The Unknown Traveler: To Another World

The Unknown Traveler: To Another World
Chapter 25 - Kencan


__ADS_3

Kota Leonidas, 10 Februari 825


Sudah dua hari sejak Aldrich melakukan ujian untuk masuk ke akademi di ibu kota, setelah itu dia menghabiskan satu hari untuk istirahat dan mempersiapkan segala hal untuk hari ini


"Tuan persiapan Nona Irene sudah selesai"


Suara Reina terdengar tepat setelah Aldrich mendengar suara ketukan pintu, di kamarnya Aldrich sedang memandang ke luar Mansion dari jendela kamarnya setelah mendengar perkataan Reina, Aldrich langsung menutup jendela kamarnya dan berjalan keluar


Dengan pakaian akademi yang baru dia terima dari Adam dan memakai sebuah gelang di lengan kanannya Aldrich berjalan keluar dari kamarnya, di luar kamar ada Reina dengan pakaian lengkap seperti biasanya dan dia juga memakai gelang yang sama seperti yang Aldrich pakai namun dia memakainya di lengan kirinya


"Selamat pagi Tuan"


"Selamat pagi Reina, kalau begitu mari kita pergi"


Mereka berdua berjalan menuruni tangga dan berjalan menuju ke arah pintu depan, di sana mereka berdua bertemu dengan Irene dan seorang pelayan tua yang sebelumnya di temui Aldrich ketika dia pertama kali sampai ke Mansion ini


Irene juga memakai seragam akademi seperti Aldrich dan dia juga memakai gelang yang sama persis seperti yang dipakai oleh Aldrich dan Reina, ketika melihat Aldrich datang Irene menunduk dan pelayan tua itu memberikan senyum tipis kepada Aldrich dan dia kemudian sedikit membungkuk kepada Aldrich untuk menunjukkan rasa hormatnya yang tulus


"Ma-Maaf membuatmu menunggu persiapanku"


"Tidak masalah Irene, kalau begitu ayo kita pergi"


"I-iya"


Dengan memakai pakaian murid akademi dan sebuah gelang yang bisa menyamarkan penampilan seseorang, Aldrich dan Irene berjalan meninggalkan mansion diikuti oleh Reina dengan pakaian lengkap seorang prajurit dan dia juga memakai gelang yang sama dengan Aldrich dan Irene untuk menyamarkan wajahnya


Dengan begitu mereka bertiga bisa berjalan di sekitar kota tanpa harus khawatir jika ada yang mengenali mereka


Aldrich berjalan di depan bersama Irene di sampingnya yang sedikit mundur kebelakang karena merasa gugup untuk berada di dekat Aldrich dan Reina berjalan di belakang mereka berdua sebagai pengawal mereka

__ADS_1


Berkat gelang yang dipakai oleh mereka bertiga, dari pandangan orang-orang yang ada di ibu kota, mereka berdua hanyalah murid akademi yang sedang di kawal oleh salah satu penjaga akademi, karena itu orang-orang tidak terlalu memperdulikan mereka


Tak lama setelah berjalan Irene melihat ada seorang penjual aksesoris murah di pinggir jalan, dari pandangan para bangsawan kelas atas yang memiliki kekayaan yang melimpah tentu saja aksesoris itu terlihat seperti barang murah namun sebenarnya jika melihat pandangan rakyat biasa maka aksesoris itu bisa terbilang lumayan mahal


Aldrich yang sedari tadi tidak mengalihkan fokus perhatiannya dari Irene langsung menyadari ketika Irene melirik ke arah penjual aksesoris tersebut


"Apakah kau mau mampir ke sana?"


Tawarkan Aldrich Sambil menunjuk ke arah penjual aksesoris yang tadi dilihat oleh Irene


"I-iya"


Mereka berjalan mendekati penjual Aksesoris tersebut


"Selamat datang Tuan dan Nona, apakah ada aksesoris yang menarik perhatian anda?"


"Sungguh pilihan yang bagus, aksesoris ini akhir-akhir ini sangat populer dikalangan gadis-gadis di kota ini, terlebih lagi warna biru dari aksesoris ini sangat cocok dengan warna rambut pasangan anda yang cantik di sana"


"Bagaimana dengan ini? apa kamu suka?"


