The Romantic Story With an Idol

The Romantic Story With an Idol
Chapter 19 : Ketahuan


__ADS_3

Di kantin Woolem Entertainment


Hyeri menceritakan tentang mama Sungjong pada Sungkyu.


Sungkyu : “Mungkin aku terlalu keras padanya. Seandainya aku tau masalahnya, pasti aku gak akan memarahinya. Aku sangat menyesal…”


Hyeri : “Iya, sebenernya Sungjong menyuruhku untuk merahasiakannya. Tapi aku kasihan melihatnya. Bisakah kalian pura-pura gak tau tentang masalah ini?”


Sungkyu : “ Ya, kami akan merahasiakannya. Aku akan meminta manager untuk mengizinkannya cuti. Terima kasih sudah memberitahuku.”


Hyeri tersenyum.


Di ruang latihan, sang manager memanggil Sungjong, “Lee Sung Jong, ikut aku.”


Di ruang tunggu


Manager dan Sungjong duduk di sofa secara berhadapan.


Manager : “Sungjong, karna kamu sudah bekerja keras selama ini, aku akan memberimu cuti selama 3 hari.”


Sungjong terkejut, “Benarkah? Jadi, aku boleh pulang kerumahku selama 3 hari?”


Manager mengangguk, “Benar.”


Sungjong yang awalnya lesu menjadi sumringah. Ia mengucapkan banyak terima kasih pada manager sambil membungkukkan badan berkali-kali.


Lalu Sungjong pamit pada member-member lainnya. Kelima member itu mengantarnya sampai ke pintu gerbang.


Hyeri melihatnya dari balik pohon dan tersenyum.


Tiba-tiba suasana menjadi dingin dan Hyeri merinding seketika. Ia merasa seperti ada sesuatu makhluk yang berdiri dibelakangnya dan berbisik, “Ini perbuatanmu kan?” Hyeri menoleh terkejut, “L! Bikin kaget aja!” kata Hyeri sambil mengelus-elus dadanya.


L : “Kenapa? Merinding? Setiap kali aku berdiri di belakang orang, pasti orang slalu beranggapan seperti itu.”


Hyeri : ‘Itu karna kamu memancarkan aura dingin. Bahkan hantu saja kalah.”

__ADS_1


L : “Oh, jadi itu sebabnya aku mendapat julukan Ice prince.”


Hyeri : “Kok tau? Dari Sungjong ya?”


L : “Bukan dan kamu gak perlu tau.” (sambil berlalu pergi menyusul para member lainnya).


Di ruangan senior Choi


Terlihat Hyeri berdiri di depan meja senior Choi. Sepertinya senior Choi menyuruhnya untuk pergi ke suatu tempat tanpa supir.


Hyeri : “Hah, gak ada supir? Jadi saya perginya gimana?”


Senior Choi : “Iya, supirnya tiba-tiba pulang karna sakit. Kan ada L dan Sungyeol, suruh mereka menemanimu.”


Di parkiran basement


Hyeri dan Sungyeol menunggu di depan mobil. L datang menyusul mereka, “Apa kita harus ikut juga?” tanyanya.


Sungyeol mengangguk dan memberikannya kunci mobil, “Nih, kamu yang nyetir!” L menyalak, “Hey, kenapa harus aku?!” Sungyeol tidak menggubrisnya dan langsung masuk ke mobil. “Hyeri, kamu duduk di depan ya.” suruh Sungyeol yang sudah duduk di belakang. “Gak mau.” tolak Hyeri. Hyeri berusaha membuka pintu belakang mobil tapi sudah dikunci oleh Sungyeol dari dalam mobil. Akhirnya, ia terpaksa duduk di sebelah L. Rupanya, mereka mengantar Hyeri ke bank.


L : “Hey, berhentilah merekamku! Ini bukan saatnya tau!”


Sungyeol : “Biarin! Aku senang merekammu. Dari sisi manapun, kamu tetap terlihat tamvan.”


L : “Baru tau? Pokoknya, sekaranghentikan!”


Sungyeol : “Gak mau!”


Hyeri masuk ke mobil dan melongo melihat mereka, “Ngapain kalian?”


L yang melihat Hyeri langsung mengubah sikapnya menjadi cool lagi. “Dia mau merebut handycamku…” erang Sungyeol.


Hyeri : “Kalian ini kayak anak kecil aja. Maennya rebutan hahaha.”


L : “Itu karna dia gak berhenti merekamku. Risih tau!”

__ADS_1


Sungyeol : “Bodo!” (sambil mengulurkan lidah mengejek L).


Hyeri : “Udah, anggep aja Sungyeol ngefans sama kamu.”


L terkekeh, “Kurasa juga begitu.”


Sungyeol : “Hey, kenapa kamu malah membelanya? Oh, jadi sekarang kamu bersekongkol dengannya?”


Hyeri tertawa, “Bukan. Aku hanya membela yang benar saja.”


Sungyeol tetap tidak terima dan mereka bertiga akhirnya berdebat meskipun mobil sedang jalan. Akhirnya, L dan Hyeri mengalah. Suasa mobil kembali menjadi hening. “Jadi, kita mau kemana


lagi?” Tanya Sungyeol sambil tetap merekam.


Hyeri : “Ke pasar Dongdaemun.”


L : “Hey crazy girl, udah cukup aku mengantarmu dan sekarang kamu malah menyuruhku untuk mengantar ke tempat yang gak ada hubungannya sama pekerjaan?! Memang aku supirmu, hah?!”


Hyeri : “Hey, I’m not crazy! Lagipula pasar Dongdaemun kan deket dari sini, mampir aja ke situ. Ada titipan temen yang mau kubeli.”


Sungyeol : “Berhenti! Kalian bisa gak sih sehari aja gak bertengkar? L, ayo kesana. Aku juga mau membeli sesuatu di pasar Dongdaemun.”


Akhirny L mengalah dan menuruti keinginan Sungyeol.


Di pasar ‘Dongdaemun’


Pasar Dongdaemun merupakan pasar yang menjual aneka pernak-pernik terutama produk garmen dengan harga grosir dan eceran. Dijuluki juga sebagai area 'Distric Fashion' karena berbagai perusahaan ternama menjalani bisnis garmen disana. Oleh sebab itu, pasar ini terlihat ramai setiap hari. Hyeri, Sungyeol, dan L berdiri di depan pasar.


Hyeri : “Aku mau belanja sendiri aja. Mungkin akan sedikit lama, jadi kalian gak usah menungguku.”


Sungyeol : “Ah, aku juga mau membeli sesuatu. L yang akan menemanimu.”


L : “Kenapa aku yang menemaninya?  Lagipula sepertinya kakinya baik-baik aja tuh.”


Hyeri sontak melirik ke arah kakinya yang ternyata tidak dipasang perban. Ia membatin, “*Gawat, aku ketauan! Bisa lupa gini aku pasang perbannya. Haiz, dasar bodoh*!”

__ADS_1


__ADS_2