The Unknown Traveler: To Another World

The Unknown Traveler: To Another World
Chapter 37 - Hal yang tak terduga


__ADS_3

Dungeon Akademi, 18 Maret 825


Saat ini seluruh murid kelas A sedang berada di dalam dungeon milik akademi, dungeon itu berada di dalam akademi tepatnya di bawah bangunan asrama para Professor


Dungeon itu adalah sebuah dungeon ukuran sedang dengan monster-monster kelas C jadi tidak ada yang benar-benar perlu dikhawatirkan dan Dungeon itu juga rutin di bersihkan setiap Minggu oleh para anggota Seven Star selain itu bahkan jika ada hal yang tidak diinginkan terjadi saat ini mereka sedang di dampingi oleh Ru karena itu tidak ada hal yang memang perlu dikhawatirkan


Alasan mengapa para murid kelas A berada di sana adalah untuk melakukan praktek pertarungan langsung melawan monster


Karena pelajaran yang di ajarkan Ru adalah sihir pertarungan karena itu akan lebih baik untuk mereka jika bisa mengembangkan kemampuan mereka dengan pertarungan langsung


"Di dalam sana adalah dungeon bercabang dan kalian akan memasuki dungeon secara berkelompok karena terdapat lima cabang maka setiap kelompok berisikan 4 orang anggota, kalian bebas untuk memilih anggota untuk kelompok kalian"


Setelah itu semua murid pada ribut untuk menentukan anggota kelompok mereka ada di antara mereka yang mencoba mendekati Aldrich untuk mengajaknya namun Aldrich hanya menghiraukan mereka


Sementara Irene yang berada di samping Aldrich hanya bisa menghiraukan tatapan-tatapan tajam yang diarahkan kepadanya, meski Irene terlihat gugup dan malu-malu namun nyatanya itu hanya ketika berhubungan dengan Aldrich saja


Ketika dia menghadapi orang lain selain Aldrich dia sama saja seperti orang biasanya, meski sedikit malu-malu namun dia tidak merasa takut atau gugup ketika berhadapan dengan orang lain selain Aldrich


"Irene!"


Dari sisi kiri mereka ada seseorang datang dan memanggil Irene, setelah menengok ke arah suara itu mereka melihat kalau itu adalah Clara dengan seseorang laki-laki di sampingnya


"Ah Nona Clara"


"Sudah kubilang Tak perlu formal seperti itu panggil saja Clara"


"T-tapi--"


"Tak perlu merasa tidak enak coba saja dulu sebut Clara"


"C-Clara"


"Nah itu bisakan.... Jadi Irene kalau belum mendapatkan dua anggota lain bagaimana jika kami bergabung?"


"Kami?"


"Benar, aku dan Raymond"


Kata Clara sambil memperkenalkan seseorang yang ada di sampingnya, dia adalah Raymond orang yang mendapatkan peringkat 10 dalam ujian masuk ke akademi

__ADS_1


Irene menoleh kearah Aldrich karena tentu saja jika seseorang yang harus memutuskan hal itu maka itu adalah Aldrich, Aldrich sedikit tersenyum hangat kepada Irene sambil memegang tangannya


"Tentu saja jika anda tidak keberatan dengan kami"


"Baguslah kalau begitu mari kita pergi"


Setelah itu mereka langsung saja pergi ke jalan masuk yang ada di paling kiri karena mereka adalah kelompok pertama, mereka berjalan sambil meninggalkan para murid yang masih kebingungan memilih anggota kelompok mereka


"Aneh ya padahal sudah lumayan jauh namun tidak ada monster yang muncul"


Mereka sudah berjalan cukup jauh namun tidak ada bertemu dengan satu monsterpun karena itu Clara langsung merasa tidak nyaman dengan keadaan mereka saat ini


Namun dia berusaha menutupi perasaan tidak enaknya itu dan berkata dengan santai dengan harapan kalau Aldrich akan menanggapinya dengan serius


"Ya tentu saja Aneh ada beberapa kemungkinan yang terjadi, namun mengingat ini adalah Dungeon milik akademi dan selalu di lakukan pembersihan di Dungeon ini maka kemungkinan terbesarnya adalah kalau monster-monster yang ada di depan kita adalah monster yang bergerak secara berkelompok seperti Goblin dan Black Wolves"


