeri, kamu butuh bantuan apa?”


Hyeri berpikir sejenak, “Hmmm…ada! Tapi sebelum itu, kita makan dulu. Aku lapar.”


Sungyeol : “Iya juga. Aku juga lapar… ayo kita ke kantin!” (semangat).


Kemudian Sungyeol menarik tangan L dan menyeretnya, “Let’s go!”


Sungyeol menyuruh L untuk menggandeng Hyeri tapi L menolaknya.


Sungyeol : “Kamu gak kasihan melihat dia berjalan pincang gitu?”


L : “Dia cuma pura-pura!” (kesal).


Omongan L tidak digubris Sungyeol. Lalu muncullah ide di pikiran Sungyeol, ia meletakkan tangan L ke lengan Hyeri. Hyeri terbelalak, “Aa… apa ini maksudnya?!” “L, pegang lengannya dan tuntun dia.” suruh Sungyeol dengan sedikit emosi. Pada akhirnya, L menuruti perintah Sungyeol meskipun ia menggandeng Hyeri dengan wajah kesal. Hyeri buang muka, ia tidak mau menengok pada L. Sungyeol cekikikan dalam hati melihat Hyeri dan L bergandengan bak robot yang kaku.


Di kantin Woolem Entertainment


Saat hendak mengambil makanan, Sungyeol berkata “Hyeri, kamu duduk saja dulu. Biar L yang mengambil makananmu.” L sontak menolak, “Mwo?! Gak mau! Emang aku budaknya apa?!”


Sungyeol memicingkan matanya ke arah L sejenak. Kemudian Sungyeol mengalihkan pandangan mencari kursi kosong dan mempersilahkan Hyeri duduk, “Duduklah, aku akan ngomong sama dia.” Hyeri mengangguk lalu melangkah menuju kursi kosong yang ditunjuk Sungyeol.


Hyeri Prov


Asyik, makananku diambilkan L! Senengnya mengerjai dia ~kekeke~


Author Prov


Tiap jam istirahat, para karyawan dan trainee diperbolehkan makan di kantin secara gratis. Sebenarnya para artist juga berkesempatan mendapatkan makanan gratis di kantin. Hanya saja karena jadwal yang padat, mereka lebih memilih makan di luar.


L tiba duluan membawa dua piring berisi nasi beserta lauk pauknya. Satu piring ditaruhnya dengan kasar di hadapan Hyeri, “Nih!”

__ADS_1


Hyeri : “Hey, kenapa hanya sedikit yang kamu ambilkan? Mana kenyang aku.”


L : “Bodo! Masih bagus kuambilkan!”


Hyeri mengadu pada Sungyeol yang baru saja tiba. Sungyeol merespon,  “Mungkin L gak tau porsi kamu. Kalo kurang, kamu bisa ambil punyaku.” “Ah, gak usah.” kata Hyeri.


Mereka bertiga makan dalam diam. Kemudian Sungyeol mencoba mencairkan suasana dengan menunjukkan


handycamnya, “Tadaaa…”


L : “Buat apa?”


Sungyeol : “Buat merekam kalian berdua. Ya, sekalian jadi bukti kalo kalian gak bertengkar dan bantuanmu terhadap Hyeri. Aku gak mau dianggap bekerja sama dengan kalian.”


L : “Berlebihan banget.”


Hyeri menimpali, “Iya, terlalu berlebihan!”


Sungyeol : “Biarin!”


Sungyeol : “Tenang saja. Aku sudah mengatur semuanya. Manager cuma tau aku sama kamu cuti.”


L : “Apa? Aku harus cuti untuk hal semacam ini?! Hey, aku mau menggunakan cuti hanya untuk liburan saja!”


Sungyeol : “Ini hukuman untukmu karna udah kasar pada Hyeri.”


L langsung memasang wajah bad mood.


Selesai makan, permainan dimulai. Mulai dari L membantu Hyeri membawakan buku dan dokumennya, mengambil arsip di gudang, memfotokopi, mengikuti kemanapun Hyeri pergi, dan lain-lain hingga pekerjaan Hyeri selesai di hari itu. Sungyeol mengawasi mereka sambil merekam semuanya. Meskipun L melakukannya dengan setengah hati, tapi ia sebenarnya menyadari kesalahannya. Sebenarnya, ia tidak sengaja melepas tangannya waktu itu. Ia hanya reflex. Ketika menyadarinya, ia bermaksud melarikan diri dengan menjadi acuh tak acuh pada Hyeri.


Sore hari di taman Woolem Entertainment


L, Hyeri, dan Sungyeol bertemu para member lainnya.


Sungkyu : “Apa kalian bersenang-senang?”

__ADS_1


L : “Sama sekali enggak!”


Sungyeol : ‘Tentu saja. Aku sudah merekam semuanya disini. (menunjuk handycamnya).


Sungkyu : “Bagus. Baik-baiklah kalian.” (sambil menepuk pundak L).


Woohyun : “Kami pergi dulu, mau refreshing.”


Sungyeol : “Kemana? Ikut!” (sambil berlari mengejar para member).


Hyeri : “Aku juga mau pulang.” pamit Hyeri meninggalkan L sendirian kala itu.


Hyeri mengambil tasnya dan pulang melewati ruang latihan. Langkahnya terhenti ketika mendengar suara musik yang masih dimainkan di ruang latihan. Rupanya Sungjong sedang berlatih sendirian.


Hyeri Prov


Sungjong? Latihan kan udah selesai daritadi, kok dia masih disini? Oh, iya tadi dia gak ada pas ketemu infinity di taman. Tapi ini udah malem, kenapa masihlatihan?


Author Prov


Hyeri masuk ke ruang latihan, “Sungjong, kamu masih disini? Latihan udah selesai kan?” Sungjong mematikan musik dan duduk kelelahan. Hyeri menghampiri dengan duduk disebelahnya.


Hyeri : “Kenapa?”


Sungjong : “Tadi siang Sungkyu memarahiku karna gerakanku salah. Makanya aku masih latihan sampai saat ini. Aku sedang mencoba menghapal setiap gerakan.”


Hyeri : “Member-member lain tau?”


Sungjong mengangguk. Wajahnya penuh dengan keringat.


Melihat hal itu, Hyeri kemudian mengambil handuk kecil yang berada di gantungan dan memberikannya pada Sungjong. Sungjong pun berterima kasih. Sungjong menyeka keringatnya dan bercerita, “Sebenernya aku gak konsen karna memikirkan mamaku yang lagi sakit.” “Mereka tau?” tanya Hyeri.


Sungjong menggeleng, “Aku gak mau membuat mereka khawatir juga. Lagipula beberapa minggu lagi, kami akan perform di ‘Music Bank’. Jadi, kami harus perform dengan maksimal.” Sungjong mulai menangis. Hyeri menyodorkan bahunya, “Menangislah... menangis bisa membuat beban hatimu


berkurang.” katanya. Sungjong kemudian menangis di bahu Hyeri.

__ADS_1


Sementara, L berdiri di depan pintu melihat mereka.


__ADS_2