The Unknown Traveler: To Another World

The Unknown Traveler: To Another World
Chapter 30 - Penyambutan


__ADS_3

Akademi sihir kekaisaran, 3 Maret 825


Hari ini adalah hari pembukaan tahun pengajaran baru akademi sehingga banyak sekali orang-orang yang ada di sana, mulai dari murid-murid lama akademi yang baru kembali setelah liburan lalu ada murid baru yang diterima di akademi, dan ada orang tua dari para murid-murid


Di dalam suatu ruangan tempat penyambutan murid baru terdapat banyak keluarga-keluarga bangsawan kelas atas yang jarang sekali bertemu saat ini mereka sedang terkumpul dari satu ruangan


Karena murid-murid yang di terima di akademi adalah murid-murid dengan kemampuan yang bagus dan kebanyakan orang dengan bakat hebat itu lahir di keluarga bangsawan maka sudah jelas terdapat banyak sekali bangsawan di akademi, dari bangsawan kelas atas seperti Marquis, Count, Duke sampai bangsawan kelas bawah seperti Baron


"Selamat pagi Prosessor Domitius"


Di satu tempat duduk khusus para bangsawan kelas atas, Ada Domitius dan Layna yang sedang duduk di sana, ketika Domitius mendengar ada suara tak asing yang menyapanya dia langsung melihat ke arah asal suara itu


"Ohh.. Nak Emma, lama tidak bertemu"


Dia adalah Emma Westhein yang merupakan murid Domitius ketika dia masih menjadi Professor di akademi. Domitius mengintip ke arah belakang Emma karena merasa aneh ketika melihat Emma sendirian menyapanya


"Apa kau sendirian Nak Emma?"


"Ah, kebetulan Ayah sedang melakukan perjalanan jauh ke kerajaan Fal untuk menyelesaikan permintaan dari keluarga bangsawan kerajaan Fal"


Emma mengintip ke sekelilingnya dan dari sudut matanya dia melihat orang-orang yang berbisik-bisik, kemungkinan mereka membicarakan tentang dirinya dan Domitius yang berbicara dengan tidak formal

__ADS_1


"Kalau begitu Professor saya pergi ke tempat duduk saya"


Hubungan antara keluarga Westhein dan keluarga Elhart bisa dibilang tidaklah bagus namun mereka juga tidak pernah terlibat dalam suatu permasalahan jadi bisa dikatakan berita tentang hubungan buruk diantara kedua keluarga hanyalah rumor-rumor


Namun beberapa orang di sana terutama para bangsawan kelas atas pasti menyadari kalau Count Westhein sangat terobsesi dengan kekuatan dan keluarga Elhart yang merupakan keluarga terkuat di kekaisaran tentu saja menjadi musuh utama bagi Count Westhein


Dan Emma adalah putri pertama sekaligus pewaris utama keluarga Westhein karena itu orang-orang pasti mengira dia juga mengikuti keinginan Ayahnya, orang-orang itu mulai membicarakan tentang sikap Emma tadi yang bersikap seolah dekat dengan Domitius


Beberapa dari mereka mengatakan kalau itu hanyalah sikap untuk menipu orang-orang dengan tujuan untuk menunjukkan kalau hubungan di antara kedua keluarga tidaklah buruk, namun sebenarnya Emma sangat menghormati Domitius bahkan bisa dikatakan dia sangat mengaguminya.


"Kalau begitu selanjutnya adalah sambutan dari murid baru, dipersilahkan kepada Tuan muda Aldrich Elhart"


10 murid dengan nilai ujian terbaik sudah di atur untuk duduk di barisan paling depan dan urutannya di sesuaikan dari peringkat 10 paling kiri hingga peringkat 1 di paling kanan, dan Aldrich yang mendapatkan peringkat pertama di minta untuk menyampaikan sambutannya


