The Unknown Traveler: To Another World

The Unknown Traveler: To Another World
Prolog - Akhir dari Kisah Lama


__ADS_3

"Aku tak menyangka kalau semuanya akan berakhir seperti ini... Maafkan aku Pahlawan......."


2 jam sebelumnya


Di sebuah ruangan dari kapal yang sangat besar terdapat empat orang di dalam ruangan itu, ada seorang Kaisar dengan Mahkota dan jubahnya yang megah dan tiga orang lainnya merupakan kesatria dari Kaisar tersebut dengan Armor yang mewah


Suara ketukan pintu terdengar dari luar dan Semua orang memandang ke arah pintu tersebut


"Masuklah", tak lama setelah sang Kaisar menjawab pintu terbuka dan dari luar terlihat seorang prajurit dengan armor lengkap berjalan mendekat kepada Sang Kaisar


"Ada apa?", Tanya salah seorang Kesatria yang berada di samping Kaisar


"Lapor, para pasukan sensor merasakan kehadiran para Iblis semakin dekat dengan dermaga dan di perkirakan mereka akan sampai dalam 1 jam lagi"


"Baiklah, silahkan kembali", Prajurit itu langsung berjalan keluar dari ruangan tersebut setelah menerima perintah dari salah seorang Kesatria


"Sesuai dengan yang Mulia perkirakan, mereka benar-benar mengejar kita sampai ke sini"


Setelah berperang selama 100 Tahun lebih akhir dari peperangan antara umat manusia melawan para ras iblis sudah berada di akhir cerita, setelah kematian dari sang Pahlawan tingkat kekuatan umat manusia dan ras iblis tidak lagi seimbang


"Dasar para Iblis keras kepala sialan, Mereka tetap berusaha untuk membunuh kita semua meskipun kita sudah mundur dan meninggalkan benua tengah"


Umat manusia yang menyadari bahwa mereka tidak lagi memiliki kesempatan untuk menang memutuskan untuk pergi dari benua tengah karena satu-satunya cara agar mereka dapat bertahan hidup adalah dengan lari dan meninggalkan benua tengah


Di antara tiga benua, Benua tengah sendiri merupakan satu-satunya benua dari tiga benua yang benar-benar dapat di tinggali oleh semua ras dengan aman, benua barat banyak di huni oleh para Naga sedangkan benua Timur tidak ada yang benar-benar pernah memasuki benua ini, semua orang yang pernah mencoba untuk berlayar ke benua timur tidak pernah kembali


Dan sekarang umat manusia yang sudah terancam tidak dapat hidup di benua tengah berusaha untuk meninggalkan benua tengah dan berpindah ke benua barat, meski mereka tau resiko apa yang akan mereka hadapi


Jika dibandingkan dengan para Iblis tentu saja Naga lebih kuat namun ras naga tidak suka dengan peperangan karena itu manusia lebih memilih untuk pergi ke benua barat, selama mereka tidak memancing permusuhan dengan para naga maka mereka dapat hidup dengan aman


"Apakah Alaric sudah tertidur?, Eisha"


Sang Kaisar bertanya kepada salah seorang kesatria yang berdiri di depannya, dia adalah Eisha satu-satunya kesatria perempuan yang berada di sana


"Seperti yang Mulia inginkan, Yang Mulia pangeran Alaric tidak akan terbangun sebelum kapal ini sampai ke benua barat"


"Akan sulit untukku pergi jika aku melihat wajah Alaric bahkan mungkin jika aku melihatnya aku tak akan dapat melangkah pergi"


"Yang Mulia tidak bisakah kita hanya pergi saja dari benua tengah ini?"


"Aku harap juga begitu namun mereka pasti akan mengejar kita bahkan sampai ke benua Barat sekalipun, dan sebagai satu-satu orang yang dapat menghentikan mereka maka ini adalah tugas terakhirku sebagai seorang Kaisar"


"Tapi yang Mulia, Kami sebagai kesatria Yang Mulia Leonidas, seharusnya kami yang berakhir mati sebagai perisai yang mulia"


Ucap seorang kesatria Kaisar yang lain di ruangan itu


"Conrad!, apa kau menantang keputusan yang Mulia!"


Jawab salah satu kesatria Kaisar dengan tangan kanannya yang siap untuk menarik pedang miliknya keluar dari sarungnya


"Tenanglah Hector, aku mengerti apa yang ia maksudkan"


Kata sang kaisar sambil memberikan isyarat kepada Hector untuk tenang


"Aku mengerti Conrad tapi bagiku kalian semua itu sama, tidak peduli entah itu kesatria, Mentri, pedagang, ataupun bangsawan bagiku kalian semua tetaplah rakyat dari kekaisaran Chlaisteins dan sebagai Kaisar Kekaisaran Chaisteins ke IX Aku Leonidas II Chlaisteins akan melindungi kalian semua dengan nyawaku sendiri"


"Sa-Saya mengerti yang Mulia", Conrad tertunduk menahan Air matanya bukan hanya dia saja Eisha dan Hector juga terlihat seperti ingin menangis setelah mendengar perkataan dari Sang Kaisar


