The Romantic Story With an Idol

The Romantic Story With an Idol
Chapter 18 : Donghae Terkapar


__ADS_3

Siang hari di Daekyung University


Donghae sedang duduk melamun di lapangan olahraga. Tiba-tiba sebuah bola basket melayang menghantam wajahnya. Buk! Seketika Donghae jatuh terkapar. Semua orang mengerubunginya.


Eunhyuk menggoyanglan tubuh Donghae, “Donghae! Bangun, hey sadarlah…bangun Donghae!”


Donghae akhirnya tersadar. “Donghae, kamu gak apa-apa?” tanya Siwon.


Donghae mengangguk pelan. Ia berusaha untuk bangun tapi suatu cairan merah kental mengalir dari hidungnya tanpa ia sadari. Eunhyuk yang melihat itu menunjuk hidung Donghae, “Hidungmu…”


Donghae lalu memegang hidungnya dan muncullah darah di jemarinya. Donghae shock, “Da…darah…” Kemudian ia pingsan kembali. Di sisi lain, Yoona dan Irene berjalan melewati lapangan olahraga. Langkah mereka terhenti ketika melihat sekelompok orang ramai berkerumun di tengah lapangan. “Ada apaan tuh? Ada yang pingsankah?” gumam Irene. Irene penasaran dan berniat untuk melihatnya. Tapi Yoona mencegah Irene, “Udahlah… Gak penting juga.” katanya.


Kemudian beberapa orang menyiapkan tandu dan merebahkan Donghae diatasnya lalu keluar lapangan. Irene yang masih berdiri di pinggir lapangan melihatnya, “Donghae?” gumamnya. Yoona juga terkejut tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya melihat Donghae yang dibawa menuju Unit Kesehatan Kampus (UKK).

__ADS_1


“Ayo, kita lihat dia!” ajak Irene. Yoona menolaknya, “Gak usah. Paling bentar lagi dia sadar.”


“Kenapa? Gak biasanya kamu gini, biasa kamu slalu peduli sama Donghae. Apa kamu bertengkar dengannya?” tanya Irene. Yoona mengangguk. “Ada apa?” tanya Irene penasaran. “Maaf Irene, tapi aku gak bisa menceritakannya.” kata Yoona sambil berlalu pergi. “Baru kali ini dia gak cerita. Kenapa ya?” gumam Irene.


Dalam  hati, Yoona sebenarnya mengkhawatirkan Donghae. Ia pun memutuskan untuk melihat Donghae di UKK secara diam-diam. Dia mengintip melalu jendela UKK dan ternyata Donghae sudah sadar. Yoona bernafas lega. Akhirnya, ia kembali ke ruang kelasnya.


Di ruang UKK


Seorang dokter wanita UKK mengobati luka di hidung Donghae kemudian menyumbatnya dengan kapas. “Untung yang berdarah cuma lubang sebelah. Gimana kalo dua-duanya, bisa-bisa kamu seperti mayat hahaha” kata sang dokter. Donghae hanya tersenyum simpul. Selesai dokter mengobati luka Donghae, Siwon dan Eunhyuk masuk ke ruangan untuk menjenguk.


Donghae memegang kepalanya, “Iya…”


Eunhyuk memarahi Donghae, “Kamu ini kenapa, hah?! Masih untung cuma hidungmu yang kena. Gimana kalo kena kepala sampe gegar otak, hah?!”

__ADS_1


Siwon menenangkan Eunhyuk, “Sudahlah… Jangan memarahi Donghae. Dia masih sakit.”


Eunhyuk : “Biarin aja! Biar dia sadar, supaya dia gak melamun terus memikirkan Yoona!”


Donghae pura-pura mengeluh sakit kepala, “Aduhh… kepalaku sakit…”


“Ya, udah, kamu istirahat saja. Eunhyuk, kita keluar.” ajak Siwon. “Tapi…”


Siwon menarik tangan Eunhyuk dan menyeretnya keluar, “Ayo!”


Eunhyuk tetap mengoceh meskipun sudah keluar dari ruang UKK dan Siwon dengan setia mendengarkannya.


“Fiuh! Untung Siwon menyeretnya keluar. Kalo Eunhyuk lebih lama disini, bisa gak selesai-selesai ocehannya.” gumam Donghae. Donghae mengingat kejadian ketika Eunhyuk pernah memarahinya sehari semalam. Semenjak itu, setiap Eunhyuk memarahinya, dia selalu menghindar.

__ADS_1


Di depan gedung Woolem Entertainmet


Hyeri melihat Sungkyu sedang berjalan sendirian. Hyeri pun menghampirinya dengan menyentuh bahu Sungkyu dengan telunjuknya, “Sungkyu, bisakah kita bicara sebentar?”


__ADS_2