Walaupun sebenarnya Aldrich tidak terlalu ingin mendapatkan peringkat pertama namun dia harus mendapatkannya, alasan utama adalah agar dia tidak mempermalukan nama keluarganya, keluarga Elhart adalah keluarga penyihir terbaik di kekaisaran sehingga akan memalukan nama keluarganya jika Aldrich tidak bisa mendapat nilai terbaik


Karena itu beberapa Minggu sebelum ujian dia menghabiskan banyak waktunya untuk mempersiapkan dirinya untuk ujian itu, bagi dirinya yang membawa nama keluarga Elhart, kegagalan adalah sesuatu yang tidak bisa di terima


Walau sebenarnya orang tuanya tidak mempermasalahkan jika Aldrich gagal atau mendapatkan nilai yang biasa-biasa aja, namun namun hal itu bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak suka dengan Elhart untuk menjatuhkan nama keluarga Elhart


Di sisi lain terdapat banyak keuntungan yang bisa digunakan Aldrich jika dia mendapatkan peringkat pertama dalam ujian, seperti akses ke tempat-tempat penting di akademi seperti perpustakaan khusus yang menyimpan banyak buku-buku kelas atas, selain itu murid dengan nilai terbaik diberikan sebuah bangunan asrama yang bisa dia gunakan sendiri

__ADS_1


Murid-murid lain harus tinggal bersama-sama di sebuah Asrama namun tidak dengan murid peringkat pertama yang diberikan sebuah asrama untuk dirinya sendiri


Sosok Aldrich yang naik ke panggung dan berdiri di podium menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana, hampir tidak ada seorangpun yang melepaskan pandangannya dari Aldrich.. Tidak, benar-benar tidak ada seorang pun yang melepaskan pandangannya dari Aldrich


Aldrich melihat ke arah kiri dan kanannya, lalu dia melihat ke lantai atas yang merupakan tempat tamu khusus, di sana dia melihat Ayah dan Ibunya lalu ada bangsawan-bangsawan kelas atas juga berada di sana


"Selamat pagi, di pagi yang cerah ini saya hanya ingin menyampaikan satu hal saja,.... Saya akan menjadi nomor 1, sekian"


Dengan pandangan tajam ke bawah Aldrich mengatakan hal itu, setelahnya Aldrich berjalan menuruni panggung tanpa menghiraukan reaksi orang-orang yang terdiam karena terkejut mendengar perkataan Aldrich


Mendengar perkataan Aldrich, Domitius tersenyum dan tertawa kencang, tawanya itu menarik perhatian semua orang yang ada di sana, sementara Layna yang sudah terkejut tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia langsung pasrah saja dengan keadaan ini


Hal yang dikatakan Aldrich ini merupakan hal yang tidak cocok untuk seorang bangsawan yang harus bersikap sopan dan namun beberapa bangsawan lain merasa setuju dengan sikap Aldrich ini karena seorang bangsawan juga harus punya pendirian dan harga diri yang tinggi


Hal yang Aldrich lakukan itu seperti pernyataan perang, dia berkata kepada semua murid di sana kalau jangan mencoba menghalangi jalannya, hampir mereka semua merinding takut setelah mendengar perkataan Aldrich tadi namun tidak semua dari mereka langsung menyerah ada beberapa di antara mereka berasa termotivasi di keadaan menegangkan seperti ini


Dari turun Aldrich berjalan melewati sembilan orang lain yang merupakan murid dengan peringkat 10 sampai peringkat 2, dia mengenali beberapa di antara mereka seperti Irene yang merupakan peringkat 6 lalu ada anak bangsawan Westhein yang pernah menantangnya yang berada di peringkat 5, lalu ada putri dari keluarga Rosewyme yang berada di peringkat 4 dan putra keempat dari keluarga Westhein yang berada di peringkat kedua


Sebelum duduk Aldrich mengarahkan pandangannya ke pintu masuk, dia seolah merasakan sesuatu yang menarik perhatiannya namun dia tidak melihat apa-apa, jadi dia memutuskan untuk langsung duduk saja di tempat duduknya


'Apa tadi itu, aku merasa melihat seseorang'

__ADS_1


__ADS_2