"Dan apa yang akan aku katakan nanti kepada Rayya jika aku tidak dapat melindungi Anak kami"


Sang Kaisar berhenti berbicara sejenak dan membalikkan badannya sambil menarik nafas yang dalam


"Perjuanganku akan berakhir disini namun perjuangan kalian masih akan tetap berlanjut bahkan mungkin akan lebih berat dari pada perjuanganku, kalian akan sampai di daratan baru dan mulai untuk menemukan tempat tinggal dan akan mendirikan kekaisaran kembali dengan Alaric sebagai Kaisar baru kalian, karena itu cabutlah pedang kalian dariku dan persembahkan untuk Alaric"

__ADS_1


Para kesatria yang mendengar ucapan dari Sang Kaisar mengambil pedang mereka dan menaruhkannya ke lantai dan satu persatu mulai meninggalkan ruangan tersebut dari Hector, Conrad dan yang terakhir Eisha


"Ku mohon jagalah Alaric untukku Eisha" Sebelum Eisha meninggalkan ruangan tersebut perkataan dari sang Kaisar membuat langkah kaki Eisha terhenti dia menahan Air matanya dan menarik nafas dalam dalam untuk membuatnya tenang


"Baik yang Mulia....."


20 Menit kemudian


Aku berdiri di ujung dermaga dengan kedua tanganku memegang pedang yang ku tancapkan ke tanah


'Postur ini nampaknya cukup keren'


"Nampaknya kapal yang di tumpangi Alaric sudah benar-benar tidak terlihat lagi"


Setelah memastikan kalau kapal itu sudah tidak terlihat lagi, aku langsung mempersiapkan diriku, sambil memfokuskan pikiranku aku menarik nafas beberapa kali agar aku berada dalam keadaan tenang


"Aktifkan sistem"


muncul sebuah tampilan di depanku yang hanya aku saja dapat melihat tampilan tersebut dan itu adalah sistem


"Sistem di aktifkan, selamat datang kembali wahai pengelana"


Sistem adalah sihir original milikku, dia dapat mengakses segala macam hal dari sihir, data, hingga dapat menganalisa dunia ini,


"Aktifkan akses untuk sihir terlarang"


"Peringatan Sihir terlarang dapat berdampak kepada pengguna, apakah anda ingin tetap menggunakan sihir terlarang?"


"Ya, Aktifkan akses untuk sihir terlarang"


"Akses untuk sihir terlarang diberikan"


Alasan mengapa hanya aku saja yang dapat menghentikan para iblis adalah karena aku dapat mengakses sihir terlarang, yang merupakan sihir dengan kekuatan paling dashyat dalam sejarah, dikatakan seseorang pernah memusnahkan suatu ras hanya dengan merapalkan satu sihir terlarang


"Yui dipanggil"


Cahaya terang muncul di depanku dan ketika cahaya itu mulai pudar Yui pun muncul


"Apakah sudah waktunya, Leo?"


"Ya, inilah waktunya Yui", dia mulai berdiri di belakangku dan melingkarkan tangannya di leherku sambil menyentuhkan tubuhnya kepadaku


"Terimakasih karena telah mengikutiku sampai saat ini Yui"


"Diamlah bodoh, aku sedang berkonsentrasi"


Alasanku memanggil Yui adalah untuk menyalurkan mananya kepadaku, penggunaan sihir terlarang memakan mana yang fantastis bahkan terbilang di luar akal sehat manusia dan tentu saja manusia sepertiku tidak mempunyai mana yang cukup untuk melakukannya


Namun Yui yang merupakan seorang Spirit dapat lebih mudah untuk menyerap mana dan menyalurkannya kepadaku sehingga ketika manaku mulai terhisap untuk merapalkan sihir terlarang, Yui dapat memberikan mana kepadaku secara terus menerus.


"Tepat waktu"


Dari kejauhan aku mulai melihat pasukan iblis yang hampir tidak terhitung jumlahnya berjalan ke arahku dan mereka berhenti ketika seseorang yang merupakan pemimpin mereka mengangkat tangannya, Iblis itu berjalan maju dan para iblis lain membukakan jalan untuknya


"Lama tidak bertemu Yang Mulia Leonidas"


"Ya lama tidak bertemu Mantan tangan kananku Albert atau haruskah ku panggil kau dengan sebutan Raja Iblis sekarang?"


