The Unknown Traveler: To Another World

The Unknown Traveler: To Another World
Chapter 20 - Bangsawan dan Ibu kota


__ADS_3

Kota Leonidas, 7 Februari 825


Hari sudah mulai gelap, bahkan di kota seramai Leonidas pun, jika malam sudah mulai datang orang-orang akan berhenti melakukan pekerjaan mereka dan pulang untuk beristirahat


Meskipun begitu namun nyatanya masih ada orang-orang yang tetap berkeliaran saat malam, kebanyakan dari mereka adalah para petualang yang sedang menikmati minuman dan makanan mereka setelah seharian berburu dan bertarung melawan monster


Meskipun malam gelap dan menakutkan namun hal itu tak berpengaruh pada mereka yang setiap hari harus bersebrangan dengan kematian saat mereka bertarung dengan monster


Dan sisanya dari orang yang berkeliaran saat malam adalah para bandit dan penjahat yang sedang bersembunyi diantara kerumunan orang, karena mereka sedang melihat-lihat keadaan disekitar mereka


"Bahkan di kota sebesar Leonidas, tidak luput dari para penjahat yang mengintai mangsa mereka"


Rombongan kereta kuda Aldrich telah sampai di Ibu kota, jumlah total ada 4 kereta kuda, yang paling depan dan yang paling belakang berisikan para prajurit yang jumlahnya sekitar 15 orang dan kereta kuda yang berada di barisan kedua berisi Aldrich dan Reina serta dua orang prajurit kepercayaan Reina, lalu kereta kuda yang berada di barisan ketiga berisikan Alice, Franca dan Linda serta dua orang prajurit yang menjaga mereka


Kemunculan rombongan kereta kuda mereka menarik perhatian orang-orang yang berada di sekitar sana termasuk para bandit yang awalnya berpikir untuk mencegat dan merampok mereka namun mereka semua mengurungkan niat mereka setelah melihat bendera keluarga Elhart yang ada di kereta kuda tersebut


Aldrich mengarahkan pandangannya ke jendela kereta untuk melihat sekitarnya, dia melihat bagaimana orang-orang menatapnya, di antara mereka ada yang menatap dengan tatapan waspada dan curiga, ada anak-anak yang menatap mereka dari jendela kamarnya dengan tatapan kagum, dan dia juga merasakan tatapan kebencian dari dalam gang gelap sehingga dia tidak tahu bagaimana orang yang menatapnya dengan kebencian


Dia terus melihat-lihat sekitarnya sampai-sampai apa yang dilakukannya tersebut menarik perhatian Reina yang duduk di seberangnya, Reina juga mencoba untuk melihat apa yang di lihat oleh Aldrich namun dia merasa tak melihat sesuatu yang menarik


"Tuan muda?"


Fokus Aldrich yang awalnya dia arahkan pada orang-orang yang ada di sekitarnya sekarang berubah kepada Reina yang memanggilnya, walaupun pandangannya masih melihat-lihat sekitarnya


"Iya, ada apa Reina?"


"Apa ada yang mengganggu anda Tuan?"


Mendengar perkataan Reina Aldrich memasang wajah bingung lalu mengalihkan pandangannya kepada Reina

__ADS_1


"Tidak, tidak ada, aku hanya sedang memikirkan bagaimana orang-orang melihat seorang bangsawan, dari mereka aku belajar kalau seseorang dapat di benci walaupun mereka tidak melakukan apapun"


Kali ini Reina yang menunjukkan wajah kebingungan, dia termenung memikirkan apa maksud dari perkataan Aldrich namun dia tak mendapat apapun sebagai jawabannya


"Saya tidak terlalu mengerti karena itu saya tidak tahu harus berkata apa, mohon maafkan saya atas kebodohan ini"


"Tak usah dipikirkan, hal ini bukanlah hal yang terlalu penting karena itu tak perlu meminta maaf"


'Terkadang terjadi sesuatu seperti ini, ketika Tuan muda mengatakan sesuatu yang tidak dapat di pahami oleh orang lain, aku hanya merasa Tuan muda memikirkan terlalu dalam untuk sesuatu yang jelas'


Terdapat perbedaan dalam pemikiran antara Aldrich dan Reina, karena Aldrich sendiri berasal dari dunia yang berbeda sehingga dia memiliki cara berpikir yang berbeda


Seperti dalam hal ini, Reina hanya berpikir kalau rakyat biasa harus menghormati dan mengabdikan diri mereka pada para bangsawan dan keluarga kerajaan, dia tak pernah sama sekali memikirkan tentang adanya rakyat biasa yang mempunyai pemikiran yang bertentangan


