
Akademi sihir, 8 Februari 825
Setiap ruangan kelas di akademi dibuat seperti versi lebih kecilnya dari sebuah Lecture hall, dengan meja dan kursi yang bertingkat namun jumlahnya hanya lebih sedikit dibandingkan dengan Lecture hall
Di salah satu ruangan yang dijadikan tempat ujian tertulis Aldrich sedang duduk di sana dengan Irene di sebelahnya, meja dan kursi di sana memang disusun secara berpasangan dalam satu barisan, sehingga Aldrich hanya duduk bersebelahan dengan Irene
Aldrich melihat ke arah Irene, sementara itu Irene sedang fokus menjawab soal ujiannya, setelah beberapa lama Aldrich menatap Irene yang sedang mengerjakan soal ujiannya Irene mulai menyadari tatapan dari Aldrich
Ketika menyadarinya Irene yang tadinya berfokus pada ujiannya sekarang fokus itu buyar, dia mulai terlihat gugup dan wajahnya mulai memerah, bahkan dia mulai terlihat panik akibat perasaan gugupnya tersebut
Setelah menyadari tingkah Irene yang berubah Aldrich mulai mengalihkan pandanganya dari Irene dan dia mengambil kertas ujiannya yang sudah selesai dia kerjakan
"Kalau begitu aku duluan Irene, aku akan menunggumu"
"I-iya"
Aldrich berdiri dan semua orang menatap ke arah Aldrich, di antara semua peserta di dalam ruangan itu Aldrich adalah yang pertama selesai, dan orang pertama yang melakukan sesuatu pasti menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya
Sambil membawa kertas ujiannya Aldrich berjalan keluar ruangan melewati seorang pengawas ujian yang duduk di kursi meja depan yang menghadap ke arah meja murid, setelah Aldrich keluar Irene mulai mengumpulkan fokusnya kembali dan mencoba untuk menyelesaikan ujiannya secepat yang dia bisa, karena dia takut kalau dia akan membuat Aldrich menunggu terlalu lama
'Sepertinya aku harus memikirkan cara agar setidaknya bisa mengurangi perasaan gugup Irene ketika dia bersamaku, kalau begini terus maka Irene tidak akan bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk kedepannya nanti'
"Seperti yang saya duga anda adalah peserta pertama yang menyelesaikan ujian yang saya buat, Tuan muda Aldrich Elhart"
Aldrich yang sudah berada di luar ruangan di sambut oleh seseorang laki-laki dengan memakai jubah (cloak) berwarna putih dan biru tua yang dibuatkan akademi khusus untuk Professor yang mengajar di akademi
"Panggil Aldrich saja tidak masalah, lalu hal apa yang membawa Professor Adam Barrett untuk menemui saya?"
Adam Barrett adalah seorang bangsawan yang berhasil menaikkan nama keluarganya berkat pencapaiannya yang luar biasa, Keluarga Barrett awalnya hanyalah keluarga Baron biasa yang memiliki wilayah kecil di sebelah ibu kota
Namun nama keluarga Barrett mulai dikenal setelah Adam menyelesaikan penelitian sihirnya yang berhasil memajukan dunia sihir, kekaisaran memberikannya imbalan besar dan menaikkan nama keluarganya dari Baron menjadi Viscount
"Saya tersanjung karena Tuan muda Aldrich mengenali saya, saya tidak memiliki maksud tersembunyi, saya hanya ingin melihat siapa yang pertama kali berhasil menjawab pertanyaan yang saya buat"
"Kalau memang bukan hal penting, kalau begitu saya permisi dulu karena saya masih harus melakukan ujian kedua"
__ADS_1
Ada dua ujian yang diujikan untuk masuk ke akademi, ujian pertama adalah ujian tertulis dimana peserta harus menjawab soal-soal yang diberikan singkatnya pengetahuan mereka sedang diuji dan ujian yang kedua adalah ujian pertarungan, dan dalam ujian kedua ini kemampuan penggunaan sihir peserta yang sedang diuji
"Kebetulan saya juga merupakan salah satu juri ujian untuk hari ini, kalau begitu mari kita pergi ke tempat ujian bersama Tuan muda Aldrich"
"Baiklah, Professor Adam"
Setelah itu Aldrich bersama Adam berjalan meninggalkan ruangan tempat ujian, tak lama mereka berjalan mereka keluar dari gedung besar tempat ruangan-ruangan kelas
Di luar ada Reina yang sedang menunggu Aldrich dan juga terlihat banyak prajurit-prajurit yang menjadi pengawal para bangsawan-bangsawan kelas atas yang sedang menunggu Tuan mereka,
Ketika ujian berlangsung orang-orang yang tidak berhubungan dengan ujian harus meninggalkan gedung akademi agar tidak terjadi kecurangan dalam pengerjaan ujian
Ketika melihat Aldrich, Reina langsung berjalan menghampiri Aldrich namun pandangan Reina tertuju pada Adam yang berjalan di sebelah Aldrich
"Ah, Kak Reina lama tidak bertemu"
"Kak?"