Setelah mendengar penjelasan Aldrich Clara sudah mulai tenang karena meski mereka berkelompok monster-monster seperti Goblin dan Black Wolves hanyalah monster kelas D, meski begitu masih ada perasaan tidak enak di dalam dirinya


'Tentu saja itu hanyalah kemungkian saja, tak menutup kemungkinan-kemungkinan lain yang lebih buruk'


Mereka terus berjalan sampai memasuki daerah terdalam dari dungeon itu, ketika sampai ke sana Aldrich langsung menyadari perasaan haus darah yang muncul dari sana selain itu dia juga mencium bau darah yang sangat kuat


Aldrich mengarahkan tangannya ke samping sebagai Isyarat kepada yang lain untuk berhenti, seketika yang lain terkejut ketika Aldrich tiba-tiba saja bertindak seperti itu


"Aku mencium bau darah dan perasaan haus darah yang sangat kuat dari sana, kemungkinan monster yang ada di sana adalah Cerberus"


Kata Aldrich sambil menunjuk ke arah dalam Dungeon yang sangat gelap


"Hah? Cerberus bagaimana bisa monster kelas A berada di Dungeon kelas C"


"Aku juga tidak tau tapi yang jelas tidak ada monster yang mengeluarkan rasa haus darah yang sekuat ini selain Cerberus"


"Kalau begitu kita harus pergi Al"


"Tidak bisa, dia sudah mencium bau kita dan pasti akan mengejar kita karena itu aku akan menjaganya sambil kalian lari dan beritahukan hal ini kepada Professor Ru"


Mendengar perkataan Aldrich, Irene tidak terima dengan keputusan Aldrich karena dia benar-benar mencintai Aldrich dan tidak ingin hal buruk terjadi kepadanya


"Tidak, kalau kau bertahan maka aku juga harus bertahan!"

__ADS_1


Irene mengatakan hal itu dengan tegas


"Tidak bisa, kau hanya akan menjadi pengganggu saja, begitu juga dengan kalian Nona Clara dan Raymond"


Irene merasa kecewa dan putus asa ketika mendengar perkataan Aldrich, dia tidak kecewa kepada Aldrich namun dia kecewa kepada dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa saat ini


"Kalau begitu, berjanjilah kau akan kembali"


"Tentu saja, kalau begitu pergilah.... Aku serahkan Irene kepada Kalian"


"Baiklah kami akan menjaga Irene dengan semua yang kami punya"


Setelah Clara menjawab permintaan Aldrich, mereka semua berjalan pergi meninggalkan Aldrich sendirian


"GGGGRRRRR!!!!"


Dari jauh muncul Cerberus dengan tiga kepalanya yang menggeram kepada Aldrich


"Kau cukup sombong untuk sekedar anjing biasa, kau bahkan sangat lemah sampai tidak sadar perbedaan kekuatan di antara kita"


Aldrich langsung mengeluarkan auranya yang sangat kuat sampai-sampai membuat Cerberus tadi langsung ketakutan dan mencoba untuk kabur


"Kata siapa kau boleh kabur?.... Instant Death"


Setelah terkena sihir Aldrich Cerberus itu langsung tumbang begitu saja, dia langsung mati seketika


"Nah sekarang waktunya membuat ini seperti pertarungan berat"


Beberapa menit kemudian, Aldrich dengan pakaiannya yang rusak-rusak berdiri di hadapan Tubuh Cerberus dengan keadaan di hujani oleh panah es dan perut terbuka dengan isi perutnya berceceran di sekitar sana


Lalu Aldrich juga membuat tempat yang ada di sekitarnya seolah akibat pertarungan berat, terdapat cakar Cerberus dan panah es di mana-mana, serta beberapa bekas terbakar di sekitar sana


"Kemungkinan yang lain akan sampai dalam satu menit lagi, kalau begitu itu cukup untuk memeriksa sebentar apa yang ada di dalam sana"


Aldrich bergerak dengan sangat cepat ke depan tempat gelap itu, namun tiba-tiba dia berhenti setelah dia melihat sesuatu yang di kenalinya


Di dinding Dungeon terdapat tubuh seorang laki-laki terbaring di sana, jika dilihat dari keadaannya saat ini dia masih belum mati namun jika di biarkan begitu saja dia akan kehabisan darah dan mati


Aldrich mendekat ke tubuh itu lalu dia mengangkat wajah laki-laki itu yang sebelumnya tertunduk

__ADS_1


'Luis?'


__ADS_2