Aldrich berpikir berbeda bahkan jika para rakyat biasa itu tak berarti apapun bagi para bangsawan namun tetap saja mereka memiliki perasaan tidak suka bahkan kebencian mendalam bisa saja suatu saat dapat membawa masalah baginya


Bahkan jika para rakyat biasa mencoba melakukan pemberontakan yang mereka lakukan hanyalah menggali kuburan mereka sendiri, karena hal itu biasanya mereka lebih memilih untuk tetap diam dan tutup mulut saja sambil berharap kalau tidak ada hal buruk yang akan terjadi pada mereka


Namun kebencian tetaplah kebencian bahkan jika mereka tidak bisa melakukan apa-apa, kebencian mereka tetaplah ada dan perasaan manusia bisa saja mengendalikan pikiran mereka disaat mereka tidak bisa berpikir jernih, karena itu tidak ada jaminan pasti akan hal ini dan Aldrich harus lebih berhati-hati


Kereta kuda berhenti tepat di depan gerbang sebuah mansion besar yang ada di kota, di sebelahnya terdapat bangunan-bangunan besar yang merupakan toko terkenal di Ibu kota


Seorang prajurit keluar dan berbicara dengan prajurit yang ada di mansion tersebut, tak lama gerbang pun terbuka dan Aldrich beserta Reina turun dari kereta kuda mereka diikuti oleh para maid dan para prajurit di belakang mereka


Tepat di depan pintu Aldrich berhenti dan mengeluarkan sekantong uang koin dan memberikannya kepada salah seorang prajurit


"Pergilah dan kembali nanti saat pagi hari jangan sampai terlambat"


Uang itu di berikan Aldrich kepada para prajuritnya untuk keperluan mereka seperti makanan dan penginapan selama mereka di ibu kota

__ADS_1


Mansion itu sendiri adalah Mansion milik Earl Alfhine karena itu Aldrich merasa tidak sopan jika harus membiarkan para prajuritnya untuk menginap di sana, sedangkan para maid tetap ikut bersama Aldrich, tentu saja dengan izin dari Earl Alfhine


Setelah masuk ke dalam Mansion Aldrich di sambut oleh Irene dan seorang pelayan pria yang terlihat cukup tua dengan pakaian rapi dan bersih yang berdiri di samping Irene serta beberapa maid dan pelayan yang berbaris di samping kiri dan kanan Irene dan pelayan tua tadi, mereka semua menggunakan pakaian bersih dan indah


Tentu saja jika dibandingkan dengan pakaian bangsawan pakaian pelayan itu tidaklah berarti namun dari sudut pandang yang berbeda pakaian itu menggambarkan bagaimana kualitas dari pelayan itu sendiri serta menunjukkan kualitas dari Earl Alfhine dalam mengurus para maid dan pelayan mereka


"Terimakasih banyak karena menerima kami untuk menginap di sini Irene"


"Ti-tidak masalah Al.... aku senang membantu"


Irene menundukkan wajahnya karena perasaan malu ketika dia berhadapan dengan Aldrich, terlebih lagi setelah pertunangan Irene semakin malu-malu dan merasa gugup ketika berada bersama Aldrich


"Saya yakin kalian semua cukup lelah karena itu biarkan saya dan Nona Irene mengantarkan kalian ke kamar tamu kami"


Setelah beberapa detik suasana hening dan canggung, Pelayan yang berdiri di samping Irene membuka suaranya karena dia merasa kalau Irene sudah terlalu gugup untuk melakukannya jadi dia berinisiatif menggantikan tugas Irene


"e-- be-benar silahkan lewat sebelah sini Al"


Irene dan pelayan tersebut berjalan ke arah kamar tamu yang ada di lantai dua dan Aldrich bersama Reina dan para maid berjalan mengikuti mereka


Setelah sampai para maid mengambil kamar 2 kamar yang paling ujung, Alice bersama Franca dan Linda mengambil kamar di sebelahnya, lalu kamar Aldrich di sebelah kamar Linda dan kamar Reina di sisi yang lain kamar Aldrich


Sudah setengah jam setelah Aldrich memasuki kamar tamu yang disiapkan di mansion Earl Alfhine , Aldrich sepertinya sudah selesai membaca sebuah buku, dia menutup buku itu dan menghabiskan secangkir teh yang ada di mejanya


"Storage"


Aldrich memasukkan buku yang sudah selesai di bacanya ke tempat penyimpanan yang berasal dari Magic skill miliknya yaitu "Storage", setelah menaruh bukunya Aldrich mencoba mengambil sesuatu dari Storage miliknya itu


"Kalau begitu waktunya bekerja"

__ADS_1


__ADS_2