
Kota Elhart, 16 Januari 825
"Tak perlu takut, bukan permintaan yang susah kok, tunggu di sini sebentar ya"
"Baik Tuan"
Aldrich berjalan menjauh dari gadis itu dan pergi ke arah Reina, Aldrich mendekati Reina dan memberikan Isyarat kepada Reina untuk sedikit menunduk agar tinggi mereka setara, lalu Aldrich membisikkan sesuatu kepada Reina
Setelah Selesai Reina bergerak meninggalkan Aldrich, Aldrich pun mulai berjalan kembali kepada gadis itu, setelah sampai Aldrich menundukkan dirinya agar tinggi mereka setara
"Siapa namamu?"
"Alice, Tuan"
"Alice yaa, nama yang indah, Alice kenapa kamu berjualan bunga ini?"
"Ini... Untuk membantu biaya berobat ibu saya Tuan"
Setelah mengatakan hal tersebut Alice mulai tatapan sinis dari orang-orang yang ada di sana bahkan beberapa orang prajurit pun juga memberikan tatapan sinis mereka kepada Alice
Karena yang Alice lakukan sama saja membeberkan hal buruk tentang kota ini kepada pemilik wilayah tersebut, Seorang gadis kecil yang terpaksa harus berjualan bunga untuk mengobati ibunya sudah cukup menjadi cerita bagus untuk memberikan gambaran kalau penguasa di wilayah ini tak memiliki belas kasihan untuk rakyatnya
"Hentikan tatapan kalian!"
Aldrich langsung membentak semua orang yang ada di sana atas tatapan sinis mereka kepada Alice, orang-orang tadi mulai berjalan menjauh karena mereka takut jika kemarahan Aldrich dapat berakibat buruk kepada mereka
Sementara para prajurit yang tadi mengeluarkan tatapan sinis kepada Alice hanya tertunduk malu menyadari kesalahan mereka, karena jika perilaku mereka tadi tersebar hanya akan menambah bukti yang bagus untuk membuat nama Keluarga Elhart terlihat buruk di pandangan orang lain
"Tenanglah Alice sesuatu yang kamu takutkan tak akan terjadi, Aku pasti akan menolongmu"
Kata Aldrich sambil tersenyum hangat kepada Alice, Alice yang melihat senyum Aldrich tersebut mulai merasakan perasaan hangat yang hanya pernah dia rasakan dari Ibunya
"Percayalah kepadaku"
"Ba-Baik Tuan"
Kali ini Alice sudah tidak merasakan perasaan takut itu lagi namun dia lebih merasakan gugup dan malu-malu ketika berbicara kepada Aldrich
"Kalau begitu bolehkah kamu mengantarku ke tempat ibumu? aku adalah penyihir tingkat 6 setidaknya aku bisa merapalkan satu atau dua mantra penyembuhan"
"Benarkah? tapi apa tidak masalah Tuan?"
__ADS_1
"Tentu saja tidak, tidak ada alasan yang dapat membenarkan seorang penguasa yang mengabaikan rakyatnya"
Aldrich sedikit menaikkan suaranya agar semua orang yang ada di dekat sana mendengar suaranya, karena mereka berada di tempat umum sehingga banyak orang yang terkumpul di sana
Karena ada seorang bangsawan pemilik wilayah tersebut ada di jalanan berserta prajuritnya maka sudah jelas orang biasa tak akan berani berjalan melewati mereka, mereka yang ingin pergi ke sisi lain harus menunggu atau memilih mengambil jalan memutar namun kebanyakan orang tidak terlalu ingin memutar terlalu jauh karena itu mereka memilih menunggu dari kejauhan
Bahkan jika beberapa orang tadi pergi setelah di bentak oleh Aldrich, lebih banyak orang lain yang datang mendekat setelah kepergian orang-orang itu, meskipun mereka hanya melihat dari kejauhan atau mencoba mengintip dari dalam tempat mereka
Dan kesempatan ini digunakan Aldrich untuk memberikan gambaran bagus tentang dirinya kepada para rakyatnya, selain itu dia juga dapat sedikit membuat orang-orang yang awalnya merasa takut akan kemungkinan terjadinya serangan para monster menjadi lebih tenang karena mereka tau kalau ada seseorang yang akan melindungi mereka
Dari segala arah Aldrich merasakan pandangan kagum dan hormat kepada dirinya namun Aldrich lebih memilih untuk pura-pura tidak tau saja dan memfokuskan dirinya pada Alice yang sekarang ada di depannya
"Kalau begitu tolong pandu aku ketempat ibumu"
Alice hanya mengangguk dan mulai berjalan sementara Aldrich mengikuti Alice dari belakang diikuti oleh para prajurit yang mengawal Aldrich
