
Keesokan harinya
Jalanan ditutup karena syuting. Infinity bersiap-siap syuting mengendarai sepeda. Hyeri yang masih merasa bersalah menghampiri Woohyun.
Hyeri : “Woohyun, punggungmu masih sakit? Aku benar-benar minta maaf…”
Woohyun : “Gak apa-apa, berkat Sungkyu punggungku jadi mendingan. Lagian kamu kan gak sengaja kemarin.”
“Perhatian! Ayo, kita mulai syutingnya!” teriak sutradara menggunakan toak.
Semua orang berkumpul untuk syuting. Sedangkan, Hyeri hanya memandangi orang-orang itu dari kejauhan.
Tiba-tiba handphone Hyeri bergetar, rupanya Yoona yang menelepon.
Yoona : “Kamu dimana?”
Hyeri : “Masih di pulau jeju.”
Yoona : “Iya tau. Tapi lokasinya dimananya? Pulau jeju kan luas.”
Hyeri : “Mau tau aja. Kayak kamu bakal kesini aja.”
Yoona : “Udah, kasih tau aja!”
Hyeri : “Di jalanan deket pantai.”
Tut...tut…tut… Telepon terputus. Hyeri bingung menatap HP-nya. Ia membatin, “Gak jelas banget si Yoona tiba-tiba menutup telponnya.”
10 menit kemudian, Yoona berlari dari belakang Hyeri dan memanggilnya, “Wang Hye Ri! Hyeri…” Hyeri berbalik dan betapa terkejutnya ia melihat Yoona berlari menghampirinya, “Yoona?!” Lari Yoona terhenti ketika sampai dihadapan Hyeri. Ia langsung memegang pundak Hyeri sejenak dengan nafas terengah-engah, “Ah…ketemu!” katanya. Hyeri menatap Yoona dengan bingung, “Kamu kok bisa disini? Dari kapan? Skripsimu gimana?”
Yoona : “Pertanyaanmu banyak banget. Aku baru sampe subuh tadi trus aku langsung mencarimu kesini. Soal skripsi tenang aja, dosen pembimbingku sedang liburan juga.”
Hyeri : “Trus, kamu sama siapa ke pulau Jeju?”
Yoona : “Satu keluarga. Tadinya aku gak diperbolehkan kesini karna liburannya terlalu singkat. Tapi karna aku terus menangis jadi mereka memperbolehkanku deh asalkan mereka juga ikut hehe.”
Hyeri menggelengkan kepala tidak percaya.
__ADS_1
Kemudian Yoona mengalihkan pandangannya ke sekitar. Matanya tertuju pada kumpulan orang ramai yang sedang syuting, “Uh, mereka lagi syuting ya?”
Hyeri : “Yupz!”
Yoona : “Hmm… Hyeri, bisakah aku menagih janjimu sekarang?”
Hyeri memiringkan kepalanya bingung. Yoona lalu menunjuk L.
Hyeri : “Oh…itu. Hmm…”
Yoona : “Jangan-jangan kamu belum merencanakannya?”
“Oh, tentu aja udah. Cuma dia kan lagi sibuk. Jadi nanti aja kalo ada waktu senggang aku akan menyuruhnya untuk menemuimu.” bohong Hyeri sembari tersenyum paksa.
Yoona : “Bagus. Jadi, kita ngapain sekarang?”
Hyeri berpikir sejenak, “Gimana kalo kita jalan-jalan aja. Kudengar, ada pasar murah disekitar sini.”
Yoona : “Okey, ayo kita kesana!” (semangat).
Pasar cenderamata tersebut sedang tidak ramai sehingga Hyeri dan Yoona dapat berjalan-jalan dengan santai.
Hyeri : “Yoona, kamu gak dicariin orang tua-mu?
Yoona : “Jangan khawatir. Aku udah izin sama kakakku. Dia yang akan menjaga orang tua-ku.”
Hyeri : “Owh…”
Yoona tiba-tiba menunjuk sebuah toko di depannya, “Hyeri, lihat ada toko cenderamata disana!”
Yoona langsung menarik tangan Hyeri dan masuk ke toko cenderamata tersebut.
15 menit kemudian, Yoona dan Hyeri keluar dari toko itu. Yoona membeli banyak cenderamata berupa kalung, gelang, dan gantungan kunci khas pulau jeju. “Woah, cenderamata disini murah dan bagus-bagus ya!” kagum Yoona. Hyeri mengangguk setuju.
Hyeri : “Hey, kenapa kamu membeli sebanyak itu? Kayak kamu pake aja semuanya.”
Yoona : “Ya, untuk koleksi aja… Beberapa aku berikan kepada keluargaku.” (tersenyum).
__ADS_1
Hyeri dan Yoona akhirnya kembali ke lokasi syuting dengan berjalan kaki karena lokasi kedua tempat itu berdekatan. Di tengah perjalanan pulang, Yoona melihat seorang nenek di pinggir jalan hendak menyebrang. Tiba-tiba nenek itu menghentikan langkahnya di area penyebrangan membuat mobil-mobil mengklakson nenek itu supaya segera menepi. Tapi nenek itu tidak menggubrisnya, ia tetap berdiri dengan wajah kebingungan. Yoona yang melihat itu langsung menghampiri sang nenek. Hyeri pun mengikuti Yoona.
Yoona : “Nenek, kenapa berdiri di tengah jalan?”
Nenek itu tidak menjawab. Tatapannya bagai orang linglung.
Hyeri : “Sepertinya dia lagi kebingungan...”
Tiba-tiba mobil berkecepatan tinggi melaju menyalip mobil-mobil yang ada didepannya membuat mobil itu hampir menabrak sang nenek.
Yoona : “Ada mobil! Awas, nek!”
Yoona dan Hyeri berhasil membuat sang nenek menghindar dari mobil itu lalu membantu nenek berjalan hingga ke trotoar.
Yoona : “Fiuh, untung aja gak tertabrak. Nenek, gak apa-apa?”
Nenek tersenyum, “Gak apa-apa. Terima kasih kalian sudah menyelamatkan nenek.”
Hyeri : “Tapi kenapa nenek berhenti di tengah jalan?”
Yoona menimpali, “Iya, itu kan berbahaya.”
Nenek : “Nenek lupa jalan pulang ke rumah…”
Hyeri lalu berbisik pada Yoona, “Dia pikun.” Yoona mengangguk mengerti.
Yoona : “Rumah nenek dimana?”
Nenek : “Di dekat pantai…”
Hyeri : “Oh, itu gak jauh dari sini. Kami tau jalannya.”
Yoona : “Benar, kami antarkan nenek pulang ya…”
Nenek : “Ya, terima kasih nak…”
Yoona dan Hyeri lalu mengantar nenek itu pulang.
__ADS_1