
Di ruang teater Daekyung University
Para pemain drama yang terpilih sedang melakukan persiapan latihan. Jessica, Taeyeon, dan Yuri juga ikut ambil bagian dalam drama. Jessica berperan sebagai anak tiri yang jahat. Sedangkan Taeyeon dan Yuri berperan sebagai dayang-dayang dari Jessica. Kyungsoo juga datang bersama Donghae, Siwon, dan Eunhyuk. Sedangkan, Suho datang sendiri. Irene terkejut melihatnya.
Irene : “Yoona, lihatlah cowok yang datang sendiri itu. Dia pelayan di Mouse Rabbit kan?”
Yoona mengalihkan pandangannya pada Suho, “Bener juga… Tapi kenapa dia ada disini?”
Melihat Suho sendirian, Lay pun menghampirinya, “Suho, sudah lama kita gak bertemu.”
Suho : “Kenapa kamu menyuruhku kesini?”
Lay tersenyum lalu memberikan buku naskah pada Suho sambil berkata, “Kamu juga harus ambil bagian dalam drama ini.”
Suho langsung membuka buku naskah itu dan membacanya sekilas.
Suho : “Penyihir?”
Lay : “Kurasa karakter itu cocok buatmu.”
Suho tersenyum, “Baiklah, jadi kapan dimulai?”
Lay : “Hari ini.”
Kemudian Lay mengumpulkan para pemain untuk duduk di kursi penonton. Ia pun berbicara diatas panggung.
Lay : “Kalian sudah dapat semua kan buku naskahnya? Tentu kalian juga sudah tau gambaran karakter kalian masing-masing kan? Nah, kita latihan dramanya nanti saja. Karna ini drama musical, kalian semua harus bisa bernyanyi. Oleh karena itu, saya ingin mendengar suara kalian satu per satu menyanyi diatas panggung ini.”
Para pemain yang mendengar itu menjadi resah dan rusuh.
Irene : “Gimana ini? Aku gak bisa menyanyi…”
Yoona menghela nafas, “Aku juga…”
Di sisi lain, “Mati aku! Kemampuanku cuma bisa nge-rap. Bagaimana ini?!” kata Eunhyuk dengan gemetar. Siwon, Donghae, dan Kyungsoo langsung menenangkannya.
Lay : “Baiklah, kita mulai dari peserta yang duduk di baris depan.”
Peserta pertama yang maju kedepan adalah Jessica. Ia pun bernyanyi. Semua orang berdecak kagum mendengar suara Jessica yang begitu bagus dan merdu. Setelah Jessica, dilanjutkan oleh Taeyeon, Yuri, Siwon, Donghae, Kyungsoo, dan para peserta lainnya.
Tiba giliran Suho untuk maju kedepan. Suho pun juga menyanyikan lagu dengan sangat indah.
Setelah Suho, tibalah giliran Irene. Irene berdiri diatas panggung dengan gugup. Tangannya yang sedang memegang mic gemetar tidak karuan ketika Suho memandangnya dari kursi penonton.
Irene Prov
Gimana ini?! Cowok itu sedang melihat ke arahku. Bikin aku tambah grogi aja.
Author Prov
Lay : “Irene Bae, ada apa? Ayo, menyanyi.”
Irene : “Uh, ya ketua.”
Yoona yang duduk dikursi penonton menyemangati Irene, “Fighting, Irene!”
Irene mengangguk semangat lalu mengangkat mic-nya hendak bernyannyi. Awalnya ia bernyanyi dengan ragu-ragu namun Siwon, Donghae, dan Kyungsoo ternyata juga menyemangatinya membuat ia bisa menyanyikan lagunya dengan baik. Semua orang bertepuk tangan. Tinggallah peserta terakhir yaitu Eunhyuk.
Eunhyuk : “Hey Lay, di drama ini ada lagu rap-nya gak?”
__ADS_1
Lay : “Memang kenapa?”
Eunhyuk : “Sebenarnya…kemampuanku disitu.”
Lay terkejut, “Jadi, kamu bisa nge-rap? Tunjukkan pada kami semua.”
Eunhyuk pun nge-rap.
Lay : “Woah, kemampuanmu mengagumkan! Kalo gitu, saya akan menambah bagian rap di beberapa lagu dan kamu yang akan menyanyikan lagu tersebut.”
Mendengar hal itu, Eunhyuk sangat senang. Semua orang bertepuk tangan. Ia tidak menyangka bahwa bakatnya dipuji oleh semua orang.
Di koridor Woolem Entertaiment
Hyeri hendak menuju ruang lab komputer untuk nge-print. Namun, ketika ia merogoh tasnya, ia tidak menemukan flashdisk itu.
Hyeri Prov
Flashdisknya mana? Kok gak ada? Apa jatuh ya? Aduh, gimana nih?!
Author Prov
Di kantin
Seperti biasa, Seohyun dan Hyeri makan siang bersama. Hyeri bercerita pada Seohyun bahwa flashdisknya hilang.
Seohyun : “Apa?! Hilang?”
Hyeri mengangguk sedih.
Seohyun : “Kok bisa? Laporannya harus dikasih hari ini kan? Kamu punya salinannya?”
Seohyun menjadi prihatin pada Hyeri, “Kamu udah cari ke semua tempat?”
Hyeri : “Udah, tapi gak ketemu…”
Seohyun pun turut sedih.
