
Tiba-tiba sesosok bayangan putih berambut panjang menutupi muka muncul dari bilik jendela. Sungyeol dan Dongwoo spontan berteriak sambil menunjuk hantu itu, “Ss…sadako!!!” Mereka berdua berlari ketakutan meninggalkan Hyeri yang masih berdiri terpaku melihat hantu tersebut.
Sungyeol berlari turun duluan disusul oleh Dongwoo. Di koridor, Dongwoo merasa tidak kuat lagi berlari. Ia pun berhenti dengan nafas terengah-engah.
Dongwoo : “Aku menyerah…” (sambil mengangkat tangan kanannya ke atas, sedangkan tangan kirinya memegang lutut).
Sungyeol berbalik dan menghampiri Dongwoo, “Dongwoo, ayo!”
Dongwoo menggeleng, “Kita mau kemana? Ini terlalu gelap. Aku capek berlari terus…”
Sungyeol seketika tersadar bahwa Hyeri tidak bersama mereka, “Hyeri mana? Dia gak ikut lari bareng kita?” tanya Sungyeol.
“Kurasa enggak.” jawab Dongwoo.
Sungyeol : “Jadi, dia masih di kamar itu?! Ayo, kita kesana!”
Dongwoo langsung menarik tangan Sungyeol, “Tapi aku takut…”
Sungyeol : “Aku juga… Tapi Hyeri masih di dalam sana. Kalo dia dibunuh sama hantu itu gimana? Kayak di film-film horror itu... serem tau!”
Akhirnya, Sungyeol berlari ke atas diiikuti oleh Dongwoo yang masih merinding.
Di kamar Sungyeol & L
__ADS_1
Hantu itu mulai membuka pintu jendela lalu masuk merangkak mendekati Hyeri. Tampak raut wajah Hyeri yang shock melihat hantu itu. Hyeri melangkah mundur perlahan dan kemudian ia melirik sebuah sapu disamping pintu. Ia segera mengambil sapu itu lalu memukul tubuh hantu itu secara membabi buta. Sontak si hantu berteriak kesakitan, “Aw, Stop!!! Hentikan! Hentikan! Ini aku!” Hyeri menghentikan pukulannya dan seluruh lampu kembali hidup.
Sungyeol dan Dongwoo tiba didepan kamar. Hantu itu kemudian berdiri lalu melepas rambut panjangnya membuat Hyeri, Sungyeol, dan Dongwoo terkejut. Ia adalah Woohyun yang menyamar jadi hantu. Hyeri seketika menjatuhkan sapu yang dipegangnya dan meminta maaf, “Ma…maaf Woohyun… Aku benar-benar minta maaf…” ucap Hyeri dengan terbata-bata. “Ya, gak apa-apa.” kata Woohyun sambil memegang punggungnya yang sakit.
Kemudian Sungkyu, Hoya, Sungjong, dan L muncul dari balik jendela lalu masuk.
Hoya : “Yah… ketahuan deh…”
Sungyeol : “Jadi, kalian sengaja menakut-nakutiku dengan cara ini?!”
Dongwoo : “Hey, harusnya kalian gak melakukannya. Kalian gak lihat, betapa takutnya aku tadi?!”
Sungkyu tertawa, “Iya, aku bisa melihat dengan jelas expresi ketakutan kalian berdua tadi.”
L dengan santainya berkata, “Itu kejadian yang gak terduga.”
Sungjong menghela nafas, “Fiuh, untung bukan aku tadi yang jadi hantu...”
Woohyun mengalihkan pandangannya pada Hyeri, “Tapi… kamu hebat Hyeri. Gak takut sama hantu.”
Hoya : “Iya, baru kali ini aku lihat cewek yang gak takut sama hantu. Gak kayak mereka (menunjuk Sungyeol dan Dongwoo) Memalukan!”
Hyeri : “Karna si hantu seperti pencuri yang masuk lewat jendela. Makanya aku pukul dia kayak memukul pencuri.”
__ADS_1
L : “Hah… bisa kayak gitu…”
“Kalian masih belum tidur?” Terdengar suara manager di depan pintu kamar. Semua orang langsung melihatnya.
Manager : “Cepat kalian tidur! Besok kita syuting pagi-pagi. Jangan sampe kalian telat bangun.”
“Ya.” jawab mereka bersamaan. 5 member infinity beserta Hyeri akhirnya bubar keluar dari kamar Sungyeol & L. Ketika Woohyun keluar, sang manager memperhatikannya, “Nam Woo Hyun, kenapa pake baju putih gitu? Seperti hantu saja.” Teguran manager pada Woohyun itu membuat langkah yang lain berhenti dan memperhatikan mereka.
Woohyun melihat bajunya sejenak, “Oh, ini… kami cuma bermain tadi. Hanya sekedar memparodikan saja siapa yang cocok jadi hantu hehe.” jawab Woohyun cengengesan.
Manager menghela nafas, “Kalian seperti anak kecil saja. Ya udah, saya hitung sampai tiga, kalian harus kembali ke kamar masing-masing. Hana… dul… se…!”
Sungkyu, Woohyun, Hoya, Dongwoo,Sungjong, dan Hyeri segera berlari menuju kamar masing-masing.
Di kamar Sungkyu & Woohyun
Woohyun melepas pakaian hantu itu yang ternyata ia double dengan kemejanya. Ia juga melepas kemejanya dan meminta pertolongan dari Sungkyu, “Sungkyu, tolong obati punggungku… sakit nih…” Sungkyu tertawa. Ia pun mengoleskan balsem dan memijat punggung Woohyun sambil berkata, “Makanya, harusnya jangan masuk tadi. Ini akibatnya.”
Woohyun : “Kalo tadi aku gak masuk, gak terkesan seram dong.”
Sungkyu : “Dasar bodoh! Hahaha.” (sambil memijat keras punggung Woohyun).
Woohyun : “Aw, pelan-pelan dong!”
__ADS_1