The Unknown Traveler: To Another World

The Unknown Traveler: To Another World
Chapter 31 - Masa Lalu


__ADS_3

Kota Leonidas, 3 Maret 825


Malam hari di ibu kota seperti malam di kota-kota lain, kebanyakan orang-orang sudah setelah kelelahan beraktivitas, lalu ada juga sebagian orang yang masih terjaga untuk melakukan pekerjaan mereka


Ada tempat terkenal di ibu kota yang hanya di ketahui oleh beberapa orang saja, tempat itu adalah sebuah bar malam, bar sendiri hanyalah kedok saja karena sebenarnya tempat ini adalah sebuah pasar gelap (Black Market)


Banyak orang-orang yang melakukan perdagangan illegal di bar tersebut, bar itu merupakan tempat yang di lindungi oleh orang-orang penting, sehingga tempat itu tetap bisa bergerak meski melanggar hukum kekaisaran


Di sebuah meja ada dua orang laki-laki yang duduk bersebelahan dan satu orang di seberang mereka, di belakang laki-laki itu ada dua orang pria dengan tubuh kekar yang merupakan penjaganya


"Ohh... sebuah kehormatan untuk saya bertemu dengan Tuan Luis dan Tuan Rhys"


Dua orang itu adalah Luis dan Rhys mereka lumayan terkenal karena mereka adalah rekan dari James Moriarty seorang penjahat paling di cari di seluruh benua


"Kami menunjukkan identitas kami karena kau juga menunjukkan identitasmu Adam Barrett"


Satu orang yang berada di seberang Luis dan Rhys adalah Adam Barrett, dia adalah seorang Professor di akademi sihir kekaisaran


"Kalau begitu bisa saya anggap ini sebagai sebuah tanda kalau kita saling percaya"


Setelah itu Adam mengeluarkan sebuah kertas yang terlipat rapi dari dalam kantongnya


"Seperti perjanjian kita, saya akan memberikan kalian peta dan blue print dari bangunan akademi, lalu kalian akan membawakan seorang bangsawan untuk saya"


"Sebelum itu bisa kau katakan siapa bangsawan yang kau minta?"


Rhys langsung menjawab dengan tegas, sementara Luis masih seperti ragu-ragu karena ada beberapa hal yang masih mengganjal di pikirannya


"Tentu saja boleh, kalian juga pasti sudah mendengar tentangnya dia adalah Aldrich Elhart... pewaris dari keluarga Duke Elhart"


Rhys dan Luis terkejut mendengar nama Aldrich Elhart, karena berurusan dengan Elhart sama saja seperti menantang kematian, apalagi sejak kejadian kecelakaan terhadap Aldrich beberapa tahun yang lalu, keluarga Elhart menjadi sangat waspada terhadap apapun


Dibandingkan dengan Rhys, Luis lebih terkejut lagi sesuatu yang mengganggu pikirannya semakin menjadi-jadi sampai akhirnya dia tidak tahan dan langsung membuka mulutnya


"Tunggu sebentar, Ketua hanya berurusan dengan mereka yang jahat saja, kita tidak bisa berurusan dengan bangsawan yang bersih seperti Elhart"

__ADS_1


Setelah mendengar bantahan dari Luis, pihak Adam menjadi waspada mereka sudah dalam keadaan siap jika akan terjadi pertarungan, Adam mengangkat tangannya sebahu sebagai isyarat kepada penjaganya untuk berhenti dan mereka kembali dalam keadaan semula


"Aku tak tau seperti apa pandanganmu terhadap James Moriarty namun dia sendiri sudah menyetujuinya ketika aku menyebutkan persyaratanku"


"Tidak, Tidak mungkin Ketua seperti it-!"


