
Akademi Sihir, 10 Maret 825
Beberapa hari setelah penyambutan, Aldrich sudah memindahkan semua barang keperluannya dari Mansion Alfhine ke tempat asramanya, karena mulai sekarang dia akan tinggal di sana
Orang Tua Aldrich juga sudah pulang tiga hari setelah acara penyambutan, sekarang Aldrich sedang bersiap-siap untuk hari pertamanya di akademi
Di sebuah Asrama Aldrich sedang mengganti bajunya dengan pakaian seragam akademi di bantu oleh Linda, Setelah selesai dia mencoba untuk melihat penampilannya sendiri melalui cermin
Wajahnya masih terlihat agak pucat Mimpi buruk yang dia alami beberapa malam terakhir cukup mengganggu pikirannya, bahkan saat ini tangannya masih gemetaran
Meski sebenarnya bisa dikatakan kalau dia sudah menerima apa yang terjadi namun tubuhnya masih tidak bisa berhenti ketakutan setelah merasakan perasaan buruknya itu
Sambil mencoba untuk mengalihkan perhatiannya dia mencoba untuk melihat sekelilingnya, Asrama tempatnya tinggal saat ini adalah sebuah Asrama besar dengan dua lantai, di lantai 1 terdapat banyak ruangan seperti dapur, tempat makan, gudang, dan beberapa kamar, lalu di lantai dua terdapat 4 kamar besar, dan sebuah ruangan perpustakaan yang berisi buku-buku yang hanya bisa di akses olehnya
'Aku akan kehilangan semua ini jika ada yang benar-benar bisa mengalahkanku di ujian berikutnya'
Perlakukan Istimewa yang diberikan kepadanya ini adalah karena dia mendapatkan peringkat 1 dalam ujian, namun dia masih bisa kehilangan keuntungannya ini jika di ujian-ujian berikutnya ada murid lain yang dapat mengambil peringkat 1 dari dirinya
Dan hal inilah yang menjadi alasan utamanya untuk melakukan hal itu di acara penyambutan, tujuan dia berbicara seperti itu adalah untuk menjatuhkan semangat orang-orang yang berpikir mereka bisa bersaing dengannya
Setelah melihat kelakukan Eric yang mencoba menantangnya ketika di ujian sebelumnya dia menyadari kalau ada beberapa orang yang berpikir kalau mereka bisa setara dengannya
'Karena itu aku perlu menyadarkan mereka tentang perbedaan yang jauh di antara kami'
Hal utama yang di jaga Aldrich adalah kehormatannya sebagai seseorang yang membawa nama Elhart karena itu dia tidak boleh mempermalukan nama keluarganya ini
__ADS_1
Sudah menjadi tuntutan kepada seorang bangsawan untuk memiliki harga diri yang tinggi karena jika mereka melakukan hal yang tidak pantas hal itu dapat membuat nama keluarga mereka hancur di pandangan orang-orang dan mereka akan kehilangan kehormatan yang mereka jaga
Setelah merasa dirinya sudah siap untuk berangkat Aldrich mengambil sebuah buku dari atas mejanya yang berjudul "Kaisar Abadi: Leonidas II" Buku itu menceritakan kisah Kaisar kekaisaran yang paling terkenal Leonidas II
Hal yang membuatnya sebagai Kaisar paling terkenal di seluruh sejarah Kekaisaran adalah tindakan heroiknya yang menyelamatkan umat manusia dari kejaran para Iblis ketika umat manusia berusaha untuk pergi ke benua barat
Kisahnya ini terus di ceritakan di setiap generasi, semua orang di benua barat mengenal namanya, sosoknya yang terus hidup di setiap cerita rakyat menjadi abadi sebagai pahlawan umat manusia karena itulah dia dijuluki dengan julukan Kaisar Abadi
Namanya yang dijadikan sebagai nama Ibu kota serta terdapat sebuah patung besarnya di depan di tengah-tengah Ibu kota, menjadi bukti kalau tindakan heroiknya itu terus di kenang di hati semua orang
Dengan membawa buku itu Aldrich berjalan meninggalkan kamarnya menuju tempat makan, dia makan di sana sendirian selama beberapa menit dan setelah selesai dia langsung saja pergi meninggalkan asramanya
