
Akademi Sihir, 11 Maret 825
"Selamat pagi semua, Saya Ru Voisin yang akan menjadi pengajar untuk sihir pertarungan"
Sosok pengajar di kelas Aldrich kali ini adalah Ru, Dia adalah putri ketiga dari Earl Voisin, semua orang yang ada di sana lumayan terpesona dengan sosoknya
Karena jika dilihat dari penampilannya saja Ru adalah wanita yang sangat cantik, Sosoknya yang sangat cantik ini seolah menyihir orang-orang yang melihatnya dia sudah mendapatkan beberapa surat lamaran dari beberapa bangsawan seperti Count dan Marquis namun dia menolak mereka semua
Jika orang-orang mengesampingkan tentang kecantikannya sosoknya sendiri pasti akan tetap menarik banyak perhatian orang-orang, karena pencapaiannya yang luar biasa, saat ini dia baru berusia 17 Tahun yang menjadikannya Professor Akademi termuda dalam sejarah
Umumnya seseorang yang masih berusia 18 Tahun pasti masih merupakan murid tahun keempat di akademi, baru setelah dia melewati tahun keempat dia bisa lulus dari akademi
Namun berkat kejeniusannya dia bisa langsung di tempatkan di kelas Tahun ketiga di tahun pertamanya, dan setelah dua tahun belajar di akademi dia lulus dan langsung di minta untuk menjadi pengajar di akademi
Selain itu ada pencapaian lain yang membuat namanya menjadi pusat perhatian seluruh orang di kekaisaran yaitu dia mencapai tingkat 8 di umurnya yang baru 17 Tahun dan menjadikannya penyihir tingkat 8 termuda dalam sejarah kekaisaran untuk saat itu
Namun itu tidak berlangsung lama karena saat ini orang yang dikenal sebagai penyihir tingkat 7 termuda dalam sejarah kekaisaran adalah Aldrich yang berhasil mencapai tingkat 7 di umurnya yang ke 15 Tahun
"Karena Mata pelajaran saya adalah Sihir pertarungan jadi kita perlu praktek, karena itu kita akan mengadakan latihan tanding 1 lawan 1, daftar orang-orangnya sudah saya siapkan"
"Eh? Aku tak tau kalau akan bertarung"
"Inilah yang aku tunggu-tunggu waktunya pertunjukkan"
"Karena kemarin hanya mendengarkan penjelasan dari Professor Adam saja selama seharian, jadi kurasa aku perlu sedikit olahraga"
Setelah mendengar apa yang dikatakan Ru reaksi setiap murid di kelas berbeda-beda, kebanyakan dari mereka merasa kebingungan karena mereka tidak siap jika harus bertarung, dan yang lainnya merasa bersemangat karena inilah yang mereka tunggu selama ini sebuah tempat untuk menunjukkan kemampuan mereka
Namun dalam pikiran mereka semua terdapat satu kesamaan, mereka semua sama-sama berpikir tentang "Siapa yang akan menjadi lawan dari seorang Aldrich Elhart"
__ADS_1
'Semoga jangan aku' mereka semua berdoa di dalam pikiran mereka agar tidak menjadi lawan Aldrich, karena jika mereka kalah maka pasti mereka akan dipermalukan dan mereka semua berpikir kalau mereka melawan Aldrich maka sudah pasti mereka kalah
Kebanyakan murid dari kelas Aldrich adalah para penyihir tingkat 5 karena mereka adalah kelas Elit yang berisikan 20 orang peringkat teratas dalam ujian
Setiap murid di tempatkan di kelas berdasarkan hasil dari ujian mereka, Peringkat 1-20 akan berada di kelas A, lalu murid peringkat 21-40 berada di kelas B dan seterusnya sampai kelas paling terakhir yaitu kelas E yang berisikan murid peringkat 81-100
Murid kelas A dan B semuanya berisihkan penyihir tingkat 5, lalu kelas C dan D kebanyakan berisikan penyihir tingkat 4 dan beberapa penyihir tingkat 5 lalu kelas E berisikan penyihir tingkat 3 dan beberapa tingkat 4
"Oh ya, Kebetulan penentuannya dilakukan secara acak"
20 menit setelahnya
"Tamat sudah kehidupan akademiku yang tenang"
"Semangat Glenn, aku akan berdoa untukmu"
"Apanya yang semangat!, bagaimana bisa aku melawan monster seperti itu"
