The Romantic Story With an Idol

The Romantic Story With an Idol
Chapter 46 : Traktir Makan


__ADS_3

Pukul 09.00 a.m, Hyeri tiba di rumahnya dan melihat bahwa mamanya tidak ada di rumah. Hyeri pun bernafas lega. Ia berjalan mengendap-endap menuju kamarnya.


Tiba-tiba terdengar suara sang mama yang keluar dari dapur, “Kamu darimana? Kenapa baru pulang?”


Hyeri terkejut dan berbalik, “Eh, mama… hehe.” Hyeri cengar-cengir saat melihat sang mama menangkap basah dirinya.


Mama : “Jangan dikira mama gak tau kamu pergi semalem. Gak seharusnya perempuan sepertimu pergi malam pulang pagi. Apa kata tetangga kita nanti? Akan muncul rumor buruk tentang dirimu!”


Hyeri : “Maaf ma… aku…”


Kata-katanya terhenti sejenak. Ia berpikir bahwa tidak seharusnya ia mengatakan yang sebenarnya pada mamanya. Ia takut mamanya akan berpikir negatif tentangnya. Akhirnya ia memutuskan untuk berbohong, “Ehm, aku menginap di rumah Seohyun, teman kerjaku. Tadinya aku mau kasih tau tapi mama semalem kan lagi pergi juga.”


Mama : “Alesan! Kamu kan bisa telepon mama.”


Hyeri : “Pulsaku habis…hehe.”


Mama : “Sudah kerja, masih saja gak modal! Kamu kan bisa pinjam HP temanmu. Atau jangan-jangan kamu berbohong, hah?!”


Sang mama segera mengambil sapu dari dapur hendak memukul Hyeri. Hyeri sontak lari ke kamarnya sambil berteriak, “Enggak ma! Enggak! Aku gak berbohong!”


Hyeri segera mengunci pintu kamar dan menarik nafas lega karena terhindar dari pukulan mamanya, “Huft!”


“Kalo sekali lagi kamu pulang pagi, sapu ini bakal bener-bener melayang mengenaimu hingga babak belur!” oceh mama sambil tetap memegang sapu diluar pintu kamar Hyeri. Mendengar anaknya tidak bersuara dari dalam kamar, ia pun kembali ke dapur.


Di kamar Hyeri


Namjaga saranghalten….Handphone Hyeri berdering. Rupanya Seohyun yang menelepon, ia pun segera mengangkatnya, “Seohyun!”


Seohyun : “Hyeri, kamu udah pulang?”


Hyeri : “Baru saja pulang…”


Seohyun : “Kenapa suaramu lemas begitu? Apa terjadi sesuatu?”


Hyeri : “Aku hampir dipukulin mama gara-gara pulang pagi...”


Seohyun : “Aku juga… Tapi aku bilang kalo aku menginap di rumahmu.”


Hyeri : “Aku juga bilang begitu.”


Seohyun : “Baguslah… Kalo gitu sampai jumpa besok!” (menutup telepon).


Siang hari, Hyeri bersiap-siap di kamarnya yang hendak pergi ke Mouse Rabbit. Sejenak matanya tertuju pada payung hitam yang bersandar di pojokan dinding. “Apakah aku harus membawa ini juga? Mumpung aku bertemu dengannya lagi siang ini. Payungnya harus segera kukembalikan.” gumam Hyeri.


Akhirnya Hyeri keluar dari kamar sambil membawa payung lalu berjalan mengendap-endap. Kebetulan mamanya keluar dari dapur dan melihatnya, “Hyeri, kamu mau pergi lagi? Mau kemana lagi, hah?! Cepat masuk kamar!” teriak sang mama.


“Tapi ma, aku ada janji. Sebentar aja kok. Please…” mohon Hyeri sambil mengatupkan kedua telapak tangannya. “Pokoknya gak boleh!” desak mama. “Maaf ma, aku harus pergi!” pamit Hyeri sambil berlari keluar rumah. “Dasar anak pembangkang!” oceh mamanya. Mama pun menyusul Hyeri, “Hyeri, pokoknya jangan lama-lama. Nanti sore temani mama ke rumah temen lama mama!” seru mama. Hyeri mengangkat jarinya membentuk bulatan, “Oke!” sambil tetap terus berjalan. Pandangan mama beralih pada payung hitam yang dibawa Hyeri. “Untuk apa anak itu membawa payung segala? Panas gak, hujan juga gak. Ada-ada saja…” gumam mama Hyeri.


Di bus, Hyeri sedang memandang ke luar kaca jendela bus. Ketika bus melewati Kyunghee University,

__ADS_1


pandangan Hyeri tertuju pada Suzy yang sedang berjalan keluar dari kampusnya. Hyeri langsung turun dari bus dan menghampiri Suzy. “Suzy!” panggil Hyeri. “Hyeri? Ngapain kesini?” Tanya Suzy. “Aku cuma mau ngobrol sama kamu.” ujar Hyeri sembari tersenyum.


Di lapangan olahraga Kyunghee University


Hyeri dan Suzy duduk di kursi lapangan. Payung yang dibawa Hyeri disandarkannya di samping kursi itu.


Hyeri : “Ini kan hari minggu, kenapa kamu ke kampus?”


Suzy : “Tadi bertemu dosen pembimbing sebentar.”