Albert awalnya merupakan salah satu orang kepercayaanku dan merupakan salah satu dari 4 pemimpin kesatria bersama Eisha, Hector dan Conrad, Setelah kematian Raja Iblis sebelumnya Albert yang terobsesi dengan kekuatan mencoba untuk menanamkan sel dari tubuh raja iblis ke dalam dirinya


"Sangat di sayangkan kita harus bertemu seperti ini, padahal aku ingin mengajakmu latih tanding lagi"


"Ya sungguh di sayangkan, aku harus membunuh tuanku sendiri seperti aku membunuh sang pahlawan"

__ADS_1


Awalnya peperangan berakhir dengan kemenangan umat manusia, namun Albert yang sudah di kendalikan oleh hasrat raja Iblis membunuh sang Pahlawan dan berubah menjadi Raja iblis yang baru


"Ya sangat di sayangkan kalau orang kepercayaanku akan mati di tanganku sendiri" Aku mengarahkan kedua tanganku ke depan untuk persiapan merapalkan sihir terlarang


"Angel's Magic, Gabriel - Absolute Lockout"


Lingkaran sihir yang sangat besar muncul di depanku setelah itu sebuah barrier berbetuk sayap malaikat muncul dan menutupi seluruh benua tengah


Absolute Lockout sendiri merupakan sihir malaikat (Angel's Magic) yang membuat 2 lapis barrier yang tidak dapat di tembus oleh apapun, lapisan pertama berfungsi untuk melindungi perapalnya dan lapisan kedua merupakan barrier utama yang di gunakan oleh perapalnya, Absolute Lockout sendiri termasuk sebagai sihir terlarang karena jumlah mana yang di konsumsi oleh sihir ini tidak masuk akal


'Sialan hanya dengan beberapa detik sihir ini sudah memakan mana 20 kali lipat dari jumlah mana yang ku miliki'


Berkat Yui yang terus mengalirkan mana kepadaku aku dapat mempertahankan sihir ini


'Namun ini bukanlah acara utamanya, Absolute Lockout hanya pengunci saja untuk sihir utama ini'


"Angel's Magic, Izrail - Sound of Death"


Seketika itu langit-langit berubah menjadi hitam, matahari langsung menghilang tertutupi awan dan dengan suasana mencekam mengiringi kemunculan Sang Malaikat Kematian dengan sabit di tangan kirinya dan seuntai tasbih panjang di tangan kanannya


"Mmm---Mustahil"


Albert yang pertama kali melihat sihir Terlarang langsung tersungkur jatuh bersama semua pasukannya


'Sepertinya kesadaran Raja Iblis di dalam dirinya menularkan ketakutan yang sangat besar terhadap Malaikat kematian kepada seluruh pasukan Iblis'


"Tik..."


Ada tetesan merah yang sepertinya merupakan darah dari atasku, aku melihat ke atas dan terlihat Wajah Malaikat kematian dengan darah yang keluar dari kedua matanya


'Aneh sekali mengapa aku tak merasa ketakutan, padahal sang Malaikat kematian berada tepat di atasku, apa mungkin karena aku merupakan orang yang merapalkan sihirnya? entahlah namun sekarang bukan waktunya untuk memikirkan hal tersebut'


Sang Malaikat Kematian membuka mulutnya dan mengeluarkan suara yang sangat mengerikan, semua hal yang terkena gelombang suaranya pasti akan mati, tak peduli tumbuhan, hewan, tanah, ataupun air


Aku menyaksikan para Iblis terkuras kering dan berubah menjadi debu, tanah yang awalnya hijau dan danau biru yang luas berubah menjadi tanah tandus, satu-satunya yang tidak terkena dampaknya adalah tanah tempatku berpijak yang terlindungi dengan Absolute Lockout


Alasanku menggunakan Absolute Lockout adalah karena Sound of Death bisa saja membunuh semua umat manusia yang mungkin sekarang sedang menuju ke benua barat atau mungkin Sound of Death bisa saja menghancurkan seluruh kehidupan di dunia ini.


Setelah semuanya berakhir aku membatalkan sihir Absolute Lockout dan sang Malaikat Kematian yang tepat berada di atasku sepertinya sudah siap untuk mengambil bayaran untuk sihir terlarang ini yang merupakan nyawaku sendiri


Sound of Death tidak memakan mana sama sekali namun sang Malaikat Kematian akan mengambil jiwa perapalnya untuk di konsumsi oleh sang Malaikat Kematian, yang artinya tidak ada kehidupan lagi setelah kematian ini


Sang Malaikat Kematian menusukkan sabitnya ke tubuhku dan aku benar-benar merasakan jiwaku seperti sedang di tarik keluar dari tubuhku dan itu sangat-sangat menyakitkan


"Leo!, Leo!, Leeeooo!!"


Aku mendengar Yui meneriakkan namaku sambil memeluk tubuhku, dia mengalirkan air matanya untukku dan itu rasanya seolah mengurangi rasa sakit yang aku rasakan bahkan sekarang lebih terasa hangat


"Sistem, batalkan kontrak dengan Yui"


"Kontrak dengan Yui dibatalkan, panggilan dibatalkan"


Seketika Yui sedikit demi sedikit mulai menghilang dari hadapanku


"Selamat tinggal Yui"


"Leeo----"


"Haaahhh,....Akhirnya sedikit tenang"


Pandanganku mulai kabur bahkan aku hampir tidak bisa merasakan kaki dan tanganku lagi


"A-Aku tak menyangka kalau semuanya akan berakhir seperti ini,... M-Maafkan aku pahlawan karena sepertinya aku tidak dapat menepati janjiku untuk bertemu di kehidupan selanjutnya....Maafkan Aku.. Rayya"

__ADS_1


__ADS_2