
Akademi Sihir, 12 Maret 825
Sekarang sudah diri hari memasuki tanggal 12, para murid sedang tertidur dan hampir semua orang juga sedang tertidur untuk beristirahat agar besok mereka bisa bekerja dengan keadaan yang baik
Namun tidak untuk beberapa orang seperti para penjaga yang mendapatkan shift jaga malam, setelah beristirahat seharian penuh sekarang adalah tugas mereka untuk menjaga keamanan akademi di malam hari
Malam yang gelap dan akademi hanya menyediakan beberapa kristal sihir saja yang digunakan untuk penerangan dan kebanyakan jalanan akademi menggunakan penerangan lentera saja yang jarak jangkauannya sangatlah sedikit
Para penjaga ini harus lebih fokus dalam pekerjaan mereka karena kurangnya penerangan, dan terdapat beberapa tempat gelap yang tidak bisa mereka lihat
"Hei, apa kau lihat itu?"
Kata seorang penjaga yang berjaga di depan gerbang kepada temannya sambil menunjuk ke arah gelap dari bayangan pohon yang berada tak jauh dari mereka
"Lihat apa?"
"Aku tadi lihat bayangan pohon itu bergerak"
"Mana tidak ada?"
Setelah mendengar perkataan temannya penjaga yang satunya mencoba untuk melihatnya namun dia tidak menemukan apa-apa
"Aku benar-benar melihatnya tadi, bayangan dari pohon itu bergerak"
"Hahh, biar aku periksa"
Karena temannya tetap bersikeras kalau bayangan dari pohon itu bergerak sementara dia tidak melihat apa-apa, jadi dia memutuskan untuk memeriksa area yang ada di sekitar sana untuk membuktikan kepada temannya kalau memang tidak ada hal apa-apa di sana
Melihat temannya berjalan mendekat ke arah bayangan yang dia takutkan itu dia berusaha untuk mencegahnya namun dia gugup dan takut jadi dia hanya bisa diam saja namun nyatanya ketika temannya sampai di sana memang tidak ada apa-apa
__ADS_1
"Sudah kubilangkan tidak ada apa-apa"
Kata penjaga itu sambil menerangi area gelap tersebut dengan lentera yang dia bawa di tangan kanannya
"Inilah akibatnya kalau kau, tidak cukup istirahat sebelum bekerja, haduhh, ada-ada saja"
Setelah memastikan tidak ada apa-apa, dia berjalan kembali ke arah temannya itu
"Ma-Maaf"
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menunjukkan kepadamu kalau memang tidak ada yang perlu kau takutkan, lagi pula akademi ini di lindungi oleh Barrier dari kristal sihir jadi tidak akan ada yang bisa masuk ke sini tanpa persetujuan akademi"
Begitulah yang penjaga itu katakan namun tidak semuanya memang seperti itu terkadang terdapat sesuatu yang tidak bisa kita perkirakan bahkan jika mencoba untuk menutupi segala sisi pasti ada celah yang bisa di manfaatkan
Dari bayangan pria itu sebuah bayangan kecil bergerak menjauh dari mereka mengarah ke tempat bangunan asrama yang merupakan tempat tinggal para Professor
Yang menarik di sana hanyalah sesosok Adam yang sedang sedang sebuah dokumen dan tumpukan kertas yang ada di mejanya. Adam berhenti dari pekerjaannya ketika dia menyadari kalau ada yang sedang berdiri di belakangnya
Adam langsung berbalik dan berlutut kepada orang itu, orang itu menggunakan sebuah jubah yang menutupi dirinya dari ujung kepala hingga kakinya
"Bagaimana pekerjaanmu Adam?"
