
Distrik Kumuh Elhart, 16 Januari 825
"Alice Putriku, Ibu bisa melihat lagi!"
Kata Ibunya Alice dengan kedua tangannya memegang wajahnya Alice, Alice yang tak mengerti apa yang sedang terjadi hanya bisa terdiam tak bisa berkata-kata
"Ibu tak menyangka bisa melihat wajah cantik putriku lagi"
Ibu Alice tersenyum hangat kepada putrinya dan tak bisa menahan air matanya lagi dan Alice juga yang melihat ibunya tersenyum hangat penuh kebahagiaan juga tak sanggup menahan air matanya
Mereka berdua menangis sambil saling memeluk satu sama lain untuk beberapa saat, sampai akhirnya Ibunya Alice mulai tenang dan melepaskan pelukannya,
Ibunya Alice menatap ke arah Aldrich yang sedang berdiri di belakang mereka, lalu dia berusaha untuk berdiri keluar dari kasurnya untuk berterimakasih dengan benar kepada Aldrich namun dia bahkan tidak dapat mempertahankan posisi berdirinya dan hampir terjatuh beruntung Aldrich bergerak cepat dan menahan Ibunya Alice sehingga dia tak terjatuh, Aldrich membantu Ibunya Alice untuk kembali ke kasurnya
"Tak perlu memaksakan diri"
Karena merasa tak sanggup untuk berdiri Ibunya Alice memilih untuk langsung menundukkan kepalanya kepada Aldrich
"Tuan Muda Aldrich, Terimakasih banyak atas bantuan Tuan, Saya akan mengabdikan diri saya kepada Tuan untuk membayar kebaikan Tuan"
"Aku hanya melakukan tugas dan kewajibanku saja jadi kau tidak berhutang apa-apa, karena itu tak perlu bertindak seperti itu"
Walaupun sebenarnya Aldrich bertujuan untuk mempekerjakan Alice berserta ibunya namun dia tak bisa memaksa mereka untuk bekerja kepadanya, meskipun jika seperti itu pasti tidak akan ada orang yang mempermasalahkannya namun tetap saja bagi dirinya yang mempercayai kebebasan setiap makhluk hidup hal itu akan bertolak belakang dengan keinginannya
"Itu yang sebenarnya ingin aku katakan tapi aku yang awalnya aku hanya ingin membantu saja dan menawarkan kalian untuk bekerja kepadaku namun setelah melihat kondisi dan keadaan tempat tinggal kalian aku ingin meminta kalian untuk bekerja kepadaku, karena itu kalian berdua bekerjalah kepadaku"
Meskipun bertolak belakang dengan keinginannya tapi terdapat perasaan di dalam dirinya yang tak sanggup membiarkan mereka berdua tetap terus tinggal di lingkungan dan kehidupan seperti ini
"Terimakasih banyak atas tawarannya Tuan, saya terima tawaran Tuan dengan senang hati"
"Alice juga ingin bekerja kepada Tuan Aldrich"
Alice yang awalnya terlihat sedih dan kesepian sekarang terlihat penuh dengan kebahagiaan, seperti anak seumurannya pada umumnya
__ADS_1
'Perasaan ini sepertinya bukan dari diriku'
"Kalau begitu kita sepakat, kalian bisa mempersiapkan barang-barang kalian sekarang karena besok pagi nanti akan ada prajurit yang menjemput kalian"
"Kalau begitu Alice akan segera berkemas"
Dengan senyum dan pancaran kebahagian dari wajahnya Alice berjalan keluar kamar ibunya dan meninggalkan Aldrich dan Ibunya di sana
"Kalau begitu mari kita bicarakan tentang hal seriusnya, Franca"
"Ya Tuan Aldrich saya tak menyangka anda masih mengingat saya"
Franca sendiri pernah bekerja pada Duke Elhart bersama dengan suaminya namun ketika dengan kejadian hilangnya Aldrich suami Franca yang saat itu merupakan salah satu prajurit yang bertugas mengawal Aldrich dan Layna saat kejadian itu, merasa gagal akan tugasnya dan memilih untuk berhenti bekerja kepada Duke Elhart karena rasa malunya kepada Sang Duke akibat ketidakmampuannya menjalankan tugasnya
Alasan Aldrich dapat mengetahui tentang Franca karena dia sudah menghafalkan semua hal yang berhubungan dengan Aldrich sebelum dia yang berada di tubuh itu
'Kalau tidak salah suaminya Franca saat itu adalah kapten Divisi 11 sebelum Lascort, kalau tidak salah suaminya meninggal 1 Tahun lalu ketika menjelajah Dungeon dan kebetulan 1 Tahun lalu juga dia mulai terkena kutukan itu'
"Biar aku langsung ke intinya saja hal yang kau alami bukanlah penyakit namun kutukan"