Setelah mendengar perkataan penjual tadi Irene semakin malu-malu dan ketika ditanya oleh Aldrich dia hanya bisa mengangguk karena saat ini dia sangat malu bahkan hanya untuk mengeluarkan suaranya saja


"Kalau begitu saya beli yang ini"


"Sebenarnya harga aksesoris ini lumayan mahal karena aksesoris ini lumayan populer sekarang namun untuk pasangan muda yang tampan dan cantik seperti anda berdua saya akan menjualnya dengan harga hanya 5 koin perak"


'Harganya terasa seperti perampokan jika aku membandingkan harganya dengan harga aksesoris semacam ini di duniaku sebelumnya'


Di Shava koin sudah menjadi mata uang utama yang digunakan seluruh kerajaan, terdapat tiga koin yang dipisah berdasarkan tingkatan harganya yang paling rendah adalah koin tembaga lalu ada koin perak dan yang paling tinggi adalah koin emas

__ADS_1


Berdasarkan perhitungan Aldrich satu koin tembaga setara dengan 10.000 Rupiah, dan satu koin perak setara dengan 100.000 rupiah dan satu koin emas setara dengan 1.000.000 rupiah, dan tentu saja jika di hitung berdasarkan harga uang di bumi 500.000 rupiah untuk sebuah aksesoris jepit rambut adalah harga yang tidak masuk akal


Aldrich mengambil koin dari dalam sakunya dan memberikan koin itu kepada si penjual, setelah itu dia berdiri mengarah kepada Irene dan memasangkan aksesoris itu kepada Irene


"Bagaimana? apa kamu menyukainya"


Irene terkejut ketika Aldrich menyentuh rambutnya namun setelah selesai dan mendengar pertanyaan Aldrich, Irene mengangkat wajahnya dan melihat dirinya dengan aksesoris itu di sebuah cermin yang ada disiapkan oleh penjual aksesoris tersebut


Dia seolah terpana melihat dirinya sendiri dengan aksesoris itu Irene berhenti sebentar dan mulai menunduk lagi namun kali ini dia terlihat sangat bahagia dengan senyum manis yang ada di wajahnya


"Iya, aku menyukainya"


"Baguslah kalau kamu menyukainya"


Tujuan Aldrich kali ini adalah untuk melakukan kencan dengan Irene agar Irene bisa lebih terbuka kepada dirinya sehingga Irene tidak perlu gugup dan merasa malu-malu ketika bersamanya


Ketika Ujian sebelumnya Aldrich menyadari kalau kebiasaan buruk Irene itu akhirnya membuatnya panik dan tidak bisa melakukan apa-apa, karena itu Aldrich berpikir untuk melakukan kencan dengan Irene untuk menghilangkan kebiasaan buruknya itu


Tentu saja menghilangkan kebiasaan buruk itu tidaklah mudah namun kencan ini adalah langkah pertama yang harus di ambil oleh Irene, dan kedepannya nanti Aldrich sudah berencana untuk menghabiskan waktu setidaknya satu jam dalam sehari berdua bersama Irene


Entah itu membaca buku bersama atau hanya sekedar bersantai sambil membicarakan hal-hal tidak penting untuk sekedar mempererat hubungan mereka saja


Awalnya Aldrich dan Irene adalah teman masa kecil namun semenjak mereka mulai dewasa Irene mulai menyadari perasaannya kepada Aldrich dan dari saat itu dia mulai gugup dan malu-malu ketika berada di dekat Aldrich


Setelah mengetahui kalau dia dijodohkan dengan Aldrich, hal itu membuatnya semakin gugup ketika bersama Aldrich bahkan dia sampai tidak bisa berbicara dengan Aldrich namun setelah pertunangan Irene mulai memberanikan dirinya untuk berbicara kepada Aldrich


Awalnya Aldrich hanya ingin membiarkan hal itu saja karena dia yakin jika itu Irene maka suatu saat Irene pasti dapat mengatasinya namun ketika Aldrich menyadari kalau kebiasaan buruk itu tampaknya sudah lumayan parah sampai membuat Irene bisa panik dan tidak bisa berpikir jernih maka dia memutuskan untuk membantu Irene menghilangkan kebiasaan itu


'Kali ini, tak akan kubiarkan hal sekecil apapun luput dari pandanganku, tak akan kubiarkan hal seperti sebelumnya terjadi lagi...'

__ADS_1


__ADS_2