Di ruangan senior Choi
Hyeri menghadap senior Choi dengan tangan kosong. "Mana laporannya?" tanya senior Choi. Hyeri menelan ludah, tangannya gemetar, "Hmm... itu..."
Senior Choi mulai curiga, "Laporannya belum selesai?" "Sudah selesai.. cuma..." Hyeri bingung harus berkata apa. "Cuma apa?" tanya senior Choi sekali lagi. Hyeri mencoba menjelaskan, "Sebenarnya laporan itu sudah selesai dan semuanya sudah saya simpan di flashdisk yang saya tunjukkan kemaren tapi..." "Tapi apa?" tanya senior Choi. Hyeri lalu mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk menjawab yang sebenarnya terjadi. "Tapi... Maafkan saya senior. Flashdisknya hilang... " jawab Hyeri pelan.
Senior Choi terkejut dan berdiri seketika, "Kok bisa? Kamu menjatuhkannya?"
"Saya gak tau... Saya benar-benar minta maaf" jawab Hyeri sambil menundukkan kepalanya. "Yang benar saja, gimana ini?! Deadline nya hari ini. Makanya kamu hati-hati kalo menyimpan barang!" bentak senior Choi. Hyeri pun meminta maaf berkali-kali. Saking emosinya, leher belakang senior Choi tiba-tiba sakit sampai kekepalanya. Ia mengeluh sambil memegang leher belakangnya, "Aw, kepalaku..."
Telepon berdering,
Senior Choi mengangkatnya dan ternyata CEO yang menelepon. Entah apa yang mereka bicarakan ditelepon, senior Choi terlihat mengiyakan perintah CEO. Kemudian ia menutup teleponnya dan menyuruh Hyeri untuk mengikutinya ke ruangan CEO Woolem.
Di ruangan CEO Lee Jung Yeop
Senior Choi dan Hyeri duduk menghadap CEO. CEO meminta laporan keuangan infinity selama di pulau jeju. Senior Choi akhirnya menjelaskan bahwa laporan itu belum dicetak karena flashdisknya hilang.
CEO : "Apa?! Kenapa kamu bisa seceroboh itu Wang Hye Ri?"
Hyeri : "Maafkan aku, pak." (sambil menundukkan kepala).
__ADS_1
Senior Choi : "Pokoknya kamu harus bertanggung jawab. Buat lagi laporan itu dan kumpulkan ke saya lusa."
Hyeri terkejut, "Lu...lusa? Itu... saya gak yakin bisa selesai..." (gugup).
CEO : "Kalo kamu tidak bisa menyelesaikannya, dengan terpaksa saya harus mencari orang lain."
Hyeri mengernyit, "Maksudnya? Maksud bapak..."
Senior Choi : "Kamu bisa saja dipecat."
Hyeri shock mendengarnya. Kakinya lemas, sepertinya ia tidak sanggup berdiri lagi.
Sementara di sisi lain, Suzy menguping dari luar pintu. Senyum Suzy melebar tatkala mendengar Hyeri akan dipecat.
Suzy Prov
Dipecat? Yeay, itu artinya aku bisa menggantikan posisi Hyeri disini! L pasti seneng juga denger hal ini!
Author Prov
Suzy segera mencari L dan menemukannya di ruang musik sendirian.
Saat itu L sedang duduk memetik gitarnya secara perlahan. Suzy pun masuk menghampirinya.
Suzy : "L, aku ada berita bagus!"
L menatap Suzy sejenak lalu menundukkan kepalanya lagi sambil terus memetik gitarnya. "Berita bagus apa?" tanyanya. "Hyeri bakal dikeluarkan dari sini." jawab Suzy.
L terkejut hingga menghentikan permainan gitarnya, "Maksudmu dipecat? Jadi, rencana kita berhasil?"
Suzy mengangguk, "Ya, aku udah melakukannya sesuai dengan perintahmu."
L sontak berdiri dan menaruh gitarnya di samping kursinya lalu memeluk Suzy sembari tersenyum, "Kerja bagus!"
"Akhirnya aku bisa tiap hari bertemu Woohyun!" ujar Suzy. Senyum L menghilang dan melepas pelukannya pada Suzy.
L : "Woohyun? Jadi, itu alesannya kamu pengen bekerja disini?"
Suzy : "Iya, kalo gak ada dia, aku juga gak mau kerja disini."
L : "Kamu masih mencintainya? Lalu yang di bar waktu itu apa?"
Suzy bingung dengan pertanyaan L, "Bar? Memang ada apa di bar?"
L langsung memegang lengan Suzy, "Ciuman. Kamu gak inget?"
Suzy semakin bingung, "Ci...ciuman?!"
"Kalo kamu gak inget, aku akan mengingatkanmu." ujar L sambil mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir Suzy.
Woohyun yang kebetulan sedang lewat di depan ruang musik melihat mereka berdua. Matanya terbelalak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia lalu berteriak, "L Kim! Bae Su Ji!"
Jreng jreng jreng!!!
Mau tau kisah selanjutnya? Silahkan rate 5 bintang di halaman detil ya agar author makin bersemangat dan cepat dalam membuat chapter-chapter berikutnya!
Oh, iya tinggalkan juga like, komentar, dan favoritkan ya agar tiap chapter yang di up akan ternotifikasi di applikasi kalian.
Gomawo buat teman-teman yang udah membaca!
__ADS_1