The Unknown Traveler: To Another World

The Unknown Traveler: To Another World
Chapter 26 - Sikap seorang bangsawan


__ADS_3

Kota Leonidas, 10 Februari 825


Setelah selesai di tempat aksesoris Aldrich bersama Irene dan Reina kembali melanjutkan jalan-jalan mereka, terdapat banyak orang di sekitar mereka dengan kegiatannya masing-masing


Karena tempat ini adalah ibu kota jadi tentu saja banyak orang-orang yang tinggal di sana, karena ibu kota adalah tempat yang paling menjanjikan jika seseorang ingin mendapatkan penghasilan yang cukup


Ibu kota tempat orang-orang kaya berkumpul karena itu banyak pedagang sampai petualang yang lebih memilih untuk bekerja di ibu kota, penghasilan yang diberikan bisa mencapai 2x lipat lebih besar dari pada kota-kota lain


Selain itu jika mereka berhasil dipekerjakan oleh kekaisaran maka mereka dapat menjamin kehidupan mereka dan anak-anak mereka, dan dibandingkan dengan kota-kota lain ibu kota juga merupakan tempat teraman di seluruh kekaisaran


Tentu saja dengan menjanjikan penghasilan yang besar dan keamanan, biaya bertahan hidup di ibu kota juga bisa terbilang lebih besar dari pada di kota-kota lain, namun hal itu tidak mengganggu orang-orang kaya seperti Mentri dan pedagang karena mereka hanya memilih tempat yang dapat mereka tinggali tanpa takut terkena serangan monster tanpa memperdulikan berapa banyak uang yang mereka habiskan untuk itu


Di sepanjang Jalan Aldrich lebih banyak melihat orang-orang kaya yang sepertinya sedang berbelanja dan pedagang-pedagang yang membuka toko kecil di pinggir jalan


Reina yang berada dibelakang Aldrich juga sering menoleh ke kiri dan ke kanan namun tujuannya adalah untuk memastikan kalau tidak ada ancaman yang bisa membahayakan tuannya


Mereka berjalan sampai di sebuah menara penyihir yang ada di ibu kota, tujuan Aldrich hari ini selain melakukan kencan dengan Irene dia juga bermaksud untuk melakukan ujian penaikan peringkatnya


Dia juga menggunakan alasan ini untuk mengajak Irene jalan keluar bersamanya, jika Aldrich mengatakan kalau dia ingin berkencan maka pasti hal ini bisa malah berakibat buruk kepada Irene


Karena itu dengan mengatakan kalau dia ingin Irene untuk menemaninya ketika dia melakukan ujian penaikan peringkat maka Irene bisa menerima ajakan Aldrich tanpa membuat perasaannya menjadi bergejolak dan akhirnya perasaan gugupnya menjadi lebih buruk dari biasanya


Aldrich melirik Irene yang berada di sampingnya, kali ini dia berada di lebih dekat di samping Aldrich dari pada ketika awal mereka berjalan


'Berkat aksesoris tadi sepertinya dia menjadi lebih santai ketika bersamaku dari pada sebelumnya'


Sepertinya perhatian Irene memang terfokuskan dengan aksesoris yang sedang dia pakai, sampai dia mulai sedikit lebih santai ketika bersama Aldrich

__ADS_1


Di dalam ruangan menara terdapat lumayan banyak orang yang seperti sedang menunggu untuk ujian mereka, di dekat tangga ada sebuah meja dan seseorang dengan pakaian rapi berdiri di sana sambil memeriksa beberapa dokumen


Lantai 1 menara adalah tempat registrasi di mana orang-orang yang datang untuk melakukan ujian penaikan peringkat akan berkumpul dan menunggu giliran mereka, dan satu orang yang berada di meja pendaftaran adalah resepsionis menara


Di lantai 1 juga ada sebuah papan besar yang merupakan papan pengumuman, papan pengumuman ini memang banyak tersebar di seluruh tempat di kekaisaran


Papan ini menjadi tempat paling mudah untuk menyebarkan suatu berita, dan beberapa orang suka untuk melihat papan pengumuman di pagi hari hanya untuk melihat apakah ada hal baru yang menarik perhatian mereka


Papan pengumuman ini tidak hanya dapat di akses oleh kekaisaran tapi juga 3 guild besar dan asosiasi penyihir juga dapat menyebarkan hal penting lewat papan pengumuman ini


Setelah melihat-lihat sekitarnya Aldrich berjalan ke meja resepsionis sementara Reina dan Irene duduk di bangku tempat menunggu karena mereka tidak berkepentingan di asosiasi sihir


"Halo, apakah saya ingin mendaftar untuk ujian penaikan peringkat"


Resepsionis itu mendengar sapaan Aldrich namun dia tidak menatap ke arah Aldrich sedikitpun saat ini fokusnya hanya berada di tumpukan kertas yang ada di depannya


Sambil tetap berfokus pada tumpukan kertas yang ada di depannya si Resepsionis tadi memberikan sebuah kertas dan pen kepada Aldrich


