
Benteng Kota Elhart, 14 Januari 825
Kota Elhart adalah sebuah kota besar dengan penjagaan yang banyak, selain kualitas prajuritnya yang lebih baik dari kebanyakan prajurit di wilayah lain kekuatan pertahanan Elhart juga di bantu dengan banyaknya Petualang tingkat tinggi yang tinggal di Elhart
Para petualang terkadang harus memaksakan diri mereka melakukan pemburuan monster meskipun keadaan fisik mereka tidak terlalu bagus ketika tidak adanya quest yang bisa mereka lakukan karena hanya dengan menjual bagian-bagian tubuh monster ke guild petualang dan ke guild pedagang mereka dapat mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka
Sehingga dengan adanya penghasilan tetap dari melakukan penjagaan di malam hari para petualang merasa lebih nyaman untuk tetap tinggal di Elhart tanpa harus memaksakan melakukan pemburuan monster ketika keadaan fisik mereka tidak bagus
"Berapa lama kemungkinan mereka akan sampai di benteng pertahanan ini, Weis?"
Yang bertanya adalah Raymond yang saat ini berada di samping Weis dan ada juga Domitius yang berdiri di sisi Raymond yang lain, namun tidak hanya ada mereka saja di situ, ada sekitar 50 Penyihir "Mage" yang berada di sekitar tembok, lalu ada juga lebih dari 2.000 orang Prajurit dan hampir 200 orang petualang yang berada di bawah benteng
Sudah 3 jam setelah Raymond dan Weis berpisah, dan sekarang hari sudah berganti walaupun malam masih berlanjut
Domitius yang diberitahu oleh Raymond menyiapkan lebih dari 2.000 orang prajurit terbaiknya untuk mempertahankan kota dan Weis berhasil mengumpulkan lebih dari 200 orang petualang yang siap bertarung
Para prajurit yang berada di bawah benteng adalah orang-orang yang akan bertarung secara langsung melawan para Monster, sementara yang berada di atas adalah mereka yang akan membuat Barrier untuk melindungi kota
"Setidaknya sekitar 2 jam lagi"
Saat ini Weis dan beberapa Mage yang berada di atas tembok sedang melihat para monster yang berada cukup jauh dari mereka menggunakan sihir "Eyes in the sky" sihir ini adalah sihir tingkat 6 yang dapat membuat penggunanya melihat sesuatu yang sangat jauh sampai 800 Kilometer jauhnya walaupun penglihatannya tidak terlalu jernih karena seperti namanya sihir ini membuat penggunanya seolah melihat sesuatu dari langit
Dengan menggunakan sihir ini Weis dapat mengetahui kalau ada rombongan monster yang akan menyerang Elhart sehingga mereka dapat mengantisipasi jika terjadinya sesuatu hal yang tak terduga seperti ini
"Namun tak peduli berapa banyak aku memikirkannya, hal ini tetaplah aneh bagaimana para monster yang seharusnya tertidur saat bulan biru seperti ini malah berkumpul dan mencoba menyerang Elhart, terlebih lagi terdapat beberapa Frost Dragon dan seekor Undead Dragon di antara mereka, Undead yang seharusnya membenci kehidupan kenapa bisa bergerak bersama dengan para monster? ini benar-benar aneh"
Seperti yang Weis katakan hal ini adalah hal yang seharusnya mustahil terjadi tidak hanya kemungkinan para monster yang berkumpul bahkan di bulan merah saja kemungkinan seperti ini hampir mustahil dan terlebih lagi ada Undead di dalam pasukan para monster tersebut
Para Naga di dunia ini termasuk dalam golongan monster bahkan bisa di sebut sebagai monster terkuat yang ada di dunia ini namun mereka sangatlah sombong, mereka tidak ingin berinteraksi dengan makhluk lain karena mereka memandang makhluk lain selain Naga itu lemah sehingga tidak mungkin jika para Naga akan bekerja sama dengan mereka
Bahkan jika memikirkan logikanya saja kemungkinan hal ini terjadi saja tidak mungkin terjadi namun bukan berarti ini adalah ilusi, hal ini sedang benar-benar terjadi dan mereka tidak memiliki pilihan lain selain melawan
"Ada seseorang yang merencanakan hal ini, itu yang kau maksud bukan?"
Domitius yang bersuara menjawab perkataan Weis
"Elhart sejak dahulu sudah memiliki banyak musuh sehingga hal-hal seperti ini bukanlah hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya"
Yang dimaksud Domitius dengan "hal-hal seperti ini" adalah dimana terjadi sesuatu yang sebenarnya kemungkinannya mustahil terjadi namun karena Elhart sudah memiliki banyak musuh dari dahulu hal-hal yang kemungkinannya mustahil ini menjadi tidak mustahil lagi sehingga mereka tidak perlu terkejut lagi
"Tapi, siapa yang dapat menggerakkan para Naga bahkan dapat mengendalikan Undead Dragon juga"
__ADS_1
"Yah, hal itu seharusnya tidak mungkin bisa dilakukan bukan?"
"Entahlah mungkin terdapat sebuah relik khusus yang membuat seseorang dapat mengendalikan monster, kita tidak tau kepastiannya"
Seperti perkataan Raymond di dunia ini terdapat beberapa relik khusus yang menyimpan sihir luar biasa, dalam sejarahnya sendiri para relik disebutkan sebagai barang-barang yang ditinggalkan para Dewa di dunia sehingga wajar saja jika para relik memiliki kekuatan yang berada di luar batas kemampuan umat manusia
"Tuan Domitius, bolehkah saya bertanya sesuatu?"