"Tenanglah Luis"


Setelah Luis semakin membantah dan hal itu membuat keadaan menjadi semakin tegang, Rhys mencoba untuk menghentikan Luis


"Jika memang Ketua menerima persyaratannya kalau begitu tidak ada alasan bagi kami untuk menolaknya"


"Kalau begitu kita sepakat"


Setelah mengambil kertas itu Rhys bersalaman dengan Adam untuk menunjukkan kesepakatan mereka, sementara Luis masih mencoba untuk menahan emosinya,


"Oh ya, ada satu yang saya lupa katakan, mayatnya saja pun tidak masalah, selama tubuhnya masih utuh, saya tidak peduli"


Tepat ketika mereka baru saja berdiri dan mencoba meninggalkan tempat duduk mereka perkataan Adam membuat mereka terhenti, emosi Luis semakin menjadi jika dia tidak ditahan oleh Rhys sekarang dia pasti sudah langsung menerjang ke arah Adam


Setelah berjalan jauh meninggalkan bar, Luis menarik Rhys ke tempat kecil di antara dua bangunan, dia langsung mencengkram kerah baju Luis dan mendorongnya ke dinding


"Oi Rhys bajingan, kenapa kau menahanku tadi, jika kita berdua menyerang mereka kita pasti dapat langsung membunuhnya"


"Tenanglah Luis, ini adalah kesepakatan yang diterima oleh Ketua"


"Tapi dibandingkan dengan Elhart bajingan itu sudah lebih jelas harus kita bunuh"


"Aku juga setuju denganmu, namun ini adalah pilihan Ketua, dan.... lagi pula pada akhirnya semua bangsawan sama saja".


Mansion Alfhine, 4 Maret 825


'Aku mengenali tempat ini, benar... ini adalah tempat itu'


Saat ini sepertinya aku sedang bermimpi tentang masa lalu namun dibandingkan dengan mimpi mungkin ini lebih tepat disebut sebagai kenangan dari masa lalu, aku ditampilkan dengan kejadian yang pernah kulihat sebelumnya

__ADS_1


'Ini adalah bumi'


Bumi tahun 2573 adalah tempat tinggalku sebelum aku tiba-tiba saja berada di dunia ini, setelah sihir yang ditemukan di akhir abad ke 21, manusia mulai mengembangkan sihir untuk keperluan mereka sendiri


Sampai puncaknya di pertengahan abad ke 22, sihir menjadi senjata utama manusia, dengan penggabungan sihir dan teknologi manusia yang sudah sangat maju, sihir menjadi senjata paling mematikan sampai-sampai bisa membuat senjata seperti bom nuklir terlihat seperti mainan anak-anak


Setelah itu manusia yang tamak dan rakus mulai mencoba menjarah segala hal untuk diri mereka sendiri dan terjadilah perang terbesar dalam sejarah umat manusia yaitu perang dunia ketiga, perang yang memakan waktu ratusan tahun bahkan sampai diingatan terakhirku perang itu masih terus berlanjut


Semakin manusia saling menyerang satu sama lain, semakin mereka menyadari kalau kepunahan mereka sudah di depan mata, beberapa orang termasuk aku yang menyadari itu mencoba untuk menghentikan perang


'Kami menyebut diri kami sebagai pasukan pembebasan'


"Kapten, kau adalah harapan kami, kau adalah cahaya kami, kami akan selalu ada bersamamu"


'Suara ini... Elena'


Aku melihat jelas dengan kedua mataku, sosokku ditengah hujan deras yang sedang menangis sambil memandangi tubuh Elena yang penuh darah


"Ku mohon Elena, tetaplah bersamaku, Aku mencintaimu..."


Aku terus mengatakan hal itu berkali-kali sambil menggenggam tangan Elena yang sudah dingin namun semuanya sudah terlambat Elena pun tak akan mendengar perkataanku karena saat itu dia sudah tidak bernyawa


'Ahh...Saat itu muncul halusinasi yang benar-benar menghancurkan diriku'


Halusinasi itu adalah bayangan mayat dari semua orang yang sudah berkorban untukku, bayangan tubuh mereka yang tak bernyawa terpampang jelas di depan mataku


"Ini semua salahmu!!"


"Hahh, haaahhhh, haaahhhh"


Aku terbangun dari mimpi itu dengan keringat di sekujur tubuhku dan nafasku berantakan, aku memandangi telapak tanganku


'Bahkan sampai sekarang aku masih bisa melihat darah di tangan yang kotor ini.... karena memang semua itu salahku, karena akulah penyebab terjadinya perang dunia ketiga itu'


Seperti yang dikatakan Light, aku adalah keberadaan yang istimewa, walaupun bagiku hal itu adalah kutukan yang merenggut semua hal yang berharga bagiku

__ADS_1


'Karena aku tidak bisa mati'


__ADS_2