Mereka berjalan cukup jauh masuk ke dalam kota sampai akhirnya masuk ke distrik kumuh, begitulah orang-orang menyebut tempat tersebut karena tempat tersebut benar-benar sangat kotor di sepanjang jalan terdapat sampah-sampah yang berserakan lalu ada gelandangan yang hidup di jalanan serta ada beberapa orang yang terlihat seperti bandit yang berkumpul di pinggir jalan, distrik kumuh juga sering di sebut sebagai sisi gelap kota
"Tuan Muda, saya sarankan untuk kembali"
"Aku mengerti tentang maksudmu Lascort tapi tetap saja jika aku memilih untuk pergi sekarang sekarang maka aku tak akan pantas menjadi pemimpin wilayah Elhart di masa depan"
Lascort sendiri bermaksud baik karena dia mencemaskan Aldrich, Distrik kumuh sendiri hampir tidak terjangkau hukum, karena itu bisa saja mereka bertemu sekelompok perampok ataupun bandit yang mencoba mencelakai mereka
'Mengingat bagaimana Anak kecil seperti dia bisa tinggal di tempat seperti ini membuatku merasa marah, aku rasa Alice seumuran dengan gadis itu, dunia ini benar-benar kejam bahkan kepada anak kecil'
"Baik saya mengerti Tuan muda"
Lascort merasa tersentuh dengan jawaban Aldrich dan memutuskan untuk mengikuti keinginan Tuannya, dia meningkatkan kewaspadaannya untuk menjaga Aldrich dari kemungkinan penyerangan
Melihat Aldrich dan prajuritnya yang tiba-tiba masuk dan menyusuri distrik kumuh tersebut membuat orang-orang yang tinggal di situ untuk menutup pintu dan jendela mereka dan mereka milih untuk mengintip melalui lobang kecil ataupun sela-sela bangunan mereka
Dan pada orang-orang yang terlihat seperti bandit lebih memilih untuk tidak menghiraukan rombongan Aldrich berserta prajuritnya dan berpura-pura seperti tidak peduli dengan mereka
Aldrich dan beberapa prajuritnya terus berjalan sampai akhirnya mereka sampai di sebuah rumah kecil yang terlihat tidak layak huni jika menurut standar para bangsawan... Tidak, bahkan rakyat biasa pun akan mengatakan bahwa mereka tidak ingin tinggal di tempat seperti itu
Alice membuka pintu
"Silahkan masuk Tuan"
"Kalian semua berjagalah di luar"
__ADS_1
Setelah menerima perintah Aldrich para prajurit tersebut mulai berbalik arah dan berdiri di sekitar rumah itu tersebut sambil memantau keadaan sekitar mereka, sementara Aldrich masuk ke dalam rumah itu bersama Alice dan meninggalkan para prajurit yang sedang berjaga
"Di sebelah sini tuan"
Kata Alice sambil membukakan pintu sebuah kamar yang ada di sampingnya
Aldrich masuk dan melihat seorang wanita yang terbaring di kasur dengan wajah yang sangat pucat, wanita tersebut sepertinya sedang tertidur sampai dia mendengar suara pintu terbuka
"Alice"
"Ya ini Alice Ibu"
Ibu Alice mulai meraba-raba ke arah sekitarnya dan Alice pun langsung menggenggam tangan ibunya dan membantu ibunya untuk duduk dan bersandar
"Hmm... Buta ya?"
'Tidak hanya buta sepertinya dia juga mulai kehilangan Indra penciuman dan Indra perasa juga, dibandingkan dengan penyakit ini lebih terlihat seperti kutukan'
"Siapa itu!"
Mendengar suara yang tak dikenalinya, Ibu Alice langsung terkejut dan mencoba untuk mengetahui siapa yang mengeluarkan suara tersebut
"Tenanglah Ibu, ini Tuan Aldrich, Tuan Aldrich datang untuk mengobati Ibu"
"Eh, Aldrich, Tuan muda Aldrich anak dari Tuan Domitius"
Ibu Alice merasa gugup dan ketakutan, selain takut kalau Aldrich marah atas sikapnya tadi dia juga takut kalau Aldrich mempunyai maksud khusus kepadanya dan putrinya
"Tak perlu merasa gugup, aku datang memang ingin untuk membantu rakyatku saja,... Kalau begitu mari kita mulai"
Aldrich berjalan mendekati Alice dan Ibunya
"Pertama-tama,... Lockout"
Aldrich menggunakan sihir tingkat 9 "Lockout" yang membuat penghalang sehingga orang-orang yang berada di luar area sihir ini tidak dapat melihat ataupun mendengar apa yang ada di sana bahkan dengan sihir pengintaian pun tidak dapat menembus penghalang dari sihir ini
"Extra Magic: Erase"
Dari tangan Aldrich keluar sebuah cahaya yang sangat terang dan mulai menyinari ke seluruh ruangan tersebut hingga beberapa detik sampai akhirnya cahaya itu mulai memudar
Aldrich berjalan menjauh ke arah lain dari ruangan itu dan mulai membuka lemari suatu lemari dan mengambil sebuah benda yang dari tadi sangat mengganggu "Magic Sense" Miliknya
__ADS_1
"Sudah kuduga Cursed Item"