"Silahkan Raymond"
"Sebelumnya mohon maafkan saya, pertanyaan saya mungkin akan menyinggung perasaan Tuan"
Domitius yang mendengar perkataan Raymond terdiam sebentar, karena dia merasa sepertinya dia tau apa yang akan ditanyakan oleh Raymond bahkan hal ini sendiri sedang terpikirkan terus menerus di dalam kepalanya
"Silahkan, tak masalah"
"Apakah tidak ada penjaga di perbatasan sebelah selatan, Tuan?"
"Tentu saja ada"
"La--"
Domitius memotong perkataan Raymond dengan wajah tajamnya, dia terlihat sangat marah dengan tangannya yang mengepal sangat kuat namun Domitius tetap mencoba untuk tetap tenang, tak peduli seberapa marahnya dia sekarang dia tetap harus tenang karena nasib seluruh kota ditentukan oleh keputusannya
"Tentu saja aneh bukan, beberapa monster yang seharusnya tidak ada di dalam wilayah Elhart terlihat ada di dalam rombongan para monster itu, seperti para Frost Dragon sehingga tentu saja mereka pasti melewati perbatasan dan dengan jumlah sebanyak itu tak peduli bagaimanapun mencoba untuk bersembunyi mereka pasti akan ketahuan namun mengapa tidak ada pemberitahuan dari para penjaga yang berada di selatan?---"
Para setiap penjagaan terdapat 1 divisi yang berisikan lebih dari 40 orang prajurit yang setara dengan petualang rangking C dan beberapa prajurit dengan kemampuan setara dengan petualang rangking B sehingga jika mereka di serang pun setidaknya ada satu atau dua orang yang berhasil kabur atau bahkan setidaknya mengirimkan informasi kepada Domitius
Selain itu musuh memilih wilayah selatan yang merupakan wilayah yang tidak memiliki penduduk disekitarnya karena keberadaan Hutan Besar Edha yang lumayan berbahaya bagi orang-orang biasa, sehingga ketika mereka menghancurkan para penjaga maka tidak ada halangan lagi dan mereka dapat langsung bergerak ke kota dengan lancar
"--Maka kemungkinan terbesar mengapa tidak adanya informasi apapun dari penjaga adalah adanya pengkhianat diantara mereka"
"Namun bagaimana caranya pengkhianat itu menyabotase kristal sihir dan mengalahkan semua penjaga yang lain?"
Weis bertanya kepada Domitius, karena dia tidak dapat mengerti bagaimana caranya seorang pengkhianat mengalahkan satu pasukan
"Jawabannya mudah, pengkhianat itu tidak sendiri"
Raymond yang menjawab pertanyaan Weis tersebut
"Bisa jadi 5, 10, 20 atau bahkan mereka semua itu pengkhianat kita tak pernah tau sebelum kita melihat langsung ke sana"
__ADS_1
'Mereka semua adalah orang-orang yang sudah bekerja kepadaku setidaknya sudah selama 3 tahun ini, dan aku bahkan tidak menyadari kalau ada musuh yang berada di sekitar keluargaku selama 3 tahun ini.... Sialan'
Kali ini Domitius benar-benar marah emosinya memuncak memikirkan bagaimana musuhnya sudah berada di sekitar keluarganya selama tiga tahun ini tanpa dia sadari sama sekali membuatnya benar-benar marah, tidak hanya marah kepada para pengkhianat itu dia juga marah kepada dirinya sendiri yang tidak menyadari hal ini
'Penghinaan ini akan ku bayar berkali-kali lipat'
"Hah!, Apa itu?"
Weis yang sedang menggunakan "Eyes in the Sky" tiba-tiba saja terkejut dengan sesuatu yang dia lihat menggunakan sihirnya itu
"Ada apa?"
Domitius yang awalnya sedang sangat marah tiba-tiba pikirannya teralihkan dengan sesuatu yang dikatakan oleh Weis
"Ada...Ada seseorang yang terbang ke arah para monster tersebut"
"Hah? terbang? Bagaimana caranya seseorang bisa terbang? bahkan sihir terbang saja tidak ada di sihir kuno"
Raymond merasa sangat tidak mengerti bagaimana caranya seseorang dapat terbang karena tidak ada satu hal pun dalam sejarah yang menyinggung tentang sihir terbang
"Apakah kau dapat melihat orang itu?"
"Tidak Tuan, dia memakai jubah dan penutup kepala yang menutupi wajahnya terlebih lagi sihir ini juga tidak dapat meli--"
Weis tiba-tiba berhenti berbicara dan terdiam selama beberapa detik
"Ada apa Weis?"
Namun Weis tidak mengatakan apa-apa bahkan dia tidak merespon pertanyaan Raymond seolah-olah dia tidak mendengarnya
"Kalian katakan apa yang terjadi!"
Karena Weis yang terdiam tidak dapat di ajak berbicara, Domitius meminta para Mage lain yang juga menggunakan sihir "Eyes in the Sky" untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepadanya namun mereka juga terdiam
Weis yang terdiam tiba-tiba terjatuh dan beberapa dari para Mage juga ikut terjatuh dan yang lainnya tetap berdiri diam seolah-olah mereka tidak dapat bereaksi sama sekali namun mereka semua sama-sama mengeluarkan keringat dingin dengan ekspresi yang benar-benar ketakutan
"Weis! Weis! tenanglah!"
Setelah beberapa detik menenangkan dirinya dan membenarkan nafasnya Weis membuka mulutnya
"Or--orang itu tiba-tiba saja menghilang bersamaan dengan para monster lalu beberapa detik setelahnya dia muncul lagi namun tidak ada satupun monster yang kembali kecuali tulang-tulang mereka saja"
__ADS_1