"Semua hampir selesai Tuan"
"Bagus, lakukan semuanya dengan sempurna demi kedamaian dunia"
"Demi kedamaian dunia"
Beberapa jam sebelumnya
__ADS_1
Di dalam kamarnya Glenn sedang duduk sambil menulis di buku yang dia gunakan untuk menulis semua hal penting, dia terlihat sangat serius dengan apa yang sedang dia kerjakan sekarang, di dalam bukunya ada sebuah tulisan yang lumayan besar bahkan dia tandai tulisan itu dengan bulatan yang melingkarinya tulisan itu adalah 'Aldrich Elhart juga sama sepertiku'
"Tidak salah lagi sihir itu berbentuk seperti Lasser dan dia juga menyebut sihir itu sebagai Death Lasser, jika dia mengetahui sesuatu yang tidak ada di dunia ini maka sudah pasti dia juga seorang reinkarnator sepertiku"
Setelah pertandingannya melawan Aldrich berakhir, Glenn hanya bisa terdiam karena saat itu pikirannya sedang terfokus dengan sihir yang digunakan oleh Aldrich
Tentu saja tidak lama baginya untuk menyadari kalau sihir yang digunakan Aldrich itu adalah sesuatu yang sama dengan yang dia ketahui di dunianya yang sebelumnya namun yang menganggu pikirannya adalah fakta bahwa Aldrich juga sama sepeti dirinya
"Aku sendiri tau kalau aku bukanlah satu-satunya sosok istimewa di dunia ini namun jika dia juga sama sepertiku maka aku mengerti bagaimana bisa dia menjadi sekuat itu"
Glenn berkembang dengan cepat karena dia memiliki pengetahuan yang berasal dari game World Fantasy yang pernah dia mainkan, karena itu dia tidak bisa memikirkan hal lain yang membuat Aldrich menjadi sekuat itu selain Aldrich juga mengetahui tentang World Fantasy
"Aku sendiri juga merupakan salah satu dari top player namun dia lebih kuat dariku, itu berarti dia adalah player yang lebih kuat dariku atau malah dia adalah pembuat game World Fantasy itu sendiri,.... aku juga sering membaca cerita dimana seseorang masuk ke dalam dunia game yang dia buat sendiri"
Glenn menengadah ke atas sambil menarik nafas panjang beberapa kali, hari ini baginya adalah hari yang paling melelahkan yang pernah dia alami di dunia ini
"Bagaimana caranya aku bisa menang melawan developer game itu sendiri,... Satu hal yang pasti adalah aku harus menjaga jarak sejauh yang ku bisa darinya, jika dia mengetahui aku sama sepertinya maka hancur sudah kehidupan tenang yang ku impikan karena tidak ada jaminan jika dia adalah orang yang dapat ku percaya"
Bagi Glenn saat ini yang terpenting adalah dia tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti yang dia lakukan di kehidupannya yang sebelumnya karena itu dia sendiri tidak ingin menarik perhatian banyak orang-orang karena diantara banyaknya orang yang mendekatinya pasti ada satu dua orang yang pasti tidak menyukainya
Meski Glenn mengetahui hal apa yang akan terjadi di dunia ini karena dia sudah mengetahuinya dari perjalanannya di dunia game World Fantasy namun dia tidak peduli dengan hal itu selama tidak mengganggu kehidupannya
Jika Aldrich adalah seseorang yang sama dengan dirinya maka sudah pasti Aldrich mengetahui hal itu juga, dan Glenn berpikir kalau seseorang seperti Aldrich ini sudah pasti akan berusaha menghentikan hal-hal buruk yang mungkin akan terjadi, karena itu dia tidak ingin Aldrich mengetahui tentang identitasnya karena pasti dia akan ditarik-tarik juga ke dalam masalah itu.
Di asrama yang berbeda, Aldrich juga belum tidur karena dia sedang menulis juga di dalam bukunya, di buku itu berisikan informasi tentang orang-orang yang dia kenal seperti Irene, Reina, Linda, Alice, Franca dan beberapa orang lainnya, di bagian paling Akhir ada informasi tentang dua orang yaitu
"William Westhein: half-demon"
"Glenn Gerlarch: reinkarnator"
__ADS_1