Hyeri : “Oh…”


Suzy menundukkan kepala, “Soal waktu itu… maaf… Kurasa hubungan pertemanan kita sudah berakhir.”


Hyeri menoleh, “Kenapa kamu ngomong gitu? Meskipun kamu pernah melakukan kesalahan, aku tetep mau jadi temanmu kok. Dan aku juga udah memaafkanmu…”


Suzy mengangkat kepala, “Jadi, kamu masih mau temenan sama pengkhianat sepertiku?”


Hyeri lalu memegang bahu Suzy, “Suzy, jangan ngomong begitu. Aku selamanya tetep menganggapmu sebagai temanku.”


Seketika mata Suzy berkaca-kaca. Ia pun memeluk Hyeri, “Hyeri, aku benar-benar menyesal…”


Di depan gedung Kyunghee University


Hyeri : “Habis ini, kamu langsung pulang?’


Hyeri : “Loh, kudengar kalian udah putus…”


Suzy : “Beritanya cepet sekali menyebar. Memang situasinya saat ini begitu tapi tiba-tiba Woohyun meneleponku untuk bertemu dengannya.”


Hyeri : “Oh… tapi kenapa kalian putus?”


Suzy : “Hanya… ada masalah kecil…”


Lalu pandangan Suzy beralih pada payung yang dibawa Hyeri sejak tadi, “Kamu mau kemana bawa payung begitu?” tanya Suzy.


Hyeri : “Oh, ini… aku mau mengembalikan payung yang sudah kupinjam ini pada temanku. Hehe.”


Suzy : “Ya udah, kalo gitu aku pergi duluan ya!” (berlalu pergi).


Di D.O Restaurant


L, Sungyeol, Sungjong, dan Myungsoo tiba dengan memakai masker, kacamata hitam, dan topi. Keempat pria itu mencari meja yang kosong lalu menduduki kursi-kursinya.


Hyeri tiba tepat waktu dan segera menghampiri lalu duduk bersama keempat pria itu. Ia menaruh payung itu di kolong meja. Hyeri yang sejak tadi penasaran dengan penampilan mereka pun bertanya, “Kenapa kalian berpakaian seperti itu?”


Sungjong : “Ini namanya penyamaran.”


Sungyeol : “Supaya gak ketahuan sama inspirity.”

__ADS_1


Hyeri : “Oh, tapi Myungsoo kan bukan member infinity.” (menunjuk Myungsoo yang duduk disampingnya).


Sungjong : “Mukanya kan sama kayak L.”


Sungyeol : “Sebenarnya tadi dia gak mau. Tapi kami memaksanya.”


Tiba-tiba Kyungsoo menghampiri mereka, “Kalian mau pesan apa?”


“Uh, Hyeri?” kenal Kyungsoo pada Hyeri. “Teman-temanmu?” tanya Kyungsoo sambil memandang keempat pria itu. Hyeri mengangguk, “Mereka infinity.”


Sontak L, Sungyeol, dan Sungjong memelototi Hyeri. “Infinity? Maksudmu boyband infinity?!” kaget Kyungsoo. Hyeri mengangguk pelan.


L : “Jangan beritahukan pada siapapun.”


Sungyeol : “Benar! Bisa heboh nanti.”


Kyungsoo : “Tenang, aku bisa jaga rahasia. Tapi kenapa hanya beberapa member yang dateng kemari?”


L : “Mereka lagi ada urusan lain.”


Tiba-tiba terdengar suara Yoona yang memanggil Hyeri, “Wang Hye Ri!”


Yoona segera menghampiri Hyeri diikuti oleh Donghae. Eunhyuk, dan Siwon.


Hyeri menoleh ke arah Yoona, “Yoona? Kamu kesini sama mereka?”


Yoona mengangguk. Hyeri tersenyum pada ketiga pria di belakang Yoona tersebut. Mereka pun membalas senyuman Hyeri.


Yoona : “Kamu sama siapa?”


Hyeri : “Sama In… Maksudku teman-temanku. Hehe.”


Yoona : “Oh… teman-temanmu nyentrik ya. Pada pake masker sama kacamata hitam…”


Sungyeol, Sungjong, Myungsoo, dan Hyeri hanya tertawa kaku. Sedangkan Kyungsoo, Donghae, Eunhyuk, dan Siwon menahan tawa. Hanya L yang tidak tertawa.


Yoona ikut tertawa, “Lucu ya? Kalo gitu kami duduk sebelah sana ya.” (menunjuk meja kosong disamping meja Hyeri).


Akhirnya L, Sungyeol. Sungjong, dan Myungsoo mengobrol bersama sambil makan. Sedangkan Hyeri menatap sedih Yoona dan Donghae yang sedang bercanda dimeja lain. Myungsoo pun memergokinya, “Kenapa kamu terus melihat mereka, Hyeri?”


Hyeri seketika menoleh gugup, “Hmm… aku… aku cuma berpikir kalo mereka serasi…”


Myungsoo : “Mereka pacaran?”


Hyeri : “Belum. Tapi cowok yang duduk dihadapannya menyukainya.”


Lalu Myungsoo ikut memandang Yoona dan Donghae sambil berkata, “Oh… mereka kelihatan cocok.”


Hyeri hanya tersenyum simpul.

__ADS_1


__ADS_2