Aldrich mengisi formulir pendaftarannya selama beberapa menit karena terdapat lumayan banyak pertanyaan yang harus dia isi di formulir tersebut


"Ini saya sudah mengisi formulirnya"


"Kalau begitu silahkan tu--"


Resepsionis itu berkata sambil mengambil dan membaca kertas pendaftaran Aldrich, dan dia tiba-tiba berhenti berbicara setelah melihat nama Aldrich Elhart di kertas itu lalu dia melihat ke arah Aldrich dan dia benar-benar sadar kalau orang yang selama ini dia tanggapi dengan tidak sopan adalah seorang Duke


Selain wajah Aldrich yang lumayan terkenal di kekaisaran warna rambut abu-abu yang langka sendiri menjadi salah satu simbol keluarga Elhart, di seluruh kekaisaran bahkan di sepanjang sejarah kekaisaran hanya Keluarga Elhart yang memiliki rambut berwarna abu-abu, sama seperti rambut berwarna kuning emas yang berkilau yang menjadi simbol keluarga kekaisaran

__ADS_1


Dia sangat terkejut karena dia melihat hal yang tidak dia duga, Aldrich sendiri berbicara kepada Resepsionis itu dengan bahasa formal yang sopan karena itu si Resepsionis itu tidak mengira kalau orang itu adalah Aldrich Elhart


Setelah mendengar Aldrich yang berbicara dengan bahasa formal yang sopan itu si Resepsionis mengira kalau orang yang berbicara kepadanya adalah seorang rakyat biasa


Karena kebanyakan bangsawan sendiri tidak pernah menggunakan bahasa yang sopan ketika mereka berbicara kepada seseorang yang berada di bawah pangkat mereka


Setelah terdiam untuk beberapa saat resepsionis itu langsung terlihat gugup dan ketakutan, karena dia tau hal yang dia lakukan bisa di anggap sebagai penghinaan kepada keluarga bangsawan dan hukuman untuk penghinaan kepada seorang bangsawan adalah hukuman mati


"Sa-Saya mohon maaf Tuan muda Aldrich, saya tidak bermaksud seperti itu!"


Resepsionis itu meminta maaf sambil menundukkan kepala dan badannya sampai 90 derajat untuk menunjukkan permohonan maafnya, hal ini menarik perhatian orang-orang yang ada di sana


Mereka yang awalnya tidak menyadari kedatangan Aldrich mulai sadar kalau ada sosok Aldrich di sana, dan sosok Aldrich itu sangat menarik perhatian mereka, mereka mulai berbicarw berbisik-bisik kepada orang di samping mereka seperti "Apakah dia itu Aldrich Elhart yang itu?" dan "Elemental Prince, aku sangat beruntung bisa melihatnya secara langsung"


Alasan mengapa mereka tidak menyadari sosok Aldrich adalah karena ketika datang dan masuk ke dalam menara Aldrich masih menggunakan gelangnya namun ketika dia mulai menulis formulir pendaftarannya dia melepaskan gelangnya itu


Karena itu orang-orang yang tidak menyadari keberadaan Aldrich seketika mereka mulai menyadarinya, sementara orang-orang mulai berisik membicarakan tentang Aldrich, perhatian Aldrich masih terfokus kepada sosok Resepsionis yang masih menunduk ketakutan kepadanya


"Lupakan saja soal itu, aku hanya ingin berfokus pada ujianku untuk saat ini"


Semua orang yang ada di sana mereka pasti sadar kalau alasan si Resepsionis menundukkan dirinya dan meminta maaf kepada Aldrich adalah karena sikapnya tadi yang bisa di anggap sangat tidak sopan kepada seorang bangsawan karena mereka juga memang dilayani seperti itu oleh si Resepsionis


Banyak orang di sana terkagum dengan jawaban Aldrich karena mereka menganggap Aldrich sangat baik hati karena tidak mempermasalahkan sikap tidak sopan si Resepsionis, dan beberapa orang lainnya juga terkagum kepada Aldrich namun mereka kagum dengan sosok Aldrich yang hanya berfokus kepada hal utama baginya saja dan tidak ingin menambahkan hal lain ketika dia sudah memfokuskan dirinya untuk satu hal


Lalu sisanya menganggap kalau sikap Aldrich ini bisa di anggap sebagai hal buruk karena dia tidak tegas dalam hal ini, mereka menganggap kalau sikap Aldrich ini bisa membuat orang lain meremehkan keluarga Elhart


Namun sebenarnya alasan utama Aldrich tidak mempermasalahkan sikap si Resepsionis tadi adalah karena dia menganggap kalau itu adalah karena kesalahannya sendiri, dengan dia masuk menggunakan gelang yang bisa mengelabui penglihatan seseorang maka wajar saja jika resepsionis itu tidak menyadari sosok Aldrich yang ada di depannya tadi

__ADS_1


"Ada apa ini?"


__ADS_2