The Unknown Traveler: To Another World

The Unknown Traveler: To Another World
Chapter 28 - Sikap yang berbeda


__ADS_3

Menara sihir, 10 Februari 82


"Apakah anda yakin Tuan muda? dengan sihir seperti itu saya yakin anda akan mendapatkan banyak keuntungan jika sihir itu terdaftar di asosiasi penyihir"


Bahkan Reina dan Irene yang berada di belakang Aldrich juga terkejut dengan pilihan Aldrich yang menolak untuk mendaftarkan sihir tersebut, jika sihir Aldrich itu terdaftar secara resmi di asosiasi penyihir Aldrich akan mendapatkan hak resmi terhadap sihir buatannya itu


Selain itu namanya akan semakin tersebar di seluruh benua, dan orang-orang yang mempelajari sihir itu membayar sejumlah uang kepada Aldrich karena sihir itu adalah sihir pribadi yang merupakan milik dari Aldrich dan jumlah uangnya juga bisa dikatakan lumayan banyak karena sihir itu merupakan sihir tingkat 7


Sihir pribadi adalah sihir buatan seseorang yang menjadi milik dari orang itu, karena itu jika ada seseorang yang meminta untuk mempelajarinya orang itu harus membayar sejumlah uang kepada pemilik dari sihir itu dan nominalnya sendiri tergantung berdasarkan tingkatan sihirnya


Sihir itu akan menjadi sihir pribadi selama pemilik dari sihir itu masih hidup, dan ketika pemilik sihir itu sudah tiada maka sihir pribadi tadi akan dijadikan sebagai sihir umum yang dapat di pelajari oleh siapapun


"Sihir itu sendiri masih belum selesai, hal itu akan menjadi aib saya jika saya mendaftarkan sihir itu sebelum sihir itu selesai"


"Belum selesai? baiklah saya mengerti kalau seperti itu keadaannya"


Aldrich menyebut sihir itu dengan sebutan "Death Lasser" untuk sekarang sihir itu akan mengeluarkan beberapa lingkaran sihir yang nantinya akan mengeluarkan Lasser cahaya yang dapat menembus apapun dalam waktu singkat


Jumlah yang banyak itulah yang sebenarnya ingin dihilangkan oleh Aldrich karena selain membuat penggunakan mana menjadi lebih banyak berkali-kali lipat hal itu juga sebenarnya dia buat hanya untuk menutupi kekurangan kekuatan dan kecepatan sihirnya jika dihitung maka kekuatan dari satu Lasser itu hanya setara dengan sihir tingkat 6


Aldrich menginginkan sihir itu dapat menembakkan satu Lasser yang dapat bergerak dengan cepat dan menembus apapun dalam sekejap


'Meski aku sudah menyelesaikan sihirnya namun sekarang bukan saatnya untuk mendaftarkannya'

__ADS_1


Sihir itu sendiri merupakan sihir yang sudah Aldrich gunakan di kehidupannya yang sebelumnya karena itu dia sudah menguasainya dengan sempurna namun Aldrich mempertimbangkan hal lain yang membuatnya memilih untuk tidak langsung mendaftarkan sihirnya itu


Hal itu adalah perhatian sangat besar dari orang-orang yang mengetahui hal itu yang nantinya akan mengganggu Aldrich, sekarang saja perkembangan Aldrich bisa dikatakan tidak wajar namun masih bisa diterima oleh orang-orang


Jika dia menunjukkan hal yang lebih luar biasa maka orang-orang akan sangat terkejut dengan perkembangan yang tidak masuk akal tersebut, dan mereka pasti mulai curiga dengan Aldrich karena pertimbangan inilah Aldrich lebih memilih untuk melakukannya secara bertahap saja.


