
Istana kekaisaran Chlaisteins, 15 Januari 825
Istana kekaisaran Chlaisteins berada di dataran tinggi kota Leonidas yang menjadi ibu kota kekaisaran itu sendiri, karena berada di dataran tinggi maka semua orang yang ada di Ibu kota dapat melihat istana kekaisaran dengan sangat jelas
"Ayahanda, Aku ingin bicara!"
Terlihat seseorang perempuan dengan gaun indah dan rambut berwarna kuning yang sedikit bergelombang membuka pintu sebuah ruangan dengan agak keras dan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut
Di dalam ruangan tersebut terlihat seseorang dengan pakaian mewah dan jubah merah yang terang duduk di kursinya dan di mejanya terdapat tumpukan kertas yang sangat banyak, Orang itu adalah sang Kaisar kekaisaran Chlaisteins, Kaisar Alaric Ke V yang sedang memeriksa dokumen-dokumen penting kekaisaran
Dan perempuan yang memanggil Alaric dengan sebutan Ayahanda dia adalah putri pertama Kekaisaran Chlaisteins, Putri June Chlaisteins, melihat putrinya datang dengan amarah Alaric membuat Alaric berhenti melakukan pekerjaannya
"Ada apa June?"
Meski sebenarnya Alaric sudah tau apa yang membuat putrinya ini menjadi marah namun dia lebih memilih untuk memastikan keadaannya, Alaric sendiri terkenal sangat menyayangi putrinya tersebut karena June satu-satunya Putri di kekaisaran dan Dua saudara June adalah laki-laki
"Aku dengar Wilayah Kak Aldrich di serang oleh pasukan Monster, apakah itu benar?"
"Itu benar, kemarin pagi Domitius melaporkan kalau ada monster yang mencoba menyerang wilayah Elhart"
"Lalu mengapa Ayah tidak mengirimkan pasukan bantuan? Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada Kak Aldrich!"
Melihat Ayahnya menjawab pertanyaannya dengan tenang, membuat emosi June semakin memuncak sampai dia menaikkan suaranya
"Tenanglah June, Domitius mengatakan kalau mara monster tersebut berhasil di kalahkan sebelum mereka berhasil masuk ke ibu kota"
Alaric sendiri tak mengatakan kepada June kalau sebenarnya ada orang luar yang tak di ketahui tiba-tiba mengalahkan semua monster itu seperti yang di katakan Domitius kepadanya
'Sialan si Domitius, mengapa dia mengatakan kalau ada orang yang sangat kuat membantunya, jika berita ini tersebar maka akan membuat keadaan akan semakin memanas'
Jika ada seseorang dengan kekuatan yang luar biasa memihak Elhart maka sudah jelas akan membuat bangsawan lain bahkan para menteri kekaisaran juga akan semakin takut kepada Elhart dan membuat mereka mencari cara untuk menurunkan kekuatan Elhart
__ADS_1
'Kekacauan seperti sebelumnya bisa-bisa akan terjadi kembali bahkan mungkin saja lebih besar dari pada sebelumnya'
Sebelumnya juga sudah pernah terjadi kekacauan juga yang membuat faksi bangsawan dan faksi kekaisaran karena kemampuan berpedang Domitius yang sangat hebat padahal dia juga seorang penyihir membuat kekuatannya dikhawatirkan akan membawa kerusakan pada keseimbangan kekuatan antara kedua faksi tersebut
Untung saja hal itu berhasil di atasi dengan membuat Elhart melepaskan diri dari Faksi Bangsawan dan menjadi pihak netral yang tidak memihak salah satu faksi namun hal ini juga membuat Elhart memiliki lebih banyak musuh dan harus lebih waspada dari pada sebelumnya
Dan Domitius juga menjadi Professor di akademi untuk mengajarkan ilmu pengetahuannya kepada para murid-murid di akademi sehingga kemampuan Domitius tidak menjadi sesuatu hal yang sangat istimewa, Domitius mengajar di akademi hampir 10 tahun sampai dia berhenti ketika mendengar tragedi di mana putranya Aldrich menghilang setelah kereta kuda yang di ditumpanginya mengalami kecelakaan
"Syukurlah kalau Kak Aldrich baik-baik saja"
June mengusap dadanya dengan tangannya dan menundukkan wajahnya, dia terlihat sangat senang sampai air matanya mulai keluar
"Syukurlah, Syukurlah"
June sendiri pertama kali bertemu Aldrich pada saat ulang tahunnya yang ke 7 waktu itu Aldrich yang berumur 8 Tahun datang untuk menghadiri acara ulang tahun June, Pertama kali dia melihat Aldrich June langsung terpesona dengan penampilan Aldrich dan akhirnya dia mulai tertarik dengan Aldrich
Dari saat itu June mulai dekat dengan Aldrich dan mereka sering bertemu ketika menghadiri suatu Acara formal, hingga akhirnya June menyadari kalau perasaan kagumnya sudah berubah menjadi suka
Alaric yang melihat June yang menangis bahagia karena tau kalau tidak terjadi apa-apa pada Aldrich sedikit tersenyum hangat karena dia menyadari kalau tentang bagaimana perasaan June kepada Aldrich
'Ku rasa aku harus membicarakan tentang ini kepada Domitius'
.
