The Unknown Traveler: To Another World

The Unknown Traveler: To Another World
Chapter 35 - High Spirit


__ADS_3

Akademi Sihir, 12 Maret 825


Hari sudah sore dan sekarang adalah jam di mana murid-murid bebas melakukan kegiatan mereka sendiri, Kebanyakan dari mereka sedang melakukan acara minum teh bersama dan yang lainnya sedang berlatih secara mandiri atau hanya sekedar bersantai untuk beristirahat saja


Acara minum teh biasanya dilakukan oleh bangsawan kelas atas dengan mengundang bangsawan-bangsawan lain yang memiliki tingkatan yang lebih rendah dari mereka


Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan dukungan dari keluarga-keluarga bangsawan itu, dengan banyaknya keluarga bangsawan lain yang membantunya seseorang akan semakin dekat untuk menjadi pewaris utama dari keluarganya


Dengan dia menunjukkan kalau dia bisa mendapatkan dukungan dari banyak keluarga bangsawan hal itu menunjukkan kelayakannya sebagai pewaris utama


Keuntungannya tidak hanya untuk para bangsawan-bangsawan besar saja tapi para bangsawan kecil juga mendapatkan keuntungan juga karena dengan memiliki hubungan yang baik keluarga bangsawan kelas atas saja sudah menjadi keuntungan yang besar bagi mereka


Dengan menyebutkan keluarga bangsawan kelas atas yang berada di pihak mereka hal itu dapat membuat bangsawan-bangsawan lain takut dan tidak berani untuk berurusan dengan keluarga mereka


Dan orang yang paling diinginkan oleh para bangsawan-bangsawan kelas bawah sekarang ini sedang minum teh dengan membaca sebuah buku di kamarnya, bagi Aldrich hal-hal yang berhubungan dengan keluarga bangsawan adalah sesuatu yang paling merepotkan


Dia sebisa mungkin tidak ingin terlibat dengan masalah seperti itu karena terdapat banyak hal yang mengekangnya untuk bergerak bebas, seorang bangsawan harus memperhatikan segala hal yang bahkan sekecil apapun itu karena hal itu bisa saja berpengaruh kepada kehormatan keluarga mereka


Dari pintu kamarnya terdengar suara ketokan pintu dan tak lama terdengar suara Linda dari sana


"Tuan Muda, Nona Ru sudah datang"


"Baiklah tunggu sebentar, aku akan ke sana"


Hubungan Aldrich dengan Ru sendiri bisa dibilang cukup dekat karena mereka sering bertemu karena hubungan keluarga mereka yang cukup dekat karena itu juga Linda juga mengenal Ru dengan cukup dekat


Setelah selesai kelas kemarin Ru sendiri mendatangi Aldrich dan berkata ada sesuatu yang ingin dia bicarakan karena itu Aldrich menyarankannya untuk datang ke asramanya pada besok hari


Setelah Aldrich menutup bukunya dia meletakan buku itu di sebelah cangkir tehnya lalu dia berjalan meninggalkan kamarnya, Aldrich berjalan dan turun dari tangga lantai 2 ke lantai 1, dari atas dia bisa melihat sosok Ru yang melambaikan tangan ke arahnya sambil tersenyum dengan sangat manis


"Al!!"


Ru berteriak memanggil Aldrich sambil terus melambaikan tangannya kepada Aldrich sementara Aldrich tidak menghiraukan hal itu dari dia berjalan hingga duduk di sofa yang berseberangan dengan Ru


"Lalu apa yang ingin Profes---"


"Tidak, tidak, tidak, bukan Professor tapi Kakak"


"Tapi saat ini aku hanyalah murid di akademi dan Profes---"


"K,A,K,A,K!!"


"Baiklah..., Lalu apa yang ingin Kak Ru bicarakan denganku"

__ADS_1


"Begini Al..."


Suasana berubah menjadi serius, Ru juga mengarahkan tatapan tajam kepada Aldrich serta dia juga sedikit mengeluarkan auranya sampai-sampai membuat para prajurit dan maid yang ada di sana merasa terintimidasi oleh aura itu meski aura itu tidak berpengaruh kepada Aldrich


"Al.... Nikahi kakak"


Bagi orang-orang yang baru pertama kali melihat Ru dan Aldrich berbicara mereka terkejut namun bagi mereka yang sudah sering melihatnya mereka hanya bisa menghela nafas mereka karena hal ini sudah sangat sering mereka lihat


"Tidak mau"


Tanpa pikir panjang Aldrich langsung menolaknya, hal itu membuat Ru terlihat sedih seperti ingin menangis walau itu adalah sesuatu yang dia buat sendiri untuk menunjukkan wajah memelasnya kepada Aldrich


"Kenapa tidak! Apa kau tidak ingin memiliki pasangan cantik seperti kakakmu ini"


"Bagaimana bisa kau meminta seseorang yang sudah memilik tunangan untuk menikahimu"


"Eehhh, apanya yang salah seorang bangsawan tidak masalah kok memiliki banyak istri, bahkan jika kakak menjadi selirmu pun tidak masalah kok"


"Haahhh, bukankah banyak keluarga-keluarga bangsawan kelas atas yang ingin melamarmu? kenapa kau harus menjadi seorang selir kalau bisa menjadi nyonya besar dari bangsawan kelas atas?"


