
Kota Fal Ibu kota kerajaan Lornheis , 15 Januari 825
"Ibu! Ibu!"
Teriak seorang gadis sambil memegang tubuh ibunya yang terluka, di sekitar mereka terdapat beberapa tubuh orang tak bernyawa lainnya di antara mereka ada tubuh yang tak lagi berkepala dan yang lainnya tubuh mereka berlubang-lubang namun gadis itu sama sekali tidak memperhatikan mereka perhatiannya hanya terfokus pada sosok ibunya yang tersandar di dinding dengan keadaan yang sedang sekarat
"Ibu! Ibu!"
Gadis itu terus menangis dan berteriak memanggil ibunya, sambil memegang tubuh ibunya yang berlumuran darah, sampai tak lama dia tiba-tiba berhenti ketika merasakan kalau tangan ibunya memegang tangannya
"Putriku, 'uhukk'.."
Ibunya batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya
"Kau harus tumbuh dewasa dan hidup bahagia"
Ibunya mengangkat tangannya yang satunya dan menyentuh pipi gadis itu
"Setidaknya untuk terakhir kalinya aku ingin melihat wajah cantik putriku"
Sambil mengangkat kepalanya ibu gadis itu tersenyum hangat kepadanya dan tangannya yang memegang pipi gadis itu
"Ma-Maafkan ibu"
Tak lama setelah itu wajah ibunya tertunduk kebawah dan tangannya juga mulai terjatuh kelantai
"Ibu!! Ibu!! Ibuuu!!!"
.
"Ibu!!"
Teriak gadis yang sedang terbaring di kasur tersebut, sambil mengarahkan tangannya ke atas seolah sedang berusaha menggapai sesuatu dan tak lama setelahnya dia terbangun dia terlihat kebingungan untuk beberapa saat sampai akhirnya dia mengubah posisinya dari berbaring menjadi duduk
Dia melihat sekelilingnya dengan wajah yang agak kebingungan seperti seseorang yang tiba-tiba saja berada di tempat yang tak dikenalinya dan tak lama pintu yang ada di sisi lain ruangan itu terbuka dan terlihat seorang laki-laki dari masuk dari pintu tersebut
Seorang laki-laki dengan rambut hitam dan pakaian yang tertutup oleh jubah yang di pakainya dan dia juga menggunakan topeng yang hanya menutupi wajah bagian atasnya dia berjalan ke arah gadis itu sambil membawa sebuah mangkok sup di tangannya
"Sudah bangun ya?" Kata laki-laki tersebut sambil berjalan mendekati gadis itu dan menaruh semangkok sup yang dia pegang di meja yang ada di dekat kasur tersebut dan laki-laki itu duduk di kursinya
"Siapa?"
"Namaku James Moriarty"
"Bangsawan!"
Tiba-tiba wajah gadis itu berubah menjadi sangat waspada dan sorot matanya pun berubah
__ADS_1
Di kekaisaran hanya bangsawan dan keluarga kerajaan yang memiliki nama dengan dua kata, nama depan mereka adalah nama mereka dan nama belakang mereka adalah nama keluarga mereka dan rakyat biasa hanya memiliki satu nama saja
"Mantan bangsawan lebih tepatnya, jadi tolong berhenti menatapku dengan mata yang penuh kebencian seperti itu"
Gadis itu mencoba menenangkan dirinya selama beberapa saat namun dia tak menurunkan kewaspadaannya tetapi beberapa saat setelahnya ketika dia sudah benar-benar berpikir jernih dia menyadari sesuatu yang aneh hingga dia segera meraba-raba lehernya dengan kedua tangannya
"Tenanglah, Aku sudah melepaskanmu dari segel budak"
Gadis itu terlihat terkejut dengan apa yang dikatakan James, karena segel budak bukanlah sesuatu yang dapat dengan mudah di hancurkan bahkan dia baru pertama kali ini mendengar ada seseorang yang dapat menghancurkan segel tesebut
"Terimakasih banyak"
Gadis itu menunduk kepada James untuk menunjukkan rasa terimakasihnya
"Tapi kenapa kau menolongku? kau bahkan tidak tau siapa aku?"
"Memangnya perlu alasan untuk menolong seseorang, aku melakukannya karena aku ingin melakukannya itu saja"
Gadis itu agak sedikit terkejut mendengar jawaban dari James, dia terdiam sebentar seolah pikirannya terbawa kepada sesuatu
"Apa kau tidak apa-apa?"