Setelah sampai Aldrich menyadari kalau sepertinya dia datang terlalu cepat karena kelas itu masih kosong, karena murid bebas untuk memilih posisi tempat duduk mereka sendiri Aldrich mengambil tempat duduk kedua dari kanan di barisan tengah seperti tempat duduknya yang sebelumnya ketika dia melakukan ujian
Setelah dia duduk Aldrich langsung mengeluarkan bukunya dan mulai membacanya, Aldrich sangat sering menghabiskan waktunya untuk membaca, hal ini murni karena dia memang sangat menyukai untuk membaca, di kehidupannya yang sebelumnya dia juga sangar sering membaca tak peduli entah itu sebuah novel, buku pengetahuan, atau hanya sekedar sebuah surat kabar
Ketika membaca Aldrich seperti tenggelam di dalam dunia bacaannya, walau dia masih bisa merasakan keadaan sekitarnya namun pikirannya sudah masuk ke dalam dunia buku yang dia baca
Beberapa belas menit setelahnya tempat duduk di kelas itu sudah hampir penuh, orang-orang terus berdatangan sampai akhirnya Irene masuk ke kelas itu, beberapa orang memandangi ke arahnya namun Irene berusaha untuk tidak melakukan kontak mata dengan mereka
Setelah masuk dia langsung mengambil tempat duduk di samping Aldrich yang saat itu masih kosong, setelah menyadari Irene duduk di sampingnya Aldrich menutup bukunya
"Selamat pagi Irene, apakah kamu sudah terbiasa dengan asramanya?"
"Y-ya, aku beruntung mendapatkan asrama yang nyaman"
__ADS_1
Meski Irene masih terlihat agak gugup ketika berbicara dengan Aldrich namun saat ini dia sudah sangat berbeda dari sebelumnya, Irene yang sekarang lebih percaya diri dan tidak mudah panik
Dia juga sudah mulai terbiasa untuk berada di dekat Aldrich walau dia masih tidak berani untuk menyapa Aldrich duluan, seperti saat masuk tadi dia langsung saja duduk di samping Aldrich tanpa merasa panik
Jika itu adalah Irene yang dulu mungkin dia hanya akan mengintip ke arah Aldrich saja dan jika Aldrich tidak memanggilnya dia akan mengambil tempat duduk lain yang menurutnya paling nyaman
"Baguslah kalau seperti itu, namun jika ada apa-apa kamu bisa untuk pindah ke tempatku"
"Ti-ti-tidak apa-apa, aku tidak memiliki masalah di asramaku"
Wajah Irene memerah ketika mendengar tawaran Aldrich, hal ini juga terjadi sebelumnya ketika mereka sedang menyiapkan barang-barang mereka untuk di bawa ke akademi, Saat itu Aldrich juga menawarkan Irene untuk tinggal di tempatnya
Asrama besar tempat Aldrich tinggal adalah Asrama yang memang hanya disiapkan untuk dirinya saja namun dia di bebaskan untuk membiarkan siapapun tinggal di sana karena itu Aldrich membawa Reina dan yang lainnya di sana
Sementara mereka yang tinggal di asrama biasa tidak diperbolehkan untuk membawa orang mereka, karena semua pekerja di asrama mereka sudah di siapkan oleh akademi
Karena itu Aldrich berpikir jika Irene bisa saja merasa tidak nyaman dengan lingkungan barunya namun setelah mendengar jawaban Irene, Aldrich merasa kalau kekhawatirannya sepertinya cukup berlebihan
"Syukurlah jika seperti itu"
Kata Aldrich sambil sedikit tersenyum hangat kepada Irene, Wajah Irene kali ini lebih merah dari sebelumnya, dia bahkan sampai sampai menundukkan wajahnya karena dia benar-benar merasa malu, apalagi keadaan mereka berdua saat ini di saksikan oleh semua orang yang ada di kelas itu
Kelas yang lumayan berisik tiba-tiba berubah menjadi hening setelah seorang Professor masuk ke dalam kelas mereka, dia adalah Professor Adam yang merupakan pengajar utama di kelas mereka
Sambil berjalan masuk Adam melirik ke arah Aldrich, Aldrich yang langsung menyadari hal itu merasa agak sedikit kebingungan namun dia tidak memperdulikannya karena Adam Barrett baginya adalah orang yang benar-benar misterius
__ADS_1
"Selamat pagi semuanya, hari ini saya akan menjelaskan hal yang paling dasar dari sihir... yaitu Imajinasi"