"Heehhh....Habisnya mereka itu lemah dan tidak menyenangkan, kehidupanku akan sangat membosankan jika harus menjadi bagian dari keluarga seperti itu"


Dengan wajah kecewa yang dia buat Ru langsung mengeluarkan semua keluhannya kepada Aldrich


"Haaahh.... intinya kakak ingin menikah denganku hanya karena aku kuat saja kan"


Dengan wajah seriusnya Ru langsung menjawab tanpa ada keraguan sedikitpun di dalam dirinya


"Inilah kenapa aku menolak"


"Heeehhhhh, apa kau tidak cemburu nanti jika kakakmu yang cantik ini akan menjadi milik orang lain, bagaimana jika nanti aku di seperti inikan lalu di sepeti itukan"


Ru menggoda dengan membuat beberapa gerakan nakal di depan Aldrich namun Aldrich berusaha untuk tidak terpancing


"Tolong berhenti bercandanya, aku masih punya banyak hal penting lain"


"Heehhh, aku tidak bercanda, aku serius"


"Kalau memang bukan hal penting tolong kembali saja, ada banyak hal yang harus kulakukan"


"Eh, eh, eh, tunggu baiklah"


Dengan wajah sedikit panik, Ru langsung menarik tangan Aldrich yang sudah berdiri dan mencoba meninggalkan Sofanya

__ADS_1


"Sebenarnya Professor yang akan menjadi pengajar kalian di mata pelajaran "Sihir pemanggilan" tidak bisa datang jadi aku sedang mengganti penggantinya, karena itu aku ingin menaw--"


"Tidak terimakasih"


"Tunggu aku selesai bicara dulu"


"Kakak pasti ingin aku yang menggantikannya dan menjadi pengajar sementara begitukan?"


"Benar sekali, jika itu Al maka tidak ada hal yang perlu di khawatirkan lagi pula pelajaran tahun pertama hanyalah tentang sihir-sihir kelas 5 kebawah saja"


"Bagaimana bisa aku menjadi pengajar untuk sesuatu yang harusnya aku pelajari 3 hari lagi, selain itu masih ada orang yang kurasa lebih cocok dari padaku untuk hal ini bukan?"


"Yang kau maksud adalah Seven Star peringkat 1 bukan? Dia menolaknya katanya dia takut karena merasa tidak pantas untuk mengajarimu"


"Heehh, apa-apaan alasan seperti itu?!"


"Dia itu orang yang penakut yang berpikir terlalu berlebihan, ketika mendengar permintaanku dia langsung mengatakan hal-hal tak masuk akal seperti di hukum mati karena tidak pantas untuk mengajarimu atau di serang penggemarmu, karena itu kau sendiri yang harus menjadi pengajar penggantinya"


"Meski kakak mencoba untuk membuatku merasa bersalah aku tidak akan menerima tawaran ini karena aku juga tidak pernah melakukan sihir pemanggilan sebelumnya"


"Eh... Berarti Al belum berkontrak dengan Spirit atau hewan sihir?"


"Tentu saja tidak, karena merasa merepotkan jika aku memikirkan mananya"


Yang di maksudkan oleh Aldrich adalah seperti memberikan pasokan mana untuk panggilannya, walau dia dapat terbantu dengan kekuatan mereka namun dia merasa akan mengeluarkan mana yang sangat banyak dan itu membuatnya merasa tidak perlu untuk bergantung kepada makhluk panggilan


"Ya itu hanya berlaku jika panggilanmu itu biasa saja, jika kau dapat memanggil High Spirit atau Hewan mistik mereka tidak memerlukan mana darimu, seperti High Spirit petir yang melakukan kontrak denganku....Pokoknya aku tinggalkan dulu materinya pengajarannya di sini, katakan kepadaku kalau kau berubah pikiran"


"Kak tungg-"


Belum sempat Aldrich menyelesaikan kata-katanya sosok Ru sudah menghilang dari pandangannya, itu adalah sihir teleportasi yang merupakan sihir ciptaan Ru


Beberapa jam setelahnya


Hari sudah malam dan Aldrich terlihat sangat sibuk di kamarnya ketika orang lain mencoba untuk tidur karena dia sedang mencoba untuk melakukan sihir pemanggilan untuk High Spirit, dia membuka dokumen yang di berikan oleh Ru dan mulai membaca mantra sihir pemanggilan


"Wahai engkau kesucian yang melindungi dunia ini, kekuatanmu adalah sesuatu anugrah yang paling terang,... Aku Aldrich Elhart memanggil kalian dengan mengorbankan Manaku ini, datanglah! "


Setelah menyelesaikan rapalannya sebuah cahaya terang muncul dari sana, cahaya itu bersinar sangat terang untuk beberapa saat


'Hahh, tak menyangka untuk memanggil High Spirit sampai memakan setengah dari jumlah manaku"


"Hah? Pemanggilan paksa? Aku tak menyangka ada yang bisa melakukan pemanggilan paksa kepadaku...."

__ADS_1


Itu adalah suara perempuan dan terlebih lagi dari suaranya Aldrich dapat mengenali suara itu adalah suara seorang gadis muda, setelah cahaya itu menghilang mulai kelihatan sosok gadis muda dengan pakaian serba biru yang bersinar serta rambut biru pendek dan kulit putih pucat namun bukan Aldrich yang terkejut tapi sosok gadis muda itu yang terkejut setelah melihat Aldrich


"Eh kau kan?!"


__ADS_2