Sekitar beberapa belas menit setelahnya Aldrich sudah meninggalkan menara dengan pikiran campur aduk yang memenuhi kepalanya karena ada beberapa hal yang membuatnya terus-terusan memikirkan hal itu


Yang pertama tentu saja tentang fakta dirinya dapat menaikkan peringkat tanpa melakukan ujian, jika hal ini diketahui oleh umum maka sudah pasti hal ini akan menjadi pembicaraan yang bisa berakibat buruk kepada dirinya dan juga kepada asosiasi


Aldrich sendiri sudah menemukan jawabannya yaitu dengan melakukan ujian itu di esok hari walau hanya sebagai bentuk formalitas saja, hal ini adalah pilihan terbaik untuk Aldrich karena dia dapat dengan langsung membantah jika ada yang mengatakan kalau dia naik peringkat tanpa melakukan ujian


Meski dia sudah mendapatkan jawabannya bagaimana cara dia untuk mengatasinya namun tetap saja dia harus memikirkan tindakan apa yang harus dilakukannya jika hal itu benar-benar tersebar, karena bahkan jika dapat dibuktikan tidak benar namun rumor buruk yang beredar pasti akan menjadi besar dan banyak orang yang tidak tau kebenarannya pasti akan langsung mempercayainya begitu saja


Fokus utama Aldrich sekarang adalah Irene yang bersikap berbeda dari biasanya, dia lebih banyak menunduk dan menjaga jarak dari Aldrich lebih jauh dari biasanya lalu dia terlihat sangat berbeda dari biasanya, rasa gugupnya sekarang dibandingkan dengan malu dia terlihat lebih kearah merasa takut


Meski Aldrich sudah bisa menebak apa yang sebenarnya apa yang ditakutkan oleh Irene namun dia masih memikirkan bagaimana caranya untuk menanggapinya, dia takut jika nanti dia melakukan cara yang salah malah akan membuat ketakutan Irene menjadi semakin lebih besar


Aldrich menoleh ke arah Reina dan sepertinya Reina juga sedang menyadari tentang Irene yang bersikap aneh


"Reina sepertinya barangku yang tertinggal di menara, bisakah kau mengambilkannya?"


"Baik mengerti Tuan"

__ADS_1


Meski sebenarnya Aldrich tidak meninggalkan barang apapun miliknya di menara karena dia memang tidak membawa barang apapun selain uang dan gelang yang dipakainya itu


Reina juga sudah pasti mengetahui hal ini namun dia menuruti permintaan Aldrich karena dia mengerti kalau Aldrich memerlukan waktu untuk berbicara berdua dengan Irene, agar Irene bisa lebih terbuka kepada Aldrich


"Baiklah kalau begitu mari kita mencari tempat untuk menunggu Reina"


"I-iya"


Setelah Reina pergi Aldrich langsung mengajak Irene untuk mencari tempat yang enak untuk menunggu Reina kembali, Irene hanya menunduk dan tidak mengangguk dia tidak berani melihat ke arah Aldrich


Mereka berdua berjalan sampai mereka melihat sebuah kursi panjang di pinggir jalan tepat di bawah sebuah pohon besar yang menaungi kursi panjang tersebut, di samping Kursi itu ada seorang pria paruh baya dengan pakaian kotor bahkan bisa dibilang tak layak pakai karena selain kotor pakaiannya juga terkoyak-koyak


Karena itu adalah tempat yang paling pas maka Aldrich tetap memilih untuk menunggu Reina di sana. ketika melihat Aldrich berjalan mengarah ke kursi panjang itu pria tadi langsung mengambil topinya dan menggunakannya sebagai alat untuk menerima uang


Pria tadi adalah seorang pengemis yang tidak memiliki tempat tinggal, karena kesenjangan Ekomoni yang lumayan besar di benua ini maka tidak jarang banyak orang miskin yang kehilangan segalanya dan akhirnya menjadi seorang pengemis, dan bahkan di kota-kota besar sosok pengemis dapat dengan mudah di temukan di pinggir jalanan


"Dahulu kala, ketika alam semesta masih berupa kehampaan. kehampaan mulai merasakan kesepian karena hanya ada kesunyian di sekitarnya perasaan itu akhirnya melahirkan makhluk pertama yaitu The Darke--"


Belum selesai pengemis itu berbicara Aldrich langsung mengeluarkan uangnya dan memberikan dua koin emas kepadanya


"Tolong gunakanlah dengan bijak"


Pengemis itu langsung pergi meninggalkan Aldrich dan Reina yang sedang duduk di kursi panjang

__ADS_1


'Kisah tadi... lupakan saja saat ini ada hal yang lebih penting'


__ADS_2