Beberapa menit sebelum mereka pergi meninggalkan kelas, Ru menempelkan kertas yang berisikan nama-nama murid yang akan bertarung satu sama lain, dan setelah mengetahui dia yang akan melawan Aldrich Glenn menjadi sangat lemas sekarang dia seperti mayat berjalan
'Bahkan dengan kemampuanku yang bisa dibilang setara dengan penyihir tingkat 6 tidak akan ada apa-apanya di hadapannya yang merupakan penyihir tingkat 7'
"Tenanglah Glenn, bahkan jika kau kalah tidak akan terjadi apa-apa karena dari awal memang tidak akan ada yang berpikir kalau kau bisa menang melawan Elemental Prince"
Hal yang ditakutkan Glenn sebenarnya tidak akan terjadi karena bahkan jika dia kalah dari Aldrich dia akan menjadi pusat perhatian dan orang-orang pasti tidak akan memandang rendah dirinya karena dia kalah dalam pertarungan
'Oh ya malah ini bagus untuk membuat orang-orang tidak memperhatikanku lagi'
Glenn sendiri sebenarnya hanya ingin hidup tenang di akademi karena itu dia tidak ingin menjadi pusat perhatian, walau sebenarnya sebelumnya dia sudah menjadi pusat perhatian karena berhasil mendapatkan peringkat ke 3 di ujian dan saat ini adalah kesempatan yang bagus untuk membuat orang-orang di akademi tidak memperhatikannya lagi
__ADS_1
"Benar juga Dord, tidak ada kerugian bagiku jika kalah melawannya, malahan akan bagus karena orang-orang akan mulai kehilangan ketertarikannya kepadaku"
"Kan seperti yang aku katakan, walau begitu setidaknya berusahalah, jika kau kalah tanpa perlawanan akan membuat pertarungannya menjadi tidak menyenangkan"
"Aku akan berusaha"
"Pertandingan kedua sudah selesai, pemenangnya adalah William Westhein.... Selanjutnya pertandingan ketiga Antara Glenn Gerlarch melawan Aldrich Elhart"
"Kalau begitu aku pergi dulu"
Setelah mendengar kalau saat ini adalah gilirannya untuk bertanding Glenn langsung pergi meninggalkan Dord yang sedang duduk di kursi Colloseum, dia berjalan menuruni tangga lalu berjalan ke arah pintu masuk lapangan Colloseum
Dari arah yang berlawanan Aldrich juga memasuki lapangan, dia berjalan dengan santai dengan wajah datarnya, sementara Glenn merasa gugup namun dia juga bersemangat
Bagi seseorang yang kecanduan memainkan World Fantasy seperti dirinya pasti dia sangat menikmati saat-saat ketika dia bertarung melawan Monster Boss level, dan saat ini tanpa dia sadari dirinya menjadi sangat bersemangat karena sudah lama dia tidak merasakan perasaan itu lagi
"Siap?... Siap?... Kalau begitu pertandingan ketiga dimulai!"
Ru memastikan kalau Glenn dan Aldrich dalam keadaan siap untuk melakukan pertandingan, Setelah memastikan jawaban dari mereka berdua, dia memulai pertandingannya
'Ada dua cara bertarung yang pertama adalah dengan kekuatan murni dan yang kedua adalah dengan taktik, jika aku tidak dapat menang dengan kekuatan murni maka aku akan bertarung menggunakan otakku, setidaknya aku harus menunjukkan kepada Dord kalau aku sudah berusaha'
"Flash Li--"
"Death Lasser"
Belum sempat Glenn menyelesaikan rapalannya, sihir Aldrich sudah berada tepat di depan matanya, dan sihir itu adalah sebuah Lasser cahaya yang menghantamnya dari segala arah
Dia tidak melihat apa yang terjadi yang dia tau adalah sosoknya yang saat ini di kelilingi oleh Lasser-Lasser yang bisa menembus tubuhnya kapan saja, Ketika menyadarinya Glenn langsung merinding ketakutan dia merasakan keberadaan yang tak akan sanggup dia kalahkan, seolah seperti sebuah tebing tinggi yang ujungnya saja tak dapat dia lihat
__ADS_1
Reaksi Glenn ini sama dengan reaksi semua orang yang ada di sana, mereka tidak menyadari apa-apa sampai tiba-tiba banyak cahaya putih seperti seperti pedang panjang yang mengelilingi tubuh Glenn
"Pe-Pertandingan ketiga sudah selesai, pemenangnya adalah Aldrich Elhart,.. selanjutnya pertandingan ke empat antara Irene Alfhine melawan Nia Reinhart"