Kediaman Duke Elhart, 15 Januari 825
Aldrich terlihat duduk di kursi perpustakaan keluarga sambil membaca sebuah buku, di mejanya terdapat beberapa jenis buah-buahan dan secangkir Teh hangat
Selama beberapa puluh menit Aldrich terus membalik dan membalik halaman bukunya, dia terus membaca buku tersebut tanpa memperhatikan keadaan sekitarnya
Namun setelah itu dia tiba-tiba berhenti membaca setelah mendengar suara pintu terbuka, Perpustakaan keluarga Elhart sendiri bukanlah tempat yang bisa di datangi sembarang orang, bahkan prajurit saja tidak diperbolehkan masuk ke dalam tanpa alasan yang jelas untuk menjaga ketenangan ruangan perpustakaan tersebut
__ADS_1
Aldrich melihat ibunya Layna Elhart datang masuk ke ruangan perpustakaan tersebut, walaupun sebenarnya dia sudah menduga kalau ibunya yang akan masuk karena ayahnya saat ini sedang pergi ke wilayah selatan perbatasan jadi hanya dia dan ibunya saja saat ini yang bisa masuk ke ruangan perpustakaan
Layna berjalan ke arah Aldrich dan duduk di sampingnya
"Ada apa Ibu?"
"Akhir-akhir ini Ibu melihatmu, lebih banyak meluangkan waktumu untuk berlatih jadi ibu sedikit khawatir"
"Tak perlu khawatir, aku juga tidak memaksakan diriku, aku hanya sedikit menambah latihan untuk mempersiapkan diri untuk ujian masuk ke akademi nanti"
Aldrich sendiri sebenarnya tidak terlalu memikirkan peringkat yang akan di dapatkannya saat ujian namun dia membawa nama keluarga Elhart karena itu dia tidak boleh membawa hasil yang kurang memuaskan, karena itu dia ingin mendapatkan peringkat pertama
Jika hanya untuk mendapatkan peringkat pertama saja akan mudah bagi Aldrich tapi sekarang keadaannya dia harus mendapatkan kontrol penuh atas kekuatannya yang baru saja dia buka, karena itu dia harus memastikan dia mendapatkan nilai yang wajar saja dan tidak berlebihan
"Kalau memang seperti itu Ibu rasa Ibu tak perlu khawatir, namun kamu harus mendapatkan istirahat yang cukup juga"
Aldrich menutup bukunya dan menaruhnya di meja yang ada di depannya
"Ibu, aku ingin sedikit berjalan-jalan di ibu kota"
"Eh? kenapa tiba-tiba?"
Layna terkejut dengan perkataan Aldrich dan merasa kebingungan memikirkan maksud dari perkataan anaknya tersebut
"Berita tentang monster mencoba menyerang kota sudah tersebar di mana-mana, meskipun para monster tersebut berhasil di kalahkan namun perasaan ragu dalam diri para warga belum tentu hilang, sebagai calon penguasa aku harus menunjukkan sosokku yang baik-baik saja dan tetap teguh kepada para warga kota"
Layna sedikit tersenyum mendengar jawaban Aldrich
'Di saat seperti ini, dia terlihat sangat mirip denganmu Domi'
"Baiklah, bawa Reina dan beberapa prajurit bersamamu"
__ADS_1