Pertanyaan James tiba-tiba saja membuat gadis itu tersadar dari lamunannya, sekarang dia terlihat lebih santai bahkan dia sudah menurunkan kewaspadaannya
"Tidak, tidak apa-apa,....
"Aku tak punya rumah"
"Hmm,... begitu ya? kalau begitu kau boleh tinggal disini kalau kau mau"
James terdiam sebentar dan dia melihat wajah gadis itu yang terlihat lebih waspada
"Tentu saja tak gratis, karena aku seorang petualang jadi setidaknya aku ingin ada makanan saat aku pulang, apa kau bisa memasak?"
Alasan James meminta gadis itu memasak adalah karena gadis itu pasti akan curiga jika dia memperbolehkannya untuk tinggal dirumahnya tanpa persyaratan apapun, gadis itu bisa saja berpikir kalau James mempunyai maksud tersembunyi
"Aku bisa memasak,... James apa kau petualang yang hebat?"
Setelah mengetahui bahwa James adalah seorang petualang, Gadis itu langsung menduga James adalah seorang petualang yang hebat karena James dapat menghancurkan segel budak
"Tentu saja, aku ini petualang Rank S, hanya ada 5 petualang Rank S di kerajaan ini"
"Keren!, James keren sekali"
'Meskipun dia sudah mengalami banyak hal tak menyenangkan seorang anak-anak tetaplah seorang anak-anak'
"Kau siapa namamu? akan aneh jika kita tinggal bersama tapi aku tak tau namamu"
__ADS_1
"Aku tak memiliki nama"
'Ah benar juga, anak ini bermasalah dengan bangsawan maka bukan hal aneh jika dia menghapus namanya'
Ketika James menyebutkan namanya tadi Gadis itu mengeluarkan tatapan penuh kebencian karena dia menduga James adalah seorang bangsawan jadi sudah pasti kalau dia memiliki masalah dengan seorang bangsawan, dan bangsawan yang memiliki harga diri tinggi pasti menaruh anak ini ke dalam daftar buronan
"Hmm.. akan susah untuk memanggilmu jika kau tidak memiliki nama, bagaimana kalau Luna?"
"Luna?"
"Ya, dalam bahasa yang aku ketahui itu artinya bulan"
"Bulan ya, itu terdengar indah, mulai sekarang namaku adalah Luna"
Luna tersenyum hangat kepada James
'Meski merubah namanya rambut berwarna kuning miliknya yang jarang sekali ada di kekaisaran dapat membuat dia mudah dikenali, hanya ada beberapa orang saja yang memiliki rambut berwarna kuning yang ku tau termasuk anggota keluarga kekaisaran'
"Kau pasti kesusahan dengan warna rambutmu, apa kau ingin aku mengubahnya?"
"Apakah James bisa merubah warna rambut?"
"Tentu saja aku ini seorang petualang Rank S kelas Mage, mengubah warna rambut adalah hal yang mudah bagiku"
"Tapi Aku suka dengan warna rambut ini"
"Begitu ya, kalau begitu ambilah ini"
James mengeluarkan sesuatu dari dalam jubahnya dan memberikan itu kepada Luna, benda itu terlihat seperti gelang dengan ukiran yang indah di permukaan gelang itu
"Apa ini?"
"Ini adalah alat yang dapat mengubah penampilan bahkan wajah dan rambutmu dapat berubah untuk beberapa menit, gunakan ini jika kau merasa ada yang mengejarmu atau ada yang mengikutimu ketika aku tidak berada di sampingmu.... Kalau begitu aku pergi dulu menjalankan Quest yang kuterima hari ini, aku akan pulang agak malam jadi kau tak perlu menungguku"
James berdiri dan berjalan melangkah ke arah pintu
"Ah, jangan lupa makan sup itu, meski tidak terlalu enak.. tapi makanlah sebelum dingin"
Kata James sambil melangkah keluar dari pintu kamar tersebut dan meninggalkan Luna sendirian, James keluar dari pintu dan melepaskan topengnya
'Dengan begini potongan pertama berhasil didapatkan'
Setelah James keluar Luna mengambil mangkok sup yang di bawakan James untuknya tadi, dia memakan sup itu untuk beberapa suapan dan terhenti
"Memang benar tidak enak, tapi entah kenapa terasa sangat hangat dan menenangkan"
Tanpa Luna sadari, Air matanya tiba-tiba saja keluar dan membasahi wajahnya serta sup yang dia pegang
__ADS_1
"Ibu,.. Aku akan tumbuh dewasa dan hidup bahagia bersama James"