Aldrich sedikit terkejut ketika Adam langsung menyapa Reina, karena dia tidak mengira kalau Adam telah kenal dengan Reina
'Hah? Aku tidak pernah mendengar kalau Reina pernah menjadi murid akademi, dengan bakat dan kemampuannya aku rasa tak mustahil baginya untuk masuk ke akademi'
Aldrich merasakan ada yang aneh ketika dia mendengar kalau Reina pernah menjadi murid akademi, namun dia lebih memilih untuk tidak memikirkannya terlalu berlebihan dan kembali memberikan fokusnya untuk ujian kedua
"Ahh jadi begitu"
"Mohon maaf kak Reina karena Tuan muda Aldrich harus melakukan ujian kedua jadi kami permisi dulu"
"Maaf ya Reina, harus membuatmu menunggu lebih lama"
"Tidak masalah Tuan karena mengawal Tuan adalah tugas saya"
"Kalau begitu kami pergi dulu"
"Semoga beruntung Tuan"
__ADS_1
"Terimakasih Reina"
Setelah berpisah dengan Reina, Aldrich dan Adam berjalan ke arah sebuah Colloseum besar yang terletak tak jauh dari bangunan kelas akademi, sementara Reina kembali tempat semula ketika dia menunggu Aldrich tadi
Aldrich dan Adam masuk ke pintu Colloseum dan mereka berjalan di lorong Colloseum, Colloseum yang ada di akademi sendiri biasanya dijadikan tempat para murid akademi untuk berlatih atau biasanya menjadi arena pertandingan ketika akademi sedang melakukan sebuah turnamen
"Tuan muda bisakah saya meminta kertas jawaban anda"
"Ini silahkan"
Aldrich memberikan kertas jawaban ujiannya yang dia bawa kepada Adam
"Oh ya Professor Adam, bisakah saya meminta sepasang pakaian seragam akademi untuk laki-laki dan perempuan"
"Tentu saja tidak masalah Tuan Muda, kami memiliki stok seragam yang banyak, tapi kalau saya boleh tau untuk apa anda menginginkannya?"
"Untuk penyamaran ketika saya berjalan-jalan di ibu kota"
"Baiklah saya mengerti, anda bisa menemui saya nanti ketika ujiannya sudah selesai.. Kalau begitu saya akan pergi lewat sebelah sini"
Adam mengambil jalan yang mengarah ketempat penonton karena tempat para juri berada di antara bangku-bangku Colloseum sementara tempat peserta melakukan ujian adalah lapangan tempat pertandingan Colloseum
Aldrich berjalan mengambil jalan yang mengarah kelapangan, dia berjalan sampai akhirnya dia masuk kedalam lapangan Colloseum
Dia melihat sekelilingnya terdapat tiga orang yang menjadi juri termasuk Adam yang melambai sambil tersenyum kepadanya, lalu disisi lain juga ada beberapa orang yang sepertinya juga akan melihat ujian Aldrich,
Jumlah Orang-orang itu ada 7 orang dan mereka duduk secara acak yang menunjukkan kalau mereka hanyalah penonton, 3 orang yang duduk berdekatan adalah perwakilan dari ketiga guild besar yaitu guild pemburu, guild pedagang dan guild petualang, ada dua orang yang duduk di barisan bawah sehingga mereka lumayan dekat dengan Aldrich, mereka adalah Komandan kesatria dan Kapten kesatria sihir yang menjadi perwakilan dari kekaisaran
Lalu ada satu orang dengan pakaian jubah penyihir yang bagus dan rapi, orang itu juga membawa tongkat sihir yang panjang dan rambutnya yang panjang memberikan gambaran kalau dia adalah seorang penyihir kelas atas yang sudah mendedikasikan hidupnya untuk sihir, orang itu adalah perwakilan dari Asosiasi penyihir
Dan orang yang terakhir adalah seseorang wanita yang terlihat hanya beberapa tahun lebih tua dari pada Aldrich, dari penampilannya saja orang-orang dapat mengenalinya sebagai murid akademi karena dia menggunakan seragam akademi, dia adalah seorang dari Seven Star Akademi, Bintang keenam Eira Fiylda dan dia ada di sana sebagai perwakilan dari Seven Star
Seven Star adalah kumpulan dari murid-murid terbaik akademi, dan mereka mempunyai wewenang yang sama seperti para Professor di akademi, tugas mereka adalah menjaga ketentraman antar murid serta mengatur segala hal yang berhubungan dengan murid di akademi sehingga para Professor hanya perlu memikirkan untuk mengajar saja, bahkan terkadang mereka juga menggantikan Professor yang tidak datang untuk mengajar
"Kalau begitu kalian semua akan menjadi penonton eksklusif pertunjukkan pertamaku"
__ADS_1