"Dari reaksimu aku rasa kau juga sudah mengetahuinya"
Aldrich menunjukkan Cursed Item yang tadi dia ambil dari lemari Franca dan dia terus sembunyikan di balik tangannya dari tadi, Cursed Item itu adalah sebuah kristal sihir yang sudah berubah warna menjadi hitam pekat
"Awalnya aku sendiri ingin langsung menghancurkannya namun karena sepertinya ini benda berharga milikmu jadi aku tidak ingin langsung menghancurkannya"
"Kristal itu adalah pemberian suami saya yang dia dapat di Dungeon terakhirnya, karena itu benda itu sangat berharga bagi saya, meskipun saya tau benda itu memberikan saya kutukan namun saya tidak bisa melepaskannya"
"Ya kau bisa menyimpannya jika memang mau karena bukanlah kristal ini yang memicu kutukannya karena yang memicu kutukannya adalah perasaan cintamu kepada suamimu yang membuatmu berharap untuk bisa bersamanya lagi, kristal ini hanyalah sebuah wadah untuk menampung semua energi negatif dari perasaanmu tersebut"
Ketika mendapatkan kabar tentang kematian suaminya, Franca yang tidak bisa menerimanya terus mengurung dirinya di dalam kamarnya dan terus berharap dan berharap untuk bisa bertemu dengan suaminya lagi bahkan jika dia harus juga ikut mati
Perasaan itu akhirnya membuat energi negatif yang masuk kristal sihir tersebut dan mengeluarkan kutukan yang akhirnya merusak tubuh Franca
__ADS_1
'Memikirkan bagaimana perasaannya saja bisa memberikan energi negatif, aku rasa dia bukan hanya keturunan manusia, atau mungkin bukan manusia sama sekali lebih baik aku pastikan sekarang.... Status'
Aldrich terdiam untuk beberapa saat sampai akhirnya dia mulai melanjutkan perkataannya
"Jika memang kau ingin mati maka tak masalah namun kau harus memikirkan bagaimana susahnya kehidupan Alice satu tahun belakangan ini, dia rela melakukan apa saja untuk dapat membelikanmu potion agar kau bisa sembuh, jika kau memang masih mencintai suamimu maka kau harus menjaga Alice yang terlahir dari perasaan cintamu dan suamimu karena itu kau harus merelakan kematian suamimu"
Setelah mendengarkan semua perkataan Aldrich, Franca seolah tertampar dengan perkataan itu yang akhirnya membuatnya menyadari kalau dia masih memiliki sesuatu yang harus dia lakukan, yaitu membuat Alice tumbuh dewasa dan hidup bahagia
'Perasaan cintanya kepada suaminya membutakan matanya kalau masih ada orang lain yang berharga di hidupnya dan membuatnya menyerah dengan kehidupannya dan tak memikirkan bagaimana kehidupan putrinya sendiri, perasaan cintanya kepada suaminya merupakan racun yang menggerogoti dirinya sendiri'
"Kalau begitu aku pulang dulu, sampaikan pamitku kepada Alice"
Aldrich berjalan meninggalkan ruangan kamar Franca dan Franca mulai menangis terisak-isak setelah menyadari kesalahannya, dia terus dan terus menangis ketika itu
Setelah melihat Aldrich yang berjalan keluar para prajurit yang berjaga mulai berkumpul menghadap Aldrich
"Apakah urusan Tuan Muda sudah selesai?"
"Semua urusanku disini sudah selesai mari kita pulang Lascort"
Setelah itu semua prajurit berjalan mengawal Aldrich dari depan dan di belakang Aldrich berjalan bersama Lascort di sampingnya, mereka terus berjalan sampai mereka tiba-tiba berhenti
Dari depan mereka walaupun samar-samar terlihat seseorang yang berjalan mendekat ke arah mereka, semua prajurit bersiap dengan pedang mereka yang sudah mereka pegang, namun pada akhirnya perasaan tegang mereka berhenti karena seseorang yang berjalan ke arah mereka itu adalah Reina yang tadinya berpisah dengan mereka
"Ah Kapten Reina, Syukurlah saya kira kami akan di hadang oleh penjahat"
"Tenang saja Lascort, tak mungkin aku membiarkan penjahat menyentuh Tuan muda"
Semua prajurit memasukkan kembali pedang mereka ke sarungnya dan membuka jalan kepada Reina untuk mengawal Aldrich dari dekat, lalu merekapun melanjutkan perjalanan mereka
'Aku mencium bau darah tapi sebaiknya aku diam saja'
"Semua seperti yang Tuan muda katakan"
__ADS_1
"Terimakasih atas kerja kerasmu Reina"