
Di rumah Yoona
Sore hari, Hyeri berkunjung ke rumah Yoona untuk membujuknya agar memaafkan Donghae.
Yoona menggerutu, “Gak mau! Pokoknya aku gak mau maafin dia!”
Hyeri : “Ayolah, gak baik tau musuhan terus. Apalagi kalian terlibat dalam satu drama.”
Yoona melunak, “Baiklah, aku akan memaafkannya asalkan kamu mengabulkan permintaanku.”
Hyeri mengernyit, “Permintaan?”
Yoona melipat tangannya, “Ya, permintaanku adalah bikin supaya aku bisa berkencan dengan L.” (tersenyum jahil).
Sontak Hyeri tercengang, “Berkencan?!”
Hyeri Prov
Gimana caranya? L aja cuek gitu. Kasihan Yoona kalo sampe dicuekkin dia. Lagipula mana mungkin L mau berkencan dengan Yoona?! Tapi kalo gak dituruti… Gak, ini rencana kami, gak boleh gagal!
Author Prov
Setelah berpikir keras, akhirnya Hyeri dengan terpaksa menyetujuinya.
Hyeri : “Baiklah, tapi ada syaratnya. Selain kamu harus memaafkan Donghae, kamu juga harus mengerjakan skripsimu sendiri. Mungkin Donghae nantinya akan membantumu mencarikan judul dan memberikan pedoman-pedoman lebih tapi seterusnya kamu harus mengerjakannya sendiri dalam waktu tiga bulan. Janji?” (mengacungkan jari kelingkingnya).
Yoona tersenyum, “Okey, aku janji!” (melingkarkan jari kelingkingnya pada kelingking Hyeri).
Sementara itu, di rumah Donghae. Siwon dan Eunhyuk sedang membujuk Donghae supaya mau membantu skripsi Yoona. Tanpa perlu berpikir panjang, Donghae setuju.
Malam hari di rumah Yoona
Yoona sedang menonton TV dan tiba-tiba ia bersorak kegirangan melihat infinity perform di ‘Music Bank’. “Kyaa…!!! Infinity daebak! Mereka menang lagi! Woah, L juga ganteng sekali disana… Hyeri, kamu lihat kan?” “Ya, aku melihatnya.” jawab Hyeri datar yang daritadi duduk di samping Yoona ikut menonton. Hyeri lalu tersenyum melihat Sungjong yang sudah bergabung lagi di infinity. Kali ini, Sungjong telah menghapal seluruh koreografinya.
Siang hari di perpustakaan Daekyung University
Yoona sedang duduk menyurvei buku-buku untuk mendapatkan bahan skripsinya. Irene datang menghampiri kemudian duduk disampingnya.
Irene : “Kudengar hari ini dosen pembimbing gak dateng.”
__ADS_1
Yoona : “Benarkah?! Fiuh, baguslah! Aku belum punya topik yang pas untuk dijadikan skripsi.”
Irene : “Makanya kerjain dari jauh-jauh hari.”
Yoona : “Kemarin-kemarin aku malas memikirkannya. Huft!
Irene : “Dasar!”
Yoona : “Pikirianku tetep nge-blank. Aku gak tau harus mulai darimana.”
Irene : “Gimana kalo kamu refreshing dulu?”
Yoona : “Kemana?”
Irene : “Ke Mouse Rabbit yuk! Café yang baru buka itu loh.”
Yoona : “Boleh. Ayo, kita kesana.”
Di depan Lobby Woolem Entertainment
Hyeri tidak sengaja bertemu infinity yang baru turun dari mobil van mereka. Hyeri pun memberi ucapan selamat kepada mereka atas kemenangan lagu terpopuler infinity di ‘Music Bank’ kemarin.
Sungyeol : “Hyeri, kamu menonton kami kemaren?”
Woohyun : “Entahlah, terlalu banyak trophy yang kami dapat, jadi lupa.”
Sungkyu memukul pelan kepala Woohyun. Plak! “Jangan sombong.” ujar Sungkyu.
Woohyun : “Siapa yang sombong? Itu memang kenyataan kan?”
Hoya : “Jangan pedulikan dia. Kata-katanya suka berlebihan.”
Dongwoo menimpali, “Ya, itu benar.”
Hyeri tertawa geli.
L lalu menyindir Hyeri, “Cari muka.”
Hyeri : “Aku gak cari muka. Ucapan selamatku itu tulus.”
__ADS_1
L : “Apanya?!”
Hyeri dan L kemudian saling menatap benci. Sungkyu melerai, “Sudah, sudah. Lagi banyak orang, jangan bertengkar disini.” Hyeri membuang muka, begitupun juga L. “Gak nyangka aku ternyata kamu nge-fans sama infinity juga ya…” goda Sungjong. Hyeri hanya tersenyum malu-malu. “Yey, kita dapet inspirity baru nih!” teriak Sungjong. Semua orang tertawa kecuali L yang hanya diam saja.
Di Mouse Rabbit
Yoona dan Irene tiba di café baru tersebut.
Irene : “Yoona, duduk disini aja deket jendela biar bisa liat pemandangan.”
Yoona pun menurutinya. “Mau pesen apa?” tanya Suho yang ternyata sudah berdiri di samping mereka.
Yoona : “Kami baru pertama kali kesini, jadi belum tahu menu makanannya.”
Suho : “Baiklah, aku akan mengambil menunya. Tunggu sebentar.” (tersenyum).
Irene dan Yoona mengangguk sambil memperhatikan Suho.
Yoona terpesona, “Woah, pelayan café itu ganteng… ya kan Irene?”
Irene : “Ya, lumayanlah… Tapi dia gak kelihatan seperti pelayan café. Lihat, style-nya modis gitu.”
Yoona bertopang dagu, “Benar juga… Aku baru sadar dia gak memakai seragam pelayan seperti yang lainnya. Mungkin masih baru...”
Irene ikut bertopang dagu, “Bisa jadi.”
Suho kemudian kembali dengan membawa buku menu dan memberikannya pada Yoona dan Irene. Yoona dan Irene lalu melihat isi menu dan menentukan pesanan mereka.
Yoona : “Aku pesan hot chocolate.”
Irene : “Aku… latte machiatto.”
Suho : “Baik, akan aku buatkan. Tunggu lima menit ya…”
Suho lalu membawa kembali buku menunya ke meja kasir.
Kedua wanita itu masih saja memperhatikan Suho.
Yoona : “Menurutmu, apa dia seumuran sama kita?”
__ADS_1
Suho : “Aku juga gak tau. Tapi mukanya terlihat cute.”
5 menit kemudian, Suho membawa minuman pesanan mereka dan menyajikannya, “Selamat menikmati…” ucap Suho sambil tersenyum. Tiba-tiba salah satu pelanggan memanggilnya dengan mengangkat tangan, “Permisi, bisakah aku memesan lagi?” “Ya, silahkan…” Lalu Suho menghampiri pelanggan itu. “Woah, dia kelihatan ramah.” ujar Yoona. Irene mengangguk